Tampilkan postingan dengan label sistem. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sistem. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Januari 2019

➥ Sistem Ekonomi Tradisional Liberal Komando Campuran Indonesia

Sistem Ekonomi – Pengantar

Di sekolah, tentu teman-teman memiliki peraturan tertentu yang wajib dipatuhi agar tercipta kenyamanan serta tercapai tujuan bersama. Bisa jadi, peraturan satu sekolah berbeda dengan peraturan sekolah lain. Sama halnya dalam mengatur perekonomian suatu negara, tiap-tiap negara bisa memiliki sistemnya masing-masing yang dapat membantu negara tersebut mencapai tujuannya masing-masing. Apa sajakah sistem-sistem tersebut?

Terdapat beberapa bentuk sistem ekonomi yang dikenal di dunia ini. Perlu diingat bahwa masing-masing sistem pada dasarnya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, sehingga kita tidak bisa begitu saja menentukan mana yang terbaik diantara yang lainnya.

jenis sistem ekonomi di indonesia

sumber gambar: slideshare.net

Sistem ekonomi tradisional

Ciri khasnya adalah masyarakatnya memproduksi sendiri barang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhannya. Produksi yang dilakukan pun umumnya masih bersifat sederhana. Sistem ini umumnya dianut oleh masyarakat yang belum maju peradabannya. Karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ini dijelaskan pada tabel berikut:

KarakteristikKelebihanKelemahanTidak mengenal teknologi (teknologi sangat sederhana)Persaingan jarang terjadi dalam masyarakatKegiatan ekonomi tidak bertujuan untuk memperoleh keuntunganMemproduksi barang yang dibutuhkanJarang terjadi konflik ekonomiSulit berkembangTidak ada spesialisasiMasyarakat jarang mengalami tekanan jiwa karena tidak terbebani dengan target tertentu yang harus dicapaiEfisiensi penggunaan sumber daya tidak maksimalTidak ada perdaganganSistem Ekonomi Komando

Ciri utamanya adalah pemerintah memiliki kendali yang sangat besar terhadap hampir semua aspek dalam perekonomian tersebut. Saat ini, hampir tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi ini secara mutlak, walaupun sistem ini kerap kali digunakan di negara-negara komunis, misalnya Korea Utara. Karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ini akan dijelaskan pada tabel berikut:

KarakteristikKelebihanKelemahanPemerintah memiliki kendali yang besar terhadap proses produksi, distribusi dan konsumsiMasalah ekonomi lebih mudah dikendalikanInisiatif individu tidak berkembangBarang modal dan faktor produksi dimiliki pemerintahPemerintah dapat mempengaruhi harga dan jumlah barang yang ada di pasarMasyarakat tidak memiliki kebebasan untuk memiliki kekayaan dan sumber daya ekonomiHak pribadi tidak diakuiDistribusi pendapatan lebih merataKebebasan individu terbatasJenis pekerjaan dan pembagian kerja ditentukan oleh pemerintahKebutuhan masyarakat terpenuhi secara merataInformasi terbatas dan dikendalikan oleh pemerintahKrisis ekonomi jarang terjadiSistem Ekonomi Liberal/Pasar

Berkebalikan dengan sistem ekonomi komando (terpusat), bentuk ini memberikan kebebasan yang besar bagi masyarakat untuk menentukan kegiatan ekonomi yang dilakukan. Karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ini akan dijelaskan pada tabel berikut:

KarakteristikKelebihanKelemahanBarang modal dan faktor produksi dimiliki perusahaan, perseorangan atau kelompok masyrakatIndividu memiliki kebebasan memilih sesuai dengan keinginannya masing-masingPersaingan bisa berakibat adanya ketimpangan antara yang kaya dan miskinSektor swasta dan masyarakat melakukan kegiatan ekonomi di semua sektorAdanya persaingan menciptakan kemajuan di segala bidangPemerataan pendapatan sulit dilakukanIndividu diberi kebebebasan dalam menentukan pekerjaan, serta menentukan konsumsi yang ingin dilakukanHak miliki diakuiKrisis ekonomi mungkin terjadiTujuan utama kegiatan ekonomi adalah mencari labaKreativitas berkembangAdanya persaingan, baik antar individu atau antar perusahaan dalam kegiatan ekonomiSistem Ekonomi Campuran

Adanya kesadaran bahwa masing-masing sistem memiliki kelebihan dan kelemahan, menciptakan apa yang kemudian disebut sistem ekonomi campuran. Ide besar dari sistem ini adalah berusaha menggabungkan bentuk komando dan pasar agar dapat memperoleh sistem yang relatif lebih baik. Sistem inilah yang saat ini lazim digunakan oleh banyak negara. Meskipun demikian, umumnya masing-masing negara memiliki kecenderungannya masing-masing untuk lebih condong pada sistem ekonomi komando atau pasar. Karakteristik, kelebihan dan kelemahan sistem ini akan dijelaskan pada tabel berikut:

KarakteristikKelebihanKelemahanAlat produksi vital (berpengaruh terhadap hajat hidup orang banyak) dikuasai oleh negaraMonopoli swasta dapat dikurangiPersaingan dalam kegiatan ekonomi mungkin terjadiKegiatan perekonomian dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta secara bersama-samaPertumbuhan ekonomi lebih stabilHak milik pribadi diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umumInisiatif dan kreaivitas berkembang dan didukung pemerintahAdanya kemungkinan terjadi krisisContoh Soal

Yang merupakan ciri sistem ekonomi liberal adalah, kecuali ….

  • Hak milik pribadi diakui
  • Kreativitas individu berkembang
  • Sangat mungkin terjadi ketimpangan
  • Krisis tidak mungkin terjadi
  • Kegiatan ekonomi bertujuan untuk mencari laba
  • Pembahasan

    Jawaban yang benar untuk pertanyaan di atas adalah (d) krisis tidak mungkin terjadi. Pada perekonomian yang menganut sistem ekonomi liberal, krisis sangat mungkin terjadi karena pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengendalikan apa yang terjadi dalam perekonomian itu sendiri.

    Kontributor: Agnestesia PutriAlumni Ilmu Ekonomi UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Pengertian Manajemen
  • Faktor Produksi
  • Teori Produksi
  • Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-ekonomi/

    ✅ Sistem Pencernaan Manusia Proses Organ Penyusun Gangguan

    Sistem pencernaan manusia berkontribusi terhadap homeostasis dalam proses penghancuran makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana sehingga mudah diserap dan digunakan oleh sel tubuh. Selain itu juga, terjadi penyerapan air, vitamin, mineral, dan mengeluarkan sisa hasil pencernaan dari dalam tubuh.

