Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pengertian. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2019

➤ Teks Eksposisi Pengertian Ciri Struktur Jenis Kebahasaan Contoh

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang menerangkan suatu pokok persoalan yang dapat memperluas wawasan pembaca. Untuk mempertegas masalah yang disampaikan, biasanya dilengkapi dengan gambar dan data statistik. Tujuannya, agar pembaca mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Contohnya:

Sementara itu, Sri Handayani mengungkapkan, anggaran pendidikan yang disiapkan Pemprov NAD dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2002 tergolong besar, yaitu sebesar Rp 1,57 triliun. Di pihak lain, ia menyoroti kecilnya anggaran yang disiapkan Pemprov NAD untuk masalah ketenagakerjaan yang hanya 0,1 persen atau sebesar RP 2,3 Miliar.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Seperti halnya jenis teks yang lain, teks eksposisi juga memiliki beberapa ciri, antara lain:

  • Bersifat objektif pada pembahasan persoalan dan tidak menggunakan kata atau frasa yang bersifat menarik emosional pembaca sehingga tidak memihak kepada pihak apapun.
  • Bersifat informatif. Artinya, setelah dibaca, pembaca merasa mendapatkan informasi tambahan.
  • Teks memuat fakta. Fakta dapat berisi data berupa angka, misalnya “…tingkat kasus trafficking selama sedekade terakhir…”
  • Menggunakan bahasa baku dengan ragam laras ilmiah dan gaya bahasa yang lugas. Selain itu, tanda baca dan ejaan juga sangat diperhatikan yang ditulis berdasarkan PUEBI.
  • Struktur Teks Eksposisi

    Teks eksposisi memliki struktur tersendiri yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan ulang (reiteration). Dalam soal, pada umumnya, akan disajikan potongan paragraf dan peserta didik diminta untuk mengidentifikasikannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konesep dari ketiga komponen struktur tersebut.

    1. Pernyataan pendapat atau tesis

    Bagian ini berada pada bagian awal teks yang berisi topik yang diangkat oleh penulis. Selain itu, opini dari penulis juga termasuk di dalamnya. Opini ini membuat pembaca untuk memosisikan  diri apakah pro ataupun kontra.

    2. Argumentasi

    Setelah topik diangkat melalui opini, bagian selanjutnya ialah bagaimana opini tersebut didukung dengan argumentasi berdasarkan data dan fakta yang kuat, serta sistematis. Semakin ilmiah data yang diberikan dan dengan penjelasan yang runtun, semakin baik kualitas dari tulisan. Karena itu, bagian ini pada umumnya lebih dari satu paragraf sebab selain data dan fakta, beberapa jenis teks eksposisi memberikan penyajian contoh beserta alasan.

    3. Penegasan ulang

    Bagian ini berada pada paragraf akhir sehingga disebut juga sebagai penutup atau kesimpulan. Tesis disebutkan, tetapi biasanya tidak secara langsung, yaitu dengan menggunakan kata rujukan, seperti “…Pada akhirnya, persoalan tersebut masih menjadi perdebatan…”. Kata tersebut merujuk apa yang diangkat pada bagian tesis.

    Jenis-Jenis Teks Eksposisi

    Berdasarkan pola pengembangan paragrafnya, teks eksposisi terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain.

    1. Eksposisi Definisi

    Ekpsosisi ini menjelaskan topik tertentu secara definitif, yaitu memberi penjelasan dengan batasan makna. Contohnya,

    Globalisasi adalah proses ketika dunia menjadi semakin saling terhubung sebagai hasil dari peningkatan perdagangan dan pertukaran budaya secara masif. Globalisasi telah meningkatkan produksi barang dan jasa. Perusahaan yang dimaksud bukan lagi perusahaan nasional tetapi perusahaan multinasional dengan anak perusahaan di banyak negara.

    2. Eksposisi Proses

    Eksposisi yang memaparkan langkah-langkah atau cara melakukan sesuatu atau dalam pembuatan hal tertentu. Contohnya,

    Ketika seseorang menulis teks eksposisi, langkah awalnya adalah menentukan topik yang kemudian dituangkan ke dalam judul. Setelah itu, pernyataan penulis berdasarkan fakta dituangkan ke dalam bagain tesis, yang di dalamnya juga terdapat posisi penulis apakah pro ataukah kontra.

    3. Eksposisi Ilustrasi

    Eksposisi ini bertujuan untuk memberikan gambaran atas suatu ide nyata agar pembaca dapat memahami dengan baik. Penggambaran ini melihat kesamaan sifat dari topik yang satu ke topik yang lain dengan ciri-ciri biasanya terdapat konjungsi seperti atau bagaikan , dan nomina ibarat. Contohnya,

    Salah satu tanda pemanasan global adalah peningkatan suhu udara di bumi. Pada suatu kondisi tertentu, suhu udara di bumi diibaratkan pemanasan mesin kendaraan bermotor. Dampak pemanasan global dapat dirasakan dengan panasnya udara di sekitar kita. Udara yang pada umumnya dirasakan biasa, kini sudah melampaui batas normal. Hal itu seperti halnya mesin motor yang memanas karena dikendarai secara terus-menerus.