    Makanan yang kita makan mengandung berbagai macam nutrisi yang digunakan untuk membangun jaringan baru dan memperbaiki jaringan yang rusak. Makanan merupakan sumber energi kimia yang penting bagi tubuh. Sebagian besar makanan terdiri dari molekul besar yang sulit dicerna oleh sel tubuh, sehingga harus dilumatkan menjadi bagian yang lebih kecil melalui proses pencernaan.

    gambar sistem pencernaan manusia

    Sumber gambar: Tortora G, Derrickson B. Principle of Anatomy and Physiology. 12th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc; 2009.

    Proses Pencernaan pada Manusia

    Proses yang terjadi dalam sistem pencernaan manusia diantaranya:

  • Ingesti => makanan dan cairan masuk ke dalam mulut
  • Sekresi => pelepasan air, enzim, ke dalam saluran pencernaan
  • Motilitas => gerakan dinding saluran penceraan berupa mendorong dan mencampur makanan yang sudah dilumatkan sebelumnya
  • Absorpsi => proses penyerapan air, elektrolit, vitamin, dan hasil pencernaan ke dalam darah dan limfe
  • Defekasi => pembuangan zat sisa hasil pencernaan yang tidak dibutuhkan lagi
  • Klasifikasi Sistem Pencernaan
  • Gastrointestinal Tract (Saluran Pencernaan)
  • Saluran ini memanjang dari mulut hingga anus melewati rongga torax dan abdominopelvis
  • Terdiri dari: mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus, usus besar
  • Memiliki panjang 5-7 meter pada orang hidup dan 7-9 meter pada cadaver
  • Memiliki dinding yang terdiri dari 4 lapisan, yaitu mukosa (paling dalam), submukosa , muskularis, dan serosa (paling luar)
  • Accessory Digestive Organs (Organ Tambahan)
  • Terdiri dari gigi, lidah, kelenjar saliva, liver, empedu, dan pankreas
  • Gigi dan lidah bekerja secara fisik, ada kontak langsung dengan makanan. Sedangkan yang lainnya, bekerja secara kimiawi dengan menghasilkan sekret.
  • Organ Penyusun Sistem Pencernaan ManusiaOrgan pada Saluran Pencernaan1. Rongga Mulut

    Rongga mulut memiliki beberapa struktur aksesoris, seperti:

  • Bibir => memiliki fungsi mengambil, mengarahkan, dan menampung makanan di dalam mulut
  • Palatum => pemisah antara mulut dan saluran hidung
  • Lidah => terdiri atas otot-otot volunter yang dapat digerakkan secara sadar, membantu proses mengunyah dan menelan serta memiliki papila sebagai indra pengecapan
  • Gigi => memiliki fungsi untuk mengunyah, memotong, dan mengoyak makanan
  • Kelenjar saliva => memiliki fungsi mensekresi saliva melalui kelenjar saliva mayor terdiri dari kelenjar parotid, kelenjar sublingual, dan kelenjar submandibular.
  • organ penyusun sistem pencernaan manusia - mulut

    Sumber gambar: Tortora G, Derrickson B. Principle of Anatomy and Physiology. 12th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc; 2009.

    Terdapat 2 proses yang terjadi pada organ pencernaan manusia ini, berikut uraiannya:

    Proses MekanikProses KimiawiMengunyah (dilakukan oleh gigi, dibantu oleh lidah)Adanya sekresi saliva yang mengandung enzim amilase, mukus, dan lisozim. Enzim amilase membantu proses pencernaan amilun (polisakarida à disakarida)2. Faring
  • Persimpangan antara saluran pencernaan dan saluran pernapasan
  • Terdiri dari nasofaring, orofaring, laringofaring. Walaupun nasofaring tidak terlibat dalam proses pencernaan
  • Berfungsi untuk menyalurkan makanan dari mulut menuju esofagus
  • Hanya proses mekanik saja yang terjadi pada organ penyusun sistem pencernaan manusia ini, berikut uraiannya:

    Proses MekanikProses KimiawiProses deglutisi => menggerakkan makanan dari faring menuju esofagus. Proses ini meliputi 3 tahapan, yaitu:
  • Fase volunter => lidah menekan palatum keras dan mengarahkan bolus (makanan yang sudah dikunyah) ke orofaring
  • Fase faring => penutupan semua lubang kecuali esofagus akibat adanya refleks dari pusat menelan
  • Fase esofagus => adanya gerakan peristaltis
  • Tidak terjadi proses kimiawi3. Esofagus
  • Berupa tabung, panjangnya sekitar 9-10 inchi dengan diamter ±1 inchi
  • Berfungsi untuk menggerakkan bolus (makanan yang sudah dikunyah) dari faring ke lambung denga gerakan peristaltis
  • Hanya proses mekanik saja yang terjadi pada organ ini, berikut adalah uraiannya:

    Proses MekanikProses Kimiawi
  • Menggerakan bolus melalui gerak peristaltis
  • Pusat menelan memicu adanya gelombang peristaltis primer yang menyapu dari pangkal hingga ujung esofagus. Hal ini diawali oleh kontraksi otot sirkular esofagus yang mendorong bolus ke daerah yang masih mengalami relaksasi
  • Apabila bolus terlalu besar atau lengket, reseptor tekanan di dinding esofagus akan menangkap sinyal dan menyampaikannya ke pusat menelan sehingga pusat menelan akan menginstruksikan adanya gelombang peristaltis sekunder yang lebih kuat dibandingkan gelombang peristaltis primer, serta meingkatkan sekresi saliva
  • Tidak terjadi proses kimiawi4. Lambung
  • Terletak di superior kiri rongga abdomen
  • Dibagi menjadi 4 bagian, yaitu cardia (daerah yang membuka ke arah esofagus), fundus (bagian yang menonjol ke atas), korpus/badan (bagian tengah, di bawah fundus), dan pilorus (bagian inferior yang menyempit dan membuka ke arah usus halus)
  • gambar organ lambung

    Sumber gambar: Tortora G, Derrickson B. Principle of Anatomy and Physiology. 12th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc; 2009.

    Terdapat 2 proses yang terjadi pada organ penyusun sistem pencernaan manusia ini, berikut adalah uraiannya:

    Proses MekanikProses Kimiawi
  • Gerak peristaltis => mencampur makanan dengan getah lambung menjadi kimus dan mengarahkan kimus ke usus halus
  • *kimus: massa setengah cair berkadar asam tinggi yang terbentuk dari bolus yang bercampur dengan getah lambung

  • Sekresi faktor intrinsik => berupa glikoprotein yang disekresi oleh sel parietal lambung, diperlukan dalam penyerapan vit.B12
  • Sekresi gastrin => merangsang sekresi lambung dan mengatur motilitas usus dan lambung
  • Pencernaan protein => pepsinogen diaktifkan oleh HCl menjadi pepsin, kemudian pepsin akan merombak protein menjadi polipeptida
  • Pencernaan lemak => enzim lipase lambung menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak dan monogliserida
  • 5. Usus Halus
  • Membentang dari sfingter pilorus hingga katur ileosekal (tempat pertemuan antara usus halus dan usus besar)
  • Memiliki diameter sekitar 2,5 cm dan panjangnya 3-5 meter saat bekerja
  • Terbagi menjadi duodenum (merupakan bagian paling pendek sektar 25 cm merupakan tempat bermuaranya duktus empedu dan duktus pankreas); jejunum (panjangnya sekitar 1-1,5 meter); ileum panjangnya sekitar 2-2,5 meter)
  • Secara garis besar, fungsi usus halus diantaranya sebagai berikut:
  • Merupakan akhir dari proses pencernaan manusia dengan dibantu oleh enzim usus halus, enzim dari pankreas, dan empedu
  • Absorpsi nutrien dari makanan dimana dinding usus galus memiliki vili yang mengandung pembuluh darah sehingga nutrisi yang sudah diserap kemudian akan dialirkan bersama darah.
  • gambar usus halus

    Terdapat 2 proses yang terjadi pada organ pencernaan manusia ini, berikut uraiannya:

    Proses MekanikProses Kimiawi
  • Segementasi merupakan gerakan mencampur dan mendorong kimus secara perlahan
  • Segementasi terbentuk akibat adanya kontraksi otot polos yang berbentuk menyerupai cincin di sepanjang usus halus
  • Diantara setiap cincin kontraksi otot polos tersebut, terdapat daerah relaksasi yang mengandung kimus
  • Seperti halnya, usus halus juga melakukan mekanisme kontaksi relaksasi yang mengakibatkan terdorongnya kimus secara perlahan
  • Maltase => menghidrolisis maltosa menjadi glukosa
  • Sukrase => menghidrolisis sukrosa menadi glukosa dan fruktosa
  • Laktase => menghidrolisis laktosa menjadi glukosa dan galaktosa
  • Aminopeptida => memisahkan asam amino dari ujung suatu peptida
  • Dipeptida => mengubah dipeptida menjadi asam amino
  • Lipase usus => mengubah monogliserida menjadi asam lemak dan gliserol
  • 6. Usus Besar
  • Terletak di rongga abdomen membentang antara ileosekal dan anus
  • Diameter sekitar 6,5 cm, panjang sekitar 1,5m
  • Berisis zat-zat dari makanan yang tidak tercerna
  • Tidak memiliki vili
  • Otot longitudinal pada usus besar membentuk struktur kantung-kantung besar di sepanjang usus besar yang disebut dengan haustra
  • organ sistem pencernaan manusia - usus besar

    Sumber gambar: Tortora G, Derrickson B. Principle of Anatomy and Physiology. 12th ed. USA: John Wiley & Sons, Inc; 2009.

  • Usus besar dibagi menjadi 4 bagian, yaitu sekum, apendiks, kolon, dan rektum
  • Sekum : kantung tertutup yang berada di bawah katup ileosekal
  • Apendiks : tabung buntu dan sempit yang menonjol dari sekum berisi jaringan limfoid
  • Kolon : bagian usus besar yang membentang dari sekum hingga rektum. Kolon dibagi lagi menjadi 3 bagian yaitu kolon asenden (naik), kolon transversa (mendatar), dan kolon desenden (menurun).
  • Rektum : panang sektar 12-13 cm. Rektum berujung pada saluran anal dan membuka di anus
  • Usus besar memiliki beberapa fungsi, antara lain :
  • Absorpsi air (mencapai 80-90%) dan elektrolit dari kimus yang tersisa
  • Mengubah kimus yang setengah cair menjadi padatan (atau semi padatan) yang disebut feses
  • Memproduksi mukus
  • Mengandung bakteri yang bermanfaat bagi manusia. Keberadaan bakteri ini disebabkan oleh gerakan zat-zat sisa makanan di usus besar berlangsung secara lambat. Selain itu, usus besar tidak memproduksi zat antibakteri sehingga bakteri dapat bertahan hidup dan terus berkembang di usus besar. Manfaat bakteri ini yaitu menstimulasi motilitas kolon, menghasilkan zat yang berguna bagi tubuh, seperti viamin K, riboflavin, dan tiamin.
  • Hanya proses mekanik saja yang terjadi pada organ sistem pencernaan manusia ini, berikut uraiannya:

    Proses MekanikProses Kimiawi
  • Adanya kontraksi haustra yang menyebabkan pergerakan massa di dalam kolon, menggerakkan massa menuju ke rektum lalu ke anus
  • Tidak terjadi proses kimiawiOrgan Tambahan Sistem Pencernaan ManusiaNama Organ PencernaanFungsi Organ PencernaanKelenjar saliva
  • Membersihkan gigi
  • Melarutkan molekul
  • Membantu proses menelan
  • Mencerna karbohidrat
  • Melembapkan rongga mulut
  • Kelenjar intestinal
  • Membantu pencernaan protein, lemak dan disakarida
  • Pankreas
  • Menghasilkan insulin
  • Menghasilkan enzim proteolitik, amilase, dan lipase
  • Mengandung NaHCO3 untuk menetralisir HCl dari lambung
  • Hati
  • Sekresi empedu
  • Metabolisme protein, lemak, dan karbohidrat
  • Detoksifikasi
  • Reservoir/penyimpanan darah
  • Empedu
  • Emulsi lemak
  • Membantu absorpsi lemak
  • Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia yang Sering Terjadi
  • Diare: bentuk feses yang cair akibat gerak peristaltik yang terlalu cepat dan kurangnya penyerapan air oleh usus besar. Penyebabnya antara lain stress, makanan pedas, mikroorganisme patogen tertentu.
  • Konstipasi: kesulitan dalam proses defekasi (buang air besar) akibat terlalu banyak air yang diserap oleh susu besar. Penyebabnya adalah kurang mengonsumsi makanan berserat.
  • Apendikitis: radang usus buntu. Penyebabnya adalah sisa makanan yang terjebak dan tidak dapat keluar dari apendiks (umbai cacing) sehinggga lama kelamaan apendiks akan membusuk hingga timbul peradangan yang menjalar sampai usus buntu.
  • Tukak Lambung: rusaknya pertahanan mukus sebagai pelindung dinding lambung sehingga enzim pencernaan (asam lambung/HCl) mengiritasi permukaan lambung. Penyebabnya adalah infeksi bakteri tertentu.
  • Artikel: Sistem Pencernaan ManusiaKontributor: Ade Amalia, S.K.G.Alumni Kedokteran Gigi FKG UI