    4. Eksposisi Pertentangan

    Eksposisi ini berisi topik yang dijelaskan dari sisi kontradiksi, yang biasanya berhubungan dengan topik yang lain. Ciri-ciri eksposisi pertentangan terletak dari penggunaan konjungsi intrakalimat, seperti tetapi dan sedangkan, ataupun konjungsi antarkalimat, seperti akan tetapi, meskipun demikian, namun, sebaliknya. Contohnya,

    Terdapat keunikan yang sangat menarik dari planet Merkurius. Lama rotasi dan revolusi planet ini berbanding terbalik.  Untuk berevolusi mengitari matahari, Merkurius membutuhkan waktu selama 88 hari. Sebaliknya, untuk berputar pada porosnya, 59 hari adalah waktu yang dibutuhkan oleh planet Merkurius. Perbedaannya sangat mencolok dengan bumi yang hanya membutuhkan waktu 1 hari.

    5. Eksposisi Perbandingan

    Membandingkan antara satu dengan yang lain menjadi ciri dari teks eksposisi ini. Dengan cara demikian, pembahasan suatu persoalan akan lebih jelas daripada hanya dengan berfokus pada persoalan itu sendiri. Contoh:

    Pemerintah telah menyediakan listrik dengan tarif murah. Setiap orang dapat menjadi pelanggan listrik dengan tidak banyak mengeluarkan biaya. Sementara itu, petromaks memerlukan perawatan yang lebih cermat dan banyak menggunakan bahan bakar bila dibandingkan dengan sebuah tenaga pembangkit listrik. Petromaks hanya dapat menghasilkan sebuah sumber terang dan hanya bermanfaat untuk penerangan. Dengan sebuah pembangkit tenaga listrik dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan watt listrik’ dan bukan hanya dipergunakan untuk penerangan, tetapi juga untuk keperluan-keperluan lain. Listrik terdapat di kota-kota. Petromaks biasanya dipergunakan di tempat-tempat yang tidak ada listrik atau di desa-desa.

    6. Eksposisi Klasifikasi

    Eksposisi ini berfungsi untuk mengelompokkan atau membagi sesuatu ke dalam golongan tertentu. Terdapat dua pola: menyeragamkan ke dalam satu kelompok atau memisahkan ke kelompok lain. Oleh karena itu, dalam membuat teks eksposisi ini dibutuhkan dasar pengklasifikasian yang jelas. Contoh:

    Jurusan sastra Indonesia di Universitas Indonesia terbagi menjadi tiga: linguistik, sastra, dan filologi. Meskipun ketiganya sama-sama mempelajari bahasa Indonesia, perbedaan terletak dari penggolongan minat para mahasiswa. Linguistik menjadi peminatan bagi mahasiswa yang fokus terhadap ilmu tata bahasa. Sementara itu, mahasiswa, yang menaruh perhatian utama pada seni yang mediumnya bahasa, menempatkan sastra sebagai peminatan. Filologi dikhususkan untuk para mahasiswa yang ingin menelusuri bahasa Indonesia klasik yang dipelajari dari naskah-naskah kuno.

    7. Eksposisi Berita

    Ekposisi ini berisi informasi yang biasanya terdapat pada media massa yang bersifat aktual dan faktual. Informasi yang diangkat berupa peristiwa-peristiwa tertentu. Contoh:

    Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. Manik Margamahendra, menjadi sorotan public setelah aksinya menyatakan secara lantang bahwa DPR adalah singkatan dari “Dewan Penghianat Rakyat”. Aksinya tersebut dilontari dari bentuk protesnya yang mewakili suara para mahasiswa Indonesia yang menolak RKUHAP.

    8. Eksposisi Analisis

    Eksposisi ini berisi pengamatan yang mendalam lalu pada bagian argumentasi dibahas secara bertahap. Contohnya,

    Saya meyakini bahwa adanya pelbagai lembaga bimbingan belajar merupakan bentuk dari gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Pertama, tak sedikit peserta didik yang kalah bersaing dengan para peserta didik lain yang mengikuti bimbel yang dilihat dari segi nilai pada tiap-tiap mata pelajaran yang diampuh.

    Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

    Teks eksposisi memiliki ciri khas tata kebahasaan yang dapat diidentifikasi dari mulai kata hingga kalimat apa yang dipakai. Terdapat 6 kaidah kebahasaan teks eksposisi, antara lain:

  • Menyatakan dan menjelaskan pendapat.Misalnya, “Minum air putih adalah salah satu yang paling esensial di alam tubuh. Hal ini disebabkan selain 2/3 dari tubuh kita adalah air, air juga dapat memenersihkan tubuh dari racun dan menyumbang nutrisi penting ke sel-sel tubuh”
  • Memuat fakta, yang bersumber dari penelitian, yang diperlukan data untuk menyajikan informasi.Misalnya, “Setelah makan berat, biasanya seseorang akan mengonsumsi kudapan ataupun camilan. Hal ini sebenarnya, menurut penelitian di National Institute of Health, bukanlah sebuah kebiasaan buruk, bahkan sebaliknya, sebab dapat menjaga keseimbangan gula dalam tubuh menjelang jadwal makan berat selanjutnya.”
  • Penegasan pendapat berada di bagian penutup, yang bersifat objektif dengan ragam ilmiah dan kalimat efektif.Misalnya, “Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, dari penjabaran tersebut dapat dikatakan bahwa kalori yang dikandung oleh makanan cepat saji sangat sedikit, sedangkan efeknya sangat buruk bagi kesehatan.”
  • Penggunaan pronomina atau kata ganti. Pronomina adalah kelas kata yang berfungsi untuk mengganti nomina (kata benda) atau frasa nomina.Misal, Ibu sudah pulang ke rumah. Dia sebelumnya telah pergi ke pasar. Kata dia termasuk pronomina dan berfungsi mengganti kata ibu yang merupakan nomina. Pronomina terbagi menjadi dua: pronomina persona dan pronomina nonpersona. Pronomina persona terdiri atas tunggal dan jamak. Berdasarkan sudut pandangnya, pronomina persona terbagi menjadi pronomina orang pertama, kedua, dan ketiga. Sementara itu, pronomina nonpersona, yang digunakan untuk penunjuk (ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si) dan penanya.
  • Penggunaan leksikal.Leksikal adalah salah satu jenis kata yang menunjukkan nomina kata benda, verba kata kerja, adjektiva kata sifat, dan kata keterangan adverbia. Nomina atau kata benda adalah kelas kata dari nama seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, misalnya kebersihan, peraturan, papan tulis, penandatanganan, dsb. Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu perbuatan, keberadaan, atau pekerjaan, misalnya bernapas, melompat, menyatakan, mengemukakan, dsb. Adjektiva adalah kata yang menerangkan keadaan atau sifat, misalnya baik hati, suci, bersih, alim, diam, dsb.
  • Penggunaan konjungsi.Konjungsi atau kata hubung dalam teks eksposisi berfungsi agar argument penulis dapat diperkuat. Misalnya, Seni Didong merupakan salah satu seni tradisi lisan asal masyarakat Gayo, Aceh, yang seyogyanya dilestarikan oleh generasi muda bangsa karena sudah semakin tergerus dengan perkembangan teknologi. Kata yang pada kalimat ini merupakan konjungsi yang berperan sebagai penguat argumen akan kondisi Didong saat ini. Begitu pun kata karena yang berfungsi sebagai penanda alasan kenapa Didong perlu dilestarikan.
  • Contoh Teks EksposisiContoh Teks Eksposisi 1 (Tentang Kesehatan)Pentingnya Meminum Air Putih untuk Kesehatan Tubuhcontoh teks eksposisi tentang kesehatan

    Sumber gambar: pxhere

    Tesis: Salah satu hal yang paling fundamental dalam menjaga kesehatan tubuh adalah meminum air putih sebab banyak manfaat yang diperoleh untuk tubuh.  Meminum air putih sanggup membersihkan segala bentuk toksin dari tubuh , serta memberikan nutrisi pentih ke dalam sel-sel tubuh. Dengan begini, pencernaan terbantu dan tubuh terjaga dari dehidrasi.

    Alasan: Bagian ini termasuk tesis sebab penulis menyatakan posisinya bahwa penting mengonsumsi air putih karena mengandung banyak manfaat.

    Argumen Rata-rata sebanyak delapan gelas air dibutuhkan tubuh per harinya. Tidak hanya sanggup membersihkan tubuh dari unsur-unsur kontaminan, air juga sanggup mengisi tubuh tanpa menambah kalori. Menjaga keseimbangan minum air setelah makan akan membantu dalam proses penurunan badan lebih cepat. Selain itu, minum air putih tiap hari dapat meningkatkan fungsi ginjal. Pada hal ini, ginjal membantu pencernaan dan mempercepat cara tubuh memproses makanan, serta metabolisme tubuh.

    Alasan: Pentingnya mengonsumsi air putih secara rutin diperjelas dengan berbagai alasan.

    Penegasan ulang: Membuat target minum air putih sebanyak delapan hari secara rutin adalah sebuah keharusan sebab banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Selalu bawa air saat mengendari mobil, menonton televisi, meringkuk dengan buku, atau duduk di luar bersama rekan atau kerabat. Dengan begitu, air putih akan terasa banyak manfaatnya di dalam hidup.

    Alasan: Penegasan kembali terletak pada kalimat akhir yang menyatakan air putih banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh Teks Eksposisi 2 (Tentang Pendidikan)Pentingnya Bahasa Inggris

    Tesis: Waktu luang yang dihabiskan hanya untuk menonton televisi sama dengan menghabiskan waktu berharga yang lebih baik dapat dihabiskan dalam kegiatan yang bermanfaat dan sehat, seperti berolahraga atau membaca. Selain itu, hanya menonton televisi juga berarti menghabiskan waktu yang seharusnya dapat digunakan bersama keluarga. Selain itu, dibandingkan dengan hanya menonton televisi, banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti bersosialisasi dengan lingkungan sekitar ataupun melakukan hobi.

    Alasan: Penulis memosisikan  dirinya dengan asumsi bahwa waktu luang yang digunakan untuk menonton telvisi adalah kegiatan yang sia-sia.

    Argumen: Televisi adalah salah satu media yang efektif, yang digunakan untuk menyebarkan segala bentuk produk. Anak-anak yang menonton televisi tanpa adanya pengawasan menyebabkan pengaruh yang buruk, seperti adegan-adegan dewasa ataupun iklan-iklan yang dapat menjadikan seseorang untuk menjadi konsumtif. Iklan dan film cerita yang disajikan dengan menarik sangat memengaruhi pikiran sehingga memengaruhi perilaku seseorang, terlebih anak-anak.

    Alasan: Penulis menjelaskan bahwa televisi mengandung pengaruh yang buruk yang mendukung tesisnya.

    Penegasan Kembali: Televisi adalah salah satu sarana rekreasi, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat merusak kesehatan fisik dan mental seseorang. Waktu luang sangat berharga, jika hanya dihabiskan untuk menonton televisi hanya akan berujung pada hal yang sia-sia dan tidak menguntungkan pada masa yang akan datang. .

    Alasan: Penulis menegaskan kembali efek negatif dari menonton televisi, seperti halnya pada bagian tesis.