    Penjelasan tentang Sistem Pencernaan pada Tubuh Manusia


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-pencernaan-manusia/

    Selasa, 15 Januari 2019

    ➤ Sistem Pembayaran Pengertian Peran Bank Indonesia Prinsip Kebijakan

    Pengertian Sistem Pembayaran

    Sistem pembayaran merupakan sebuah sistem yang behubungan dengan pemindahan sejumlah uang dari satu pihak ke pihak lainnya. Secara singkat dapat diartikan sebagai cara melakukan pembayaran. Pembayaran yang dilakukan sendiri dapat berupa pembayaran untuk kegiatan sehari-hari seperti pembelian barang dan jasa, pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, air, internet, telepon, kartu kredit dan lain-lain. Ada banyak cara yang dapat digunakan sebagai media pemindahan uang tersebut, baik menggunakan tunai maupun non-tunai. Sedangkan sistem pembayarannya sendiri dapat menggunakan sistem yang sederhana hingga sistem yang kompleks dimana harus melibatkan beberapa pihak dalam transaksinya (seperti bank, lembaga keuangan selain bank, bank sentral, dll).

    ilustrasi sistem pembayaran

    Sumber: quora.com

    Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran

    Di Indonesia, kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dilaksanakan oleh bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia. Mengatur serta menjaga kelancarannya sendiri dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan dari Bank Indonesia yaitu untuk menjaga stabilitas rupiah demi mendukung peningkatan perekonomian nasional. Berdasarkan kewenangan tersebut, Bank Indonesia memiliki hak untuk menetapkan dan memberlakukan kebijakan sistem pembayaran di Indonesia melalui Undang-Undang Bank Indonesia pada Undang-Undang Nomor  23 Tahun 1999 yang kemudian direvisi pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009. Peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran mencakup:

  • Kewenangan untuk memberikan izin dan persetujuan kepada penyedia jasa pembayaran untuk ikut didalam sistem pembayaran (Siapa saja yang dapat menerbitkan atau memproses alat-alat pembayaran tersebut)
  • Pengawasan.
  • Menentukan standar-standar tertentu pada alat pembayaran dan menentukan alat pembayaran apa saja yang dapat digunakan pada sistem pembayaran di Indonesia.
  • Mengatur dan mengawasi lembaga apa saja yang boleh menyelenggarakan sistem pembayaran (baik bank dan lembaga selain bank).
  • Kebijakan pengendalian resiko, efisiensi, tata kelola, dll.
  • Kewenangan dalam menjalankan sistem Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. BI-RTGS sendiri digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai yang bernilai besar. Menurut data Bank Indonesia, pada tahun 2010, transaksi yang dilakukan BI-RTGS sendiri dapat mencapai setidaknya Rp 174,3 triliun.
  • Kewenangan sebagai penyelenggara sistem kliring antarbank untuk jenis-jenis alat pembayaran tertentu melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau SKNBI.
  • Prinsip Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia

    Dalam melaksanakan kewenangan tersebut, Bank Indonesia mengacu kepada empat prinsip kebijakan, yaitu:

    1. Keamanan

    Dari prinsip keamanan, Bank Indonesia harus dapat mengelola segala resiko dalam sistem pembayaran seperti resiko likuiditas, resiko kredit, resiko fraud (kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian finansial) dll.

    2. Efisiensi

    Dari prinsip efisiensi, Bank Indonesia harus menjamin bahwa penyelenggaraan sistem pembayaran bersifat efisien yaitu harus dapat digunakan secara luas dan menyeluruh, sehingga biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat akan menjadi lebih murah.

    3. Kesetaraan akses

    Bank Indonesia menjamin kesetaraan akses dimana BI tidak menyetujui segala praktek monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem pembayaraan yang dapat menghambat pelaku ekonomi lain untuk ikut masuk dan ikut menyelenggarakan sistem pembayaran.

    4. Perlindungan konsumen

    Bank Indonesia harus dapat menjamin seluruh aspek-aspek dalam perlindungan konsumen yaitu menjamin adanya kepastian hukum kepada konsumen serta pembuat jasa melalui Divisi Perlindungan Konsumen. Konsumen serta pembuat jasa sistem pembayaran dapat menghubungi Bank Indonesia secara langsung untuk melakukan pengaduan jika mengalami hal-hal yang dirasa merugikan.

    Penyedia Jasa Sistem Pembayaran di Indonesia

    Ada begitu banyak lembaga serta penyedia jasa pada sistem pembayaran di Indonesia. Ditambah seiring berjalannya waktu serta teknologi, lembaga-lembaga tersebut mulai menggunakan media digital dalam menyelenggarakannya. Namun pastinya seluruh lembaga keuangan dan penyedia jasa ini harus memiliki izin dari Bank Indonesia untuk berpartisipasi dan ikut serta dalam penyelenggaraan sistem pembayaran di Indonesia. Beberapa lembaga tersebut adalah lembaga keuangan baik bank yaitu bank umum (Mandiri, BCA, BNI, BTPN, BRI, dll) maupun lembaga keuangan non-bank (digital wallet/electronic money seperti GO-PAY, OVO, Doku Wallet, Dana, dll, perusahaan asuransi, koperasi simpan pinjam, pasar modal, dll).

    Kontributor: Thalia Nabasa, S.E.Alumni Ilmu Ekonomi UI

    Materi lainnya:

  • Manajemen
  • Kebijakan Moneter
  • Pasar Monopoli
  • ESPA4227 1 Ekonomi Moneter - Peranan Uang dalam Perekonomian


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-pembayaran/

    Kamis, 10 Januari 2019

    ➢ Sistem Periodik Unsur Sifat Sifat Pada Tabel Periodik Unsur Kimia

    Sistem periodik unsur adalah susunan unsur-unsur berdasarkan urutan nomor atom dan kemiripan sifat unsur-unsur tersebut. Disebut “periodik”, sebagaimana terdapat pola kemiripan sifat unsur dalam susunan tersebut. Sistem periodik unsur (tabel periodik) modern yang saat ini digunakan didasarkan pada tabel yang dipublikasikan oleh Dmitri Mendeleev pada tahun 1869.