    Kontributor: Adip Prasetyo, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Jenis-jenis Majas
  • Unsur Intrinsik Cerpen
  • Kalimat Majemuk
  • Teks Eksposisi : Pengertian,Ciri-ciri,Metode,Struktur,Contoh


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-eksposisi/

    ✔ Teks Eksplanasi Pengertian Ciri Struktur Kaidah Kebahasaan Contoh

    Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena, baik itu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi berisi fakta yang dapat menjawab pertanyaan tentang “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi.

    Oleh sebab itu, tujuan utama teks eksplanasi adalah untuk memaparkan proses dan sebab terjadinya suatu fenomena. Penjelasan yang dipaparkan dalam teks eksplanasi berdasarkan bidang keilmuan (bersifat ilmiah) yang mengacu pada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.

    Struktur teks eksplanasi

    Teks eksplanasi tersusun atas suatu struktur yang memudahkan kita dalam memahami isi teks. Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

  • Pernyataan umum
  • Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik yang dapat berupa definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam terjadi.

  • Deretan penjelas
  • Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga mencakup akibat dan dampak yang ditimbulkan.

  • Interpretasi
  • Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu yang lebih luas dan menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang menyertainya.

  • Simpulan
  • Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.

    Ciri-ciri Teks Eksplanasi

    Pembahasan dalam teks eksplanasi menggunakan konteks ilmiah melalui pemaparan sejarah, definisi, klasifikasi, dan kebiasaan. Informasi tersebut dapat berupa fakta-fakta empiris, data statistik, dan rangkaian peristiwa yang menjelaskan korelasi antaraspek dan antarperistiwa dalam teks. Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks lainnya.

    Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat berupa sejarah, klasifikasi, atau definisi.

    Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.

    Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan didukung teori yang relevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid.

    Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan fakta berdasarkan bidang keilmuan.

    Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui jangka waktu yang panjang.

    Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

    Teks eksplanasi menjelaskan secara ilmiah proses dan sebab terjadinya suatu fenomena dengan menggunakan ragam bahasa baku yang bersifat universal. Pemaparan informasi dalam teks eksplanasi mudah dimengerti pembaca umum atau tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Oleh sebab itu, penulisan dan penggunaan kata dalam teks eksplanasi harus sesuai dengan PUEBI. Berikut ciri kaidah kebahasaan teks eksplanasi.

    Kata ini digunakan untuk menjelaskan definisi kata, istilah, atau konsep yang berkaitan dengan suatu fenomena. Misalnya, merupakan dalam kalimat Indonesia merupakan negara kepulauan.

    Kata ini kerap digunakan pada bagian deretan penjelas, sebab bertujuan menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (fenomena) berperan sebagai tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwa tertentu.

    Konjungsi yang digunakan menjelaskan hubungan sebab akibat dan hubungan kronologi terjadinya suatu fenomena. Misalnya, jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.

    Kata ini digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu fenomena.

    Istilah ilmiah yang sesuai konteks kerap digunakan untuk memperjelas definisi, hubungan sebab akibat, ataupun kronologi terjadinya suatu fenomena.

    Subjek yang dijelaskan menggunakan kata ganti benda (nonpersona), seperti itu, ini, dan tersebut. Teks eksplanasi juga hanya fokus pada hal umum, seperti gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.

    Menulis Teks Eksplanasi

    Dalam membuat teks eksplanasi, kita dapat menggunakan dua pola pengembangan, yaitu pola pengembangan sebab akibat dan pola pengembangan proses. Berikut langkah-langkah menulis teks eksplanasi.

  • Menentukan topik yang menarik
  • Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin kamu sajikan. Misalnya proses terjadinya pasang surut air laut.

  • Membuat rancangan kerangka/teks
  • Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

  • Mengumpulkan referensi
  • Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran rangkaian kejadian.

  • Mengembangkan teks
  • Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.

  • Menyunting teks
  • Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada kalimat yang tidak sesuai atau kesalahan dalam penulisan.

    Contoh Teks EksplanasiContoh Teks Eksplanasi 1 dan Pembahasan

    Bacalah contoh teks eksplanasi berikut untuk memudahkanmu dalam memahami karakteristik teks eksplanasi.

    Candi Borobudurcontoh teks eksplanasi tentang candi borobudur

    Sumber gambar: lonelyplanet.com

    Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa. Candi ini dibangun pada tahun 824 M, yaitu masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Kini, Candi Borobudur menjadi tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara seperti China, India, Tibet, dan Kamboja.

    Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha. Selain itu, ada pula 2672 panel relief yang jika disusun berjajar bisa mencapai 6 km.

    Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran. Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Kemudian dengan bantuan UNESCO, restorasi kedua dilaksanakan pada bulan Agusutus 1913 sampai tahun 1983. Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.

    Dapatkah kamu memahami dan mengidentifikasi isi teks tersebut? Mengapa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksplanasi? Teks tersebut termasuk teks eksplanasi karena menjelaskan suatu peristiwa, yaitu terbentuknya Candi Borobudur. Berikut penjelasannya berdasarkan struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi.

    Berdasarkan strukturnya, teks eksplanasi diawali dengan pernyataan umum. Pada teks tersebut, di awal paragraf dijelaskan secara umum mengenai Candi Borobudur.

    “Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa.”

    Kemudian, teks dilanjutkan dengan deretan penjelas yang berisi perincian bentuk dan hal yang terjadi pada Candi Borobudur.

    “Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”

    “Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran.”

    Teks pun ditutup dengan bagian interpretasi/penafsiran dan simpulan dari pertanyaan utama, yaitu mengapa Candi Borobudur menjadi warisan dunia.

    “Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.”

  • Ciri-ciri teks eksplanasi
  • Fenomena yang dijelaskan dalam teks tersebut berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta tentang terbentuknya suatu candi yang megah sejak ratusan tahun lalu. Teks tersebut juga bersifat logis atau masuk akal dan objektif dengan didukung teori yang relevan. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterangan waktu dan tempat.

    “Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”

    “Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910.”

    Teks tersebut juga memaparkan suatu fenomena berdarkan fakta dengan tujuan menambah pengetahuan pembaca. Fenomena tersebut juga terjadi secara alami dan melalui jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, teks tersebut tidak berusaha memengaruhi pembaca dan menjelaskan suatu proses yang alami.

    Contoh Teks Eksplanasi 2

    Bacalah teks berikut dan jelaskan mengapa teks tersebut merupakan teks eksplanasi dengan menganalisis ciri-ciri dan strukturnya.

    Fluktuasi Industri Batik Indonesia

    Industri batik di Indonesia tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis batik, seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta, dan batik Cirebon. Setiap batik di daerah tersebut memiliki kekhasan motif masing-masing. Misalnya, batik Pekalongan dikenal dengan motif flora dan fauna yang berwarna-warni, serta desainnya tidak terpaku dengan pakem, seperti pada batik Solo dan Yogyakarta.

    Saat ini, industri batik mengalami fluktuasi. Tidak ada industri batik yang dapat bertahan secara terus menerus. Walaupun sempat maju dan berkembang pesat pada tahun1970-an, beberapa industri batik di Jawa mengalami penurunan produksi. Di Yogyakarta misalnya, unit usaha batik tersisa 400 dari yang sebelumnya 1.200 unit. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Gunug Kidul, unit usaha batik tulis hanya tersisa 8 unit dari sebelumnya mencapai 107 unit. Akan tetapi, situasi industri batik Pekalongan menunjukkan kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Terdapat 1.719 unit usaha batik yang tersebar di tiga kecamatan.

    Permasalahan yang dihadapi industri batik di antaranya adalah perkembangan teknologi tekstil yang semakin pesat. Selain itu, kurangnya bahan baku juga ikut memengaruhi produksi batik. Pengusaha batik harus mengimpor bahan baku yang dibutuhkan sehingga biaya produksi jadi meningkat. Peningkatan biaya produksi tersebut berdampak pula pada peningkatan harga jual, sehingga pengusaha terpaksa mengurangi jumlah produksi.

    Artikel: Teks Eksplanasi – Pengertian, Ciri, Struktur, & ContohKontributor: “Kontributor: Nidia Rahma, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Penulisan Daftar Pustaka
  • Macam-macam Majas
  • Unsur Intrinsik Cerpen
  • Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Kaidah kebahasaan, Contoh Teks Eksplanasi


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-eksplanasi/

    Sabtu, 26 Januari 2019

    ➥ Teks Prosedur Pengertian Ciri Struktur Contoh Sederhana Kompleks

    Pengertian teks prosedur

    Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Teks ini diklarifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu teks yang memuat cara penggunaan alat, benda, atau sejenisnya, teks yang memuat cara melakukan suatu aktivitas, dan teks yang berisi kebiasaan atau sifat tertentu.Teks prosedur bertujuan untuk membantu seseorang memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat.

    Ciri-ciri Teks Prosedur

    Teks prosedur dapat dengan mudah dibedakan dengan jenis teks lainnya. Berikut merupakan ciri-ciri teks prosedur:

  • Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf.
  • Teks prosedur umumnya berbentuk poin-poin yang berisikan langkah-langkah kegitan. Setiap poin berkaitan dan menunjukan urutan langkah yang harus dilakukan. Namun, ada pula teks prosedur yang berbentuk paragraf dan tidak menggunakan angka sebagai urutan. Teks ini terkadang dapat menyerupai teks narasi karena menggunakan konjungsi temporal.

  • Menggunakan kalimat saran dan larangan.
  • Kalimat saran dalam teks prosedur bertujuan untuk mengarahkan seseorang melakukan sesuatu agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Begitupula dengan kalimat larangan, yaitu agar seseorang tidak melakukan langkah yang salah.

  • Disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail
  • Teks prosedur berisi langkah-langkah yang sistematis dan runut. Setiap langkah juga dijelaskan secara detail agar pembaca dapat memahami langkah yang akan dilakukan.

  • Berisi informasi yang bersifat objektif.
  • Tek prosedur berisi informasi yang bermanfaat untuk semua orang. Informasi yang disampaikan juga bersifat objektif, berdasarkan percobaan, atau analisis, bukan khayalan penulis.

  • Terdapat bilangan urutan atau angka yang menunjukan urutan/langkah prosedur.
  • Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa teks prosedur dibuat menggunakan tahapan. Umumnya ditulis menggunakan angka, tetapi untuk teks yang berupa paragraf akan terdapat urutan langkah yang ditunjukkan dengan kata seperti, pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

    Kaidah kebahasaan Teks Prosedur
  • Menggunakan kata kerja perintah (imperatif).
  • Kata kerja imperatif merupakan kata kerja yang dibentuk dengan akhiran –kan, -i, dan partikel –lah. Kalimat ini digunakan untuk meminta atau melarang seseorang untuk dan tidak melakukan suatu hal. Contohnya, siapkan, hindari, dan panaskan.

  • Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik bahasan.
  • Kata teknis atau istilah yang digunakan dalam teks prosedur berkaitan dengan isi teks yang dibahas. Misalnya, dalam teks prosedur dengan judul “Manfaat jamur untuk kesehatan”, istilah yang digunkan di antaranya nutrisi, protein, osteoporosis, dll.