    Tabel Sistem Periodik Unsur

    tabel periodikTabel periodik unsur modern(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill)

    Format tabel periodik:

  • Masing-masing unsur terdapat dalam satu kotak yang berisi nomor atom, lambang unsur, dan nomor massa. Kotak-kotak tersebut berurut dari kiri ke kanan berdasarkan kenaikan nomor atom.
  • Kotak-kotak tersebut tersusun membentuk barisan horizontal (periode) dan barisan vertikal (golongan). Setiap periode diberi nomor dari 1 hingga 7. Setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 8 dengan huruf A atau B. Pada sistem IUPAC baru, setiap golongan diberi nomor dari 1 hingga 18 tanpa huruf A atau B. Unsur-unsur dalam satu golongan yang sama pada tabel periodik akan memiliki kemiripan sifat.
  • Unsur-unsur golongan 1A−8A (golongan 1−2, 13−18) merupakan unsur golongan utama. Unsur-unsur golongan 1B−8B (golongan 3−12) merupakan unsur logam transisi. Dua deret unsur di bagian bawah, yakni lanthanida dan aktinida, disebut unsur logam transisi dalam.
  • Sifat-sifat pada sistem periodik unsur:Sifat logam

    Berdasarkan sifat, unsur-unsur dapat dikelompokkan menjadi logam, nonlogam, dan metalloid. Unsur-unsur logam memiliki sifat-sifat: konduktor panas dan listrik yang baik, dapat ditempa dan ductile, titik leleh relatif tinggi, cenderung melepaskan elektron kepada unsur nonlogam. Unsur-unsur nonlogam memiliki sifat-sifat: nonkonduktor panas dan listrik, tidak dapat ditempa dan rapuh/getas, kebanyakan berwujud gas pada temperatur kamar, cenderung menerima elektron dari unsur logam. Unsur-unsur metalloid memiliki sifat-sifat seperti logam dan juga nonlogam. Sifat logam semakin berkurang dari kiri ke kanan dan dari bawah ke atas sistem periodik unsur, kecuali hidrogen. Unsur-unsur metalloid berada pada “tangga” yang membatasi unsur-unsur logam dan nonlogam.

    Jari-jari atom

    Jari-jari atom adalah setengah dari jarak antara dua inti dari dua atom logam yang sejajar atau dalam sebuah molekul diatomik. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, jari-jari atom cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, jari-jari atom cenderung semakin kecil, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif.

    Energi ionisasi

    Energi ionisasi adalah energi yang dibutuhkan oleh sebuah atom atau ion dalam fase gas untuk melepaskan sebuah elektronnya. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, energi ionisasi pertama cenderung semakin kecil, sebagaimana jarak dari inti ke elektron terluar bertambah sehingga tarikan elektron terluar oleh inti berkurang. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, energi ionisasi pertama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan muatan inti efektif sehingga tarikan oleh inti bertambah.

    sifat sifat sistem periodik unsurRingkasan sifat-sifat sistem periodik unsur: jari-jari atom, energi ionisasi, dan sifat logam(Sumber: Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications (10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.)

    Jari-jari ion

    Jari-jari ion adalah jari-jari dari kation atau anion yang dihitung berdasarkan jarak antara dua inti kation dan anion dalam kristal ionik. Kation (ion bermuatan positif) terbentuk dari pelepasan elektron dari kulit terluar atom netral sehingga tolakan antar elektron berkurang, tarikan elektron oleh inti lebih kuat, dan jari-jari dari kation lebih kecil dari atom netralnya. Anion (ion bermuatan negatif) terbentuk dari penangkapan elektron pada atom netral sehingga tolakan antar elektron bertambah dan jari-jari dari anion lebih besar dari atom netralnya. Dalam satu golongan pada sistem periodik unsur, dari atas ke bawah, jari-jari ion bermuatan sama cenderung semakin besar, sebagaimana pertambahan kulit elektron. Dalam periode, pada deretan ion isoelektronik (spesi-spesi dengan jumlah elektron sama dan konfigurasi elektron sama, seperti O2-, F–, Na+, Mg2+, dan Al3+ dengan 10 elektron), semakin besar muatan kation maka semakin kecil jari-jari ion, namun semakin besar muatan anion maka semakin besar jari-jari ion.

    sistem periodik unsur atomJari-jari atom dan ion beberapa unsur dalam satuan pm(Sumber: Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill)

    Afinitas elektron

    Afinitas elektron adalah kuantitas perubahan energi ketika sebuah atom atau ion dalam fase gas menerima sebuah elektron. Jika kuantitas perubahan energi bertanda positif, terjadi penyerapan energi, sedangkan jika bertanda negatif, terjadi pelepasan energi. Semakin negatif nilai afinitas elektron, semakin besar kecenderungan atom atau ion menerima elektron (afinitas terhadap elektron semakin besar). Dalam satu golongan pada tabel periodik unsur, dari atas ke bawah, afinitas elektron cenderung semakin kecil, dengan banyak pengecualian. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, sampai golongan 7A, afinitas elektron cenderung semakin besar, dengan banyak pengecualian.

    afinitas elektronNilai afinitas elektron unsur-unsur golongan utama dalam satuan kJ/mol(Sumber: Gilbert, Thomas N. et al. 2012. Chemistry: The Science in Context (3rd edition). New York: W. W. Norton & Company, Inc.)

    Elektronegativitas

    Elektronegativitas adalah ukuran kemampuan suatu atom dalam sebuah molekul (keadaan berikatan) untuk menarik elektron kepadanya. Semakin besar elektronegativitas, semakin mudah atom tersebut menarik elektron kepadanya sendiri. Dalam satu golongan, dari atas ke bawah, elektronegativitas cenderung semakin kecil. Dalam satu periode, dari kiri ke kanan, elektronegativitas cenderung semakin besar.

    elektronegativitas sistem periodik unsurElektronegativitas dari unsur-unsur dalam skala Linus Pauling(Sumber: Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications (10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.)

    Sistem Periodik Unsur – ReferensiBrown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.– Chang, Raymond. 2010. Chemistry (10th edition). New York: McGraw Hill– Gilbert, Thomas N. et al. 2012. Chemistry: The Science in Context (3rd edition). New York: W. W. Norton & Company, Inc.– Petrucci, Ralph H. et al. 2011. General Chemistry: Principles and Modern Applications (10th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.– Purba, Michael. 2006. Kimia 1A untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga.– Silberberg, Martin S. 2009. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (5th edition). New York: McGraw Hill– Stacy, Angelica M. 2015. Living by Chemistry (2nd edition). New York: W.H. Freeman and Company– Tro, Nivaldo J. 2011. Introductory Chemistry (4th edition). Illinois: Pearson Prentice Hall.