  • Menggunakan kata penguhubung (konjungsi) temporal.
  • Merupakan kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda, serta bersifat kronologis. Misalnya, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan lalu.

  • Menggunakan kalimat persuasif.
  • Kalimat persuasif adalah kalimat yang bersifat membujuk seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Contoh, “Marilah menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga.”

  • Menggunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai.
  • Di awal teks prosedur akan dijelaskan material yang akan digunakan dalam teks tersebut, termasuk ukuran, jumlah, dan warna. Hal ini, terutama dalam teks prosedur berupa resep dan petunjuk penggunaan alat. Misalnya, 500 gram daging sapi, 1000 ml santan, dan 6 siung bawang putih.

  • Verba material dan tingkah laku.
  • Verba material adalah sesuatu yang mengacu pada tindakan fisik seperti haluskan bumbu, tuangkan santan, dan tindakan lainnya. Verba tingkah laku adalah tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.

    Macam-macam Teks Prosedur1. Teks prosedur sederhana

    Teks ini berisi langkah-langkah yang sederhana, umumnya terdiri atas 2 hingga 4 langkah. Contohnya prosedur mengoperasikan setrika, menyalakan komputer, dan menyalakan TV. Berikut merupakan contoh teks prosedur sederhana tentang membuat keranjang.

    Membuat Keranjang dari Koran Bekas

    Barang bakas dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan yang bermanfaat dan juga memiliki nilai jual. Misalnya membuat keranjang dari koran bekas. Bahan yang dibutuhkan di antaranya koran, gunting, dan tali. Berikut cara membuatnya:

  • Siapkan koran bekas dalam jumlah banyak.
  • Potong koran bekas secara memanjang dengan ukuran yang sama.
  • Lipat memajang potongan koran tersebut.
  • Susun lipatan koran seperti menganyam sampai berbentuk keranjang.
  • 2. Teks prosedur kompleks

    Teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berkaitan dengan langkah lainnya. Contohnya, prosedur pembuatan KTP ataupun mendaftar sekolah. Berikut contoh teks prosedur kompleks, yaitu cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

    Mencuci Pakaian Menggunakan Mesin Cucicontoh teks prosedur tentang menggunakan mesin cuci

    Sumber gambar: ikea.com

    Mencuci pakaian merupakan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Jika dahulu mencuci pakaian menggunakan tangan, kini kita dapat menggunakan mesin cuci. Namun, tidak semua orang tahu cara mengoperasikan mesin cuci. Berikut cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

  • Letakkan pakaian yang akan dicuci ke dalam tabung mesin cuci. Jika mesin cucimu memiliki dua tabung, letakkan pada sisi tabung yang lebih besar.
  • Isi air secukupnya sesuai banyaknya baju yang akan dicuci.
  • Masukan detergen dan pewangi pakaian pada tempatnya.
  • Putar tombol ke arah waktu 10 menit. Tabung mesin cuci pun akan bergerak memutari dan mengaduk cucian.
  • Setelah mesin berhenti, buang air cucian dengan memutar tombol ke arah “drain”.
  • Setelah pembuangan air selesai, ulangi proses di atas sekali lagi agar pakaian bersih, serta bebas dari kotoran dan busa detergen.
  • Buka penutup mesin cuci dan pindahkan kain ke tabung yang lebih kecil.
  • Putar tombol ke arah waktu 5 menit untuk mengeringkan pakaian.
  • Jemur pakaian yang telah dikeringkan.
  • Tidak semua mesin cuci memiliki cara yang sama. Beberapa mesin cuci hanya perlu menekan beberapa tombol, lalu mesin cuci akan bekerja sendiri hingga proses pengeringan.

    Struktur Teks Prosedur1. Pengantar atau pembuka

    Teks prosedur umumnya diawali dengan judul, yang merupakan inti dari kegiatan yang akan dilakukan. Kemudian, dilanjutkan bagian pengantar berupa kalimat interogatif sebagai pembuka teks sebelum masuk ke topik yang dibahas. Pada bagian ini juga dijelaskan tujuan dari pembuatan teks prosedur atau hasil akhir yang akan dicapai dalam melakukan tahapan-tahapan pada teks prosedur. Bagian pengantar dan pembuka ini bersifat tentatif, sehingga tidak selalu ada dalam tiap teks prosedur.

    2. Material

    Pada bagian ini berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ataupun membuat sesuatu. Contohnya dalam teks membuat makanan, akan dijelaskan bumbu dan bahan apa saja yang akan digunakan. Kemudian, dalam teks prosedur cara melakukan sesuatu akan dijelaskan alat-alat yang perlu disiapkan sebelum mulai melakukan kegiatan.

    3. Langkah-langkah

    Bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Tahapan ini harus dilakukan secara runut dan tidak boleh ada tahapan yang terlewat ataupun tertukar.

    4. Simpulan

    Setelah selesai melakukan kegiatan sesuai tahapan, di akhir teks prosedur terdapat simpulan kegiatan. Bagian ini berupa kalimat atau paragraf yang menjelaskan hasil yang didapat setelah melakukan setiap langkah kegiatan. Pada bagian ini juga terdapat saran dan tanggapan penulis terhadap kegiatan yang telah dilakukan.

    Mengidentifikasi Teks Prosedur

    Bacalah teks prosedur berikut untuk membantu kamu memahami ciri-ciri teks prosedur.

    Menyampul Buku Sekolah

    Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan. Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku. Berikut cara menyampul buku yang benar.

  • Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah.
  • Buatlah dua irisan berbentuk segitiga di tengah-tengah sisi panjang tepian sampul kertas atau tepat pada bagian punggung buku.
  • Lipatlah sisa sampul ke dalam sehingga membungkus setiap tepi buku. Lanjutkan pada ketiga sudut lainnya.
  • Lipatkan setiap tepian sudut sampul ke dalam agar sampul tidak mudah terlepas.
  • Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas.
  • Setelah selesai pada satu sisi, tutuplah bukumu dan tekan agar lipatan semakin rapat. Lalu, ulangi pada sisi lainnya.
  • Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman.
  • Teks tersebut merupakan teks prosedur karena memenuhi ciri-ciri dan struktur teks prosedur. Berikut ciri-ciri teks perosedur dan kaidah bahasa yang digunakan berdasarkan teks “Menyampul Buku Sekolah”

  • Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf.
  • Teks tersebut berupa poin-poin kegiatan yang ditunjukkan dengan menggunakan angka-angka. Setiap langkah kegiatan saling berkitan dan dibuat secara runut.

  • Menggunakan kalimat saran dan larangan.
  • “Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas”

  • Teks disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail mengenai tiap tahapan.
  • Berisi informasi yang bersifat objektif.
  • Teks prosedur ini bermanfaat untuk siswa sekolah sebagai panduan untuk menyampul buku sekolahnya agar tidak cepat kotor atau rusak.

  • Menggunakan kata kerja perintah (imperatif), di antaranya lipatlah, letakkan, tutuplah, dan namai.
  • Menggunakan kata penguhubung (konjungsi) temporal, seperti lalu.
  • Menggunakan kalimat persuasif.
  • “Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman.”

  • Menggunakan verba material dan tingkah laku, seperti lipatlah kertas dan tutuplah bukumu.
  • Kemudian, berikut analisis struktur teks prosedur dari teks “Menyampul Buku Sekolah”.

    A. Pengantar atau pembuka

    Pengantar dari teks prosedur tersebut terdapat di awal paragraf. Penulis menjelaskan tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan.

    “ Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan.”

    B. Material

    Pada teks tersebut, material atau peralatan yang akan digunakan dijelaskan di awal paragraf pada kalimat ke empat.

    “Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku.”

    C. Langkah-langkah

    Tahapan kegiatan disusun menggunakan angka, yaitu dari langkah 1) hingga 7).

  • Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah.
  • Buatlah … (dan seterusnya)
  • Apakah kamu sudah memahami ciri-ciri dan struktur teks prosedur? Bacalah kedua contoh teks prosedur berikut, kemudian analisislah ciri-ciri dan strukturnya.

    Contoh Teks Prosedur 1: Membuat Layang-layangLayang-layang

    Layang-layang merupakan salah satu mainan anak-anak yang masih kerap dimainkan hingga saat ini. Cara membuat layang-layang cukup mudah serta bisa dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain bambu tipis, kertas minyak, lem kertas, benang, pisau, dan gunting. Cara membuatnya adalah sebagai berikut.

  • Buatlah kerangka layangan dengan dua buah bambu yang sudah disiapkan.
  • Letakkan bambu dengan menyilang dan seimbang antara panjang bagian kanan dan kirinya.
  • Ikat bambu tersebut menggunakan benang pada setiap bagian.
  • Guntinglah kertas minyak sesuai kerangka layang-layang dan tempelkan.
  • Hiaslah layang-layang sesuai yang kamu inginkan.
  • Contoh Teks Prosedur 2: Membuka Rekening BankProsedur Membuka Rekening Bank
  • Siapkan fotokopi kartu identitas KTP atau SIM
  • Siapkan fotokopi kartu keluarga
  • Siapkan uang setoran Anda
  • Pergilah ke bank yang diinginkan dan ambil nomor antrean dan formulir permohonan pembukaan rekening.
  • Isilah formulir permohonan tersebut sesuai arahan sesuai dengan data diri Anda.
  • Semua formulir yang telah terisi, ditandatangani di atas materai. Anda dapat membeli materai di petugas apabila tidak membawa.
  • Setelah nomor antrean Anda dipanggil, serahkan formulir permohonan pembuka rekening yang telah kamu isi kepada petugas.
  • Kemudian, tunggulah petugas memproses buku rekening dan ATM Anda.
  • Kontributor:  Nidia Rahma, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Cara Menulis Daftar Pustaka
  • Resensi
  • Ciri-ciri dan Contoh Pantun
  • Tutorial membuat presentasi dengan power point


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-prosedur/

    ➥ Siklus Hidrologi Pengertian Proses Siklus Pendek Sedang Panjang

    Pengertian Siklus Hidrologi

    Siklus hidrologi merupakan konsep penggambaran pergerakan air antara lautan, badan air permukaan (danau, sungai, atau rawa), air tanah, atmosfer, dan biosfer yang dapat berwujud sebagai benda cair, gas, ataupun padat. Air yang berpindah antar reservoir (tempat penyimpanan air) memiliki massa total yang tetap sama. Adapun jumlah volume air berdasarkan reservoir (tempat penyimpanan air) adalah sebagai berikut.