    Judul Artikel: Sistem Periodik UnsurKontributor: Nirwan Susianto, S.Si.Alumni Kimia UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Sifat Koligatif Larutan
  • Hukum Faraday
  • Tata Nama Senyawa
  • SIMPLE KONSEP SISTEM PERIODIK UNSUR - KIMIA SMA KELAS 10 (SMARRT PLUS dan ONLINE CLASS)


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-periodik-unsur/

    Rabu, 09 Januari 2019

    ✅ Sistem Koloid Pengertian Jenis Sifat Pembuatan Contoh Koloid

    Pengertian Koloid

    Pengertian koloid adalah campuran heterogen dari dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat berukuran antara 1 hingga 1000 nm terdispersi (tersebar) merata dalam medium zat lain. Zat yang terdispersi sebagai partikel disebut fase terdispersi, sedangkan zat yang menjadi medium mendispersikan partikel disebut medium pendispersi.

    Secara makroskopis, koloid terlihat seperti larutan, di mana terbentuk campuran homogen dari zat terlarut dan pelarut. Namun, secara mikroskopis, terlihat seperti suspensi, yakni campuran heterogen di mana masing-masing komponen campuran cenderung saling memisah.

    Warna pada cat berasal dari warna pigmen yang sebenarnya tidak larut dalam air ataupun medium pelarut lainnya. Namun demikian, cat terlihat seperti campuran yang homogen layaknya larutan garam dan bukan seperti campuran heterogen layaknya campuran pasir dengan air. Hal ini terjadi sebagaimana cat merupakan sistem koloid dengan pigmen terdispersi dalam air atau medium pelarut cat lainnya.

    Jenis-jenis Koloid

    Sistem koloid dapat dikelompokkan berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersinya. Berdasarkan fase terdispersi, jenis koloid ada tiga, antara lain sol (fase tersispersi padat), emulsi (fase terdispersi cair), dan buih (fase terdispersi gas). Koloid dengan fase pendispersi gas disebut aerosol.

    Berdasarkan fase terdispersi dan pendispersinya, jenis koloid dapat dibagi menjadi 8 golongan seperti pada tabel berikut.

    Fase TerdispersiFase PendispersiJenis KoloidContoh KoloidCairGasAerosolKabut, awan, hair sprayPadatGasAerosolAsa, debu di udaraGasCairBuihBuih sabun, krim kocokCairCairEmulsiSusu, santan, mayonnaisePadatCairSolSol emas, tinta, cat, pasta gigiGasPadatBuih padatKaret busa, Styrofoam, batu apungCairPadatEmulsi padat (gel)Margarin, keju, jelly, mutiaraPadatPadatSol padatGelas berwarna, intan hitamSifat-sifat Koloid1. Efek Tyndall

    Ketika seberkas cahaya diarahkan kepada larutan, cahaya akan diteruskan. Namun, ketika berkas cahaya diarahkan kepada sistem koloid, cahaya akan dihamburkan. Efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid ini disebut efek Tyndall. Efek Tyndall dapat digunakan untuk membedakan sistem koloid dari larutan. Penghamburan cahaya ini terjadi karena ukuran partikel koloid hampir sama dengan panjang gelombang cahaya tampak (400 – 750 nm).

    eksperimen efek tyndall

    Eksperimen efek Tyndall: Cahaya diteruskan melalui larutan (kiri) tetapi dihamburkan oleh sistem koloid Fe2O3 (kanan).(Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.)

    2. Gerak Brown

    Secara mikroskopis, partikel-partikel koloid bergerak secara acak dengan jalur patah-patah (zig-zag) dalam medium pendispersi. Gerakan ini disebabkan oleh terjadinya tumbukan antara partikel koloid dengan medium pendispersi. Gerakan acak partikel ini disebut gerak Brown. Gerak Brown membantu menstabilkan partikel koloid sehingga tidak terjadi pemisahan antara partikel terdispersi dan medium pendispersi oleh pengaruh gaya gravitasi.

    Muatan koloida. Adsorpsi

    Partikel koloid dapat menyerap partikel-partikel lain yang bermuatan maupun tidak bermuatan pada bagian permukaannya. Peristiwa penyerapan partikel-partikel pada permukaan zat ini disebut adsorpsi. Partikel koloid dapat mengadsorpsi ion-ion dari medium pendispersinya sehingga partikel tersebut menjadi bermuatan listrik. Jenis muatannya bergantung pada muatan ion-ion yang diserap. Sebagai contoh, sol Fe(OH)3 dalam air bermuatan positif karena mengadsorpsi ion-ion positif, sedangkan sol As2S3 bermuatan negatif karena mengadsorpsi ion-ion negatif.

    b. Elektroforesis

    Partikel koloid dapat bergerak dalam medan listrik. Hal ini menunjukkan bahwa partikel koloid bermuatan listrik. Pergerakan partikel koloid dalam medan listrik di mana partikel bermuatan bergerak ke arah elektrode dengan muatan berlawanan ini disebut elektroforesis. Koloid bermuatan positif akan bergerak ke arah elektrode negatif, sedangkan koloid bermuatan negatif akan bergerak ke arah elektrode positif. Oleh karena itu, elektroforesis dapat digunakan untuk menentukan jenis muatan koloid dan juga untuk memisahkan partikel-partikel koloid berdasarkan ukuran partikel dan muatannya.

    4. Koagulasi

    Muatan listrik sejenis dari partikel-partikel koloid membantu menstabilkan sistem koloid. Jika muatan listrik tersebut hilang, partikel-partikel koloid akan menjadi tidak stabil dan bergabung membentuk gumpalan. Proses pembentukan gumpalan-gumpalan partikel ini disebut koagulasi. Setelah gumpalan-gumpalan ini menjadi cukup besar, gumpalan ini akhirnya akan mengendap akibat pengaruh gravitasi.  Koagulasi dapat dilakukan dengan empat cara, yaitu:

  • mekanik, yakni dengan pengadukan, pemanasan atau pendinginan;
  • menggunakan prinsip elektroforesis, di mana partikel-partikel koloid bermuatan negatif akan digumpalkan di elektrode positif dan partikel-partikel koloid bermuatan positif akan digumpalkan di elektrode negatif jika dialirkan arus listrik cukup lama;
  • menambahkan elektrolit, di mana ion positif dari elektrolit akan ditarik partikel koloid bermuatan negatif dan ion negatif dari elektrolit akan ditarik partikel koloid bermuatan positif sehingga partikel-partikel koloid dikelilingi oleh lapisan kedua yang memiliki muatan berlawanan dengan lapisan pertama. Apabila jarak antara kedua lapisan tersebut cukup dekat, muatan partikel koloid akan menjadi netral sehingga terjadilah koagulasi. Semakin besar muatan ion dari elektrolit, proses koagulasi semakin cepat dan efektif;
  • menambahkan koloid lain dengan muatan berlawanan, di mana kedua sistem koloid dengan muatan berlawanan akan saling tarik-menarik dan saling mengadsorpsi sehingga terjadi koagulasi.
  • Koagulasi dapat dicegah dengan penambahan koloid pelindung, yakni suatu koloid yang berfungsi menstabilkan partikel koloid yang terdispersi dengan membungkus partikel tersebut sehingga tidak dapat saling bergabung membentuk gumpalan.

    Pembuatan Koloid

    proses pembuatan koloid

    1. Pembuatan Koloid Dengan Cara Kondensasi

    Pada cara ini, partikel-partikel kecil (partikel larutan) bergabung menjadi partikel-partikel yang lebih besar (partikel koloid), yang dapat dilakukan melalui:

  • Reaksi redoks
  • Contoh: pembuatan sol belerang

    2H2S(g) + SO2(aq) → 3S(koloid) + 2H2O(l)

  • Hidrolisis
  • Contoh: pembuatan sol Fe(OH)3 dengan menambahkan larutan FeCl3 ke dalam air mendidih

    FeCl3(aq) + 3H2O(l) → Fe(OH)3(koloid) + 3HCl(aq)

  • Dekomposisi rangkap
  • Contoh: pembuatan sol AgCl

    AgNO3(aq) + HCl(aq) → AgCl(koloid) + HNO3(aq)

  • Penggantian pelarut
  • Contoh: bila larutan jenuh kalsium asetat dicampur dengan alkohol akan terbentuk suatu koloid berupa gel

    2. Pembuatan Koloid Dengan Cara Dispersi

    Pada cara ini, partikel-partikel besar (partikel suspensi) dipecah menjadi partikel-partikel yang lebih kecil (partikel koloid), yang dapat dilakukan melalui:

  • Cara mekanik
  • Pada cara ini, butiran-butiran kasar digerus ataupun digiling dengan penggiling koloid hingga tingkat kehalusan tertentu lalu diaduk dalam medium pendispersi. Contoh: sol belerang dapat dibuat dengan menggerus serbuk belerang bersama-sama dengan gula pasir, kemudian serbuk yang sudah halus tersebut dicampur dengan air.

  • Cara peptisasi
  • Pada cara ini, partikel-partikel besar dipecah dengan bantuan zat pemeptisasi (pemecah). Contoh: endapan Al(OH)3 dipeptisasi oleh AlCl3; endapan NiS oleh H2S; dan agar-agar dipeptisasi oleh air.

  • Cara busur Bredig
  • Cara ini digunakan untuk membuat sol-sol logam seperti Ag, Au, dan Pt. Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode yang dicelupkan dalam medium pendispersi lalu kedua ujung elektroda diberi loncatan listrik.

    Contoh Soal 1Contoh Soal 1

    Berikut ini yang termasuk sistem koloid, kecuali…

    a. styrofoamb. batu apungc. tintad. alkohol 70%e. margarin

    Jawab:

    d. alkohol 70%

    Alkohol 70% merupakan larutan, bukan sistem koloid.

    Contoh Soal 2

    Dispersi zat padat dalam zat cair disebut…

    a. solb. aerosolc. emulsid. emulsi padate. buih padat

    Jawab:

    a. sol

    Sol adalah koloid dengan fase terdispersi padat dan fase pendispersi cair.

    Referensi

    Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas XI Jilid 2. Jakarta: EsisKotz, John C., Treichel, Paul M., & Townsend, John R. 2012. Chemistry & Chemical Reactivity (8th edition). California: Brooks/ColePashley, Richard M. & Karaman, Marilyn E. 2004. Applied Colloid and Surface Chemistry. Chichester: John Wiley & Sons, Ltd.Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.Purba, Michael. 2006. Kimia 2B untuk SMA Kelas XI. Jakarta: ErlanggaRetnowati, Priscilla. 2005. SeribuPena Kimia SMA Kelas XI Jilid 2. Jakarta: ErlanggaSilberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (7th edition). New York: McGraw-Hill Education

    Artikel: Sistem Koloid – Pengertian, Jenis, Contoh, Sifat, dan Pembuatan KoloidKontributor: Nirwan Susianto, S.Si.Alumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Teori Atom
  • Laju Reaksi
  • Larutan Penyangga
  • Apa itu Koloid


    Source : https://www.studiobelajar.com/koloid/

    Selasa, 01 Januari 2019

    ✔ Sistem Persamaan Linear Dua Tiga Variabel Contoh Soal

    Sistem persamaan linear adalah persamaan-persamaan linear yang dikorelasikan untuk membentuk suatu sistem. Sistem persamaannya bisa terdiri dari satu variabel, dua variabel atau lebih. Dalam bahasan ini, kita hanya membahas sistem persamaan linear dengan dua dan tiga variabel.

    Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV)

    Sistem persamaan linear dua variabel adalah sistem persamaan linear yang terdiri dari dua persamaan dimana masing-masing persamaan memiliki dua variabel. Contoh SPLDV dengan variabel x dan y:

    \begin{cases}ax+by=c \\ px-qy=r \end{cases}

    dimana a, b, c, p, q, dan r adalah bilangan-bilangan real.

    Penyelesaian SPLDV

    Penyelesaian SP:DV bertujuan untuk menentukan nilai yang memenuhi kedua persamaan yang ada pada SPLDV. Penyelesaian SPLDV terdapat beberapa cara, yaitu:

    Metode grafik

    Pada metode grafik ini, langkah-langkah yang dilakukan pertama adalah menentukan grafik garis dari masing-masing persamaan kemudian menentukan titik potong dari kedua garis. Titik potong dari kedua garis tersebut adalah penyelesaian dari SPLDV.

    Contoh Soal:Tentukah penyelesaian dari SPLDV berikut:

    \begin{cases}-x+y=1 \\ x+y=5 \end{cases}

    Jawab:Langkah pertama tentukan garis dari masing-masing persamaan.

    grafik sistem persamaan linear

    Setelah diperoleh grafik dari kedua persamaan, sekarang menentukan titik potong dari kedua garis dan menentukan koordinat dari titik potong tesebut.

    spldv spltv

    Dari grafik sistem persamaan linear diatas diperoleh titik potong dengan koordinat (2, 3), sehingga penyelesaian dari SPLDV adalah 2, 3.

    Untuk membuktikan penyelesaian dari SPLDV, penyelesaian tersebut kita subtitusikan ke persamaan dengan x=2 dan y=3.

    \begin{cases} -(2) + (3) = 1 \\ 2+3=5 \end{cases}

    Pada metode grafik ini, terdapat beberapa jenis himpunan penyelesaian berdasarkan grafik persamaan, yaitu:

  • Jika kedua garis berpotongan, maka perpotonga kedua garis adalah penyelesaian dari SPLDV dan memiliki satu penyelesaian.
  • Jika kedua garis sejajar, maka SPLDV tidak memiliki penyelesaian
  • Jika kedua garis saling berhimpit, maka SPLDV memiliki tak berhingga himpunan penyelesaian.
  • Metode eliminasi

    Pada metode eliminasi ini, menentukan penyelesaian dari variabel x dengan cara mengeliminasi variabel y, dan untuk menentukan penyelesaian variabel y dengan cara mengeliminasi variabel x.

    Contoh Soal:Tentukah penyelesaian dari sistem persamaan linear dua variabel berikut:

    \begin{cases} -x +y=1 \cdots (I) \\ x+y=5 \cdots (II) \end{cases}

    Jawab:Pertama menentukan penyelesaian dari variabel x.

    Mengeliminasi variabel y dapat dilakukan dengan mengurangi persamaan I dengan persamaan II.

    Diperoleh persamaan akhir -2x = -4, bagi kedua ruas dengan -2, diperoleh penyelesaian x=2.

    Kedua menentukan penyelesaian dari variabel x

    Mengeliminasi variabel x dapat dilakukan dengan menjumlahkan persamaan I dengan persamaan II.

    Diperoleh persamaan akhir 2y=6, bagi kedua ruas dengan 2, diperoleh penyelesaian y=3

    Sehingga himpunan penyelesaian dari SPLDV tersebut adalah (2, 3).

    Metode substitusi

    Pada metode substitusi, langkah pertama yang dilakukan adalah mengubah salah satu persamaan menjadi persamaan fungsi, yaitu x sebagai fungsi dari y atau y sebagai fungsi dari x. Kemudian subtitusikan x atau y pada persamaan yang lain.

    Contoh Soal:Tentukah penyelesaian dari SPLDV berikut:

    \begin{cases} -x+y=1 \cdots (I) \\ x+y=5 \cdots (II) \end{cases}

    Jawab:Ubah persamaan (I) menjadi bentuk fungsi -x+y=1 dengan memindahkan variabel x ke ruas kanan menjadi y=1+x.

    Kemudian persamaan fungsi y disubtitusikan pada persamaan (II), menjadi x+(1+x)=5. Diperoleh persamaan 2x+1=5 dan kurangi masing-masing ruas dengan 1, menjadi 2x-4. Kemudian bagi kedua ruas dengan 2 menjadi x=2. Hasil variabel x disubtitusikan pada salah satu persamaan awal, misal pada persamaan (I), menjadi -(2)=y=1, jadi y=1+2 atau y=3.

    Sehingga himpunan penyelesaian sistem persamaan linear dua variabel nya adalah (2, 3).

    Metode eliminasi-subtitusi

    Metode ini adalah gabungan dari metode eliminasi dan subtitusi. Pertama eliminasi salah satu variabel, kemudian penyelesaian dari variabel yang diperoleh disubtitusikan pada salah satu persamaan.

    Coba kerjakan soal di atas dengan menggunakan metode eliminasi-substitusi.

    Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (SPLTV)

    Sistem persamaan linear tiga variabel adalah sistem persamaan yang terdiri dari tiga persamaan dimana masing-masing persamaan memiliki tiga variabel. Contoh SPLTV dengan variabel x, y dan z:

    \begin{cases} a_1x_1+b_1y_1+c_1z_1=d_1 \\ a_2x_2+b_2y_2+c_2z_2=d_2 \\ a_3x_3+b_3y_3+c_3z_3=d_3 \end{cases}

    dimana a, b, c dan d adalah bilangan-bilangan real.

    Pada SPLTV terdapat 2 cara penyelesaian, yaitu:

  • Metode Subtitusi
  • Langkah yang dilakukan pada metode ini yaitu:

  • Ubah salah satu persamaan yang ada pada sistem dan nyatakan x sebagai fungsi dari y dan z, atau y sebagai fungsi dari x dan z, atau z sebagai fungsi dari x dan y..
  • Subtitusikan fungsi x atau y atau z dari langkah pertama pada dua persamaan yang lain, sehingga diperoleh SPLDV.
  • Selesaikan SPLDV yang diperoleh dengan metode yang dibahas pada penyelesaian SPLDV di atas.
  • Contoh Soal:Tentukan penyelesaian dari sistem persamaan linear tiga variabel berikut:

    \begin{cases} x-2y+z=6 \cdots (I) \\ 3x+y-2z=4 \cdots (II) \\ 7x-6y-z=10 \cdots (III) \end{cases}.

    Jawab:

    Langkah pertama, nyatakan persamaan (I) menjadi fungsi dari x, yaitu: x-2y+z=6 \Rightarrow x=6+2y-z. Kemudian subtitusikan pada persamaan (II) dan (III), menjadi

    Persamaan (II): 3(6+2y-z)+y-2z=4

    Selesaikan, didapat: 7y-5z=-14 \cdots (IV)

    Persamaan (III): 7(6+2y-z)-6y-z=10

    Selesaikan, didapat: 8y-8z=-32 atau y-z=-4 \cdots (V).

    Persamaan (IV) dan (V) membentuk SPLDV

    Dari persamaan (V), y-z=-4 \Leftrightarrow y=z-4, kemudian disubtitusikan pada persamaan (IV), menjadi:

    7(z-4)-5z=-14

    7z-28-5z=-14

    2z=14 \newline \newline z=7

    Kemudian subtitusikan y=7 pada persamaan y=z-4 diperolehy=7-4 atau y=3.

    Subtitusikan z=7 dan z=3 pada persamaan x=6+2y-z, menjadi x=6+2(3)-7, diperoleh x=5.

    Sehingga himpunan penyelesaian adalah \{3, 5, 7 \}

  • Metode Eliminasi
  • Langkah penyelesaian pada metode eliminasi yaitu:

  • Eliminasi salah satu variabel sehingga diperoleh SPLDV
  • Selesaikan SPLDV yang diperoleh dengan langkah seperti pada penyelesaian SPLDV yang telah dibahas
  • Subtitusikan variabel yang telah diperoleh pada persamaan yang ada.
  • Sekarang coba kamu selesaikan contoh soal sistem persamaan linear tiga variabel di atas dengan menggunakan metode eliminasi!

    Kontributor: Fikri Khoirur Rizal A.Q.Alumni Teknik Elektro FT UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Induksi Matematika
  • Persamaan Kuadrat
  • Permutasi dan Kombinasi
  • Sistem Persamaan Linear Tiga Variabel (Eliminasi-Substitusi)


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-persamaan-linear/