    ReservoirVolume air (106 km3)Total dalam %Lautan137097,25Gletser292,05Air tanah9,50,68Danau0,1250,01Kelembaban tanah0,0650,005Atmosfer0,0130,001Aliran sungai0,00170,0001Biosfer0,00060,00004

    Sumber: Pokorny dan Rejskova (2008)

    Proses Siklus Hidrologiproses siklus hidrologi

    Sumber: Narasimhan (2009)

    1. Evaporasi
  • Pengertian: penguapan atau peristiwa berubahnya air menjadi uap air yang ada di permukaan bumi karena adanya energi matahari dan naik ke lapisan atmosfer.
  • Sumber: air yang berasal dari berbagai reservoir di bumi. Menurut Lutgens dan Tarbuck (1998), sekitar 85% uap air di atmosfer berasal dari penguapan di laut bebas dan sisanya dari reservoir
  • Penguapan dari permukaan air sangat tergantung pada suhu air dan suhu udara di atasnya -> suhu air mempengaruhi laju penguapan air; suhu udara di atasnya mempengaruhi kecepatan pergerakan / pemindahan uap air di atmosfer.
  • 2. Transpirasi
  • Transpirasi juga berarti penguapan namun perubahan air menjadi uap air tersebut berasal dari jaringan hidup tanaman yang terletak di atas permukaan tanah.
  • Sebagian besar air yang diserap oleh tanaman akan ditranspirasikan.
  • Proses transpirasi melewati stomata, lubang kutikula, dan lentisel (perhitungan berasal dari hasil perkiraan).
  • Stomater: 80 – 90% total transpirasi (paling besar peranannya)
  • Kutikuler: 20% total transpirasi
  • Lentikuler: 0,1% total tranpirasi
  • Faktor yang mempengaruhi transpirasi adalah suhu, pergerakan angin, kelembaban udara, kelembaban tanah, dan jenis tanaman.
  • 3. Evapotranspirasi
  • Pengertian: proses penguapan air dari permukaan tanah ke atmosfer yang berarti penguapan dari seluruh air dan makhluk hidup -> kombinasi dari evaporasi dan transpirasi. Tahap ini paling mempengaruhi siklus hidrologi.
  • Faktor yang mempengaruhi laju evapotranspirasi:
  • Laju bertambah dengan meningkatnya suhu, radiasi matahari, dan pergerakan angin
  • Laju berkurang dengan meningkatnya kelembaban
  • 4. Sublimasi
  • Pengertian: penguapan yang terjadi di kutub atau puncak gunung dimana adanya proses perubahan es menjadi uap air tanpa mengalami fase cair terlebih dahulu.
  • Perannya di dalam siklus hidrologi sangat sedikit (khusus siklus hidrologi panjang) -> proses yang berjalan sangat lambat dan jumlahnya sedikit dibandingkan dengan penguapan lainnya.
  • 5. Kondensasi
  • Pengertian: perubahan wujud uap air menjadi partikel titik – titik air dengan ukuran sangat kecil setelah proses penguapan.
  • Kondensasi dipengaruhi oleh suhu udara rendah pada ketinggian tertentu
  • Partikel titik – titik air tersebut kemudian saling berdekatan dan membentuk awan dimana semakin banyak partikel tersebut maka awan semakin tebal dan menghitam.
  • 6. Adveksi
  • Pengertian: perpindahan awan yang telah terbentuk dari satu titik ke titik lainnya dalam posisi horizontal -> misalnya dari posisi di atas perairan menjadi di atas daratan.
  • Faktor: pergerakan angin dan tekanan udara.
  • Biasanya di siklus hidrologi panjang.
  • 7. Presipitasi
  • Pengertian: hujan -> proses mencairnya awan menjadi butiran air akibat suhu udara yang tinggi.
  • Dapat dikatakan juga peristiwa jatuhnya air dari atmosfer menuju ke permukaan bumi.
  • Semakin rendah suhu udara, maka hujan yang dihasilkan menjadi hujan es atau salju -> biasanya dibawah 00
  • 8. Runoff
  • Pengertian: limpasan permukaan atau aliran air di atas permukaan tanah akibat hujan datang lebih cepat daripada kecepatan tanah menyerapnya.
  • Pergerakan air hujan dari tempat tinggi ke tempat rendah -> pergerakan ke reservoir di bumi seperti danau, sungai, laut, dan saluran air lainnya.
  • Intinya air dari hasil hidrologi kembali ke hidrosfer.
  • Dapat berdampak terjadinya erosi apabila kuantitas dan lajunya tinggi.
  • 9. Infiltrasi
  • Pengertian: proses absorsi air hujan ke dalam pori tanah menjadi air tanah.
  • Dipengaruhi adanya gaya gravitasi -> untuk mengisi kelembaban tanah yang akan membentuk air tanah.
  • Tahap terakhir dalam siklus hidrologi dimana air tersebut akan kembali ke laut dan memulai tahapan pada siklus hidrologi sebelumnya.
  • Volume Air Dalam Siklus Hidrologivolume air dalam siklus hidrologi

    Sumber: Lutgens dan Tarbuck (1998)

  • Volume evaporasi sebanding dengan presipitasi (± 380.000 km3).
  • Presipitasi paling utama berasal dari hasil evaporasi air laut (84,21%).
  • Presipitasi di lautan mencapai 000 km3 (74,74%), sedangkan di daratan hanya sekitar 96.000 km3 (25,26%).
  • Jenis-jenis Siklus HidrologiA. Siklus Hidrologi Pendek (wilayah lautan)
  • Evaporasi di lautan
  • Kondensasi -> penurunan suhu karena perbedaan ketinggian (setiap naik 100 meter, suhu udara turun 0,50C -> tidak ada pergerakan awan (adveksi)
  • Presipitasi -> turunnya hujan yang jatuh di permukaan lautan.
  • B. Siklus Hidrologi Sedang (wilayah daratan dekat dengan lautan)
  • Evaporasi -> hasil uap air bergabung dengan uap air dari reservoir lain dan makhluk hidup.
  • Kondensasi
  • Adveksi -> terbawa angin hingga ke daratan
  • Presipitasi -> turunnya hujan yang jatuh di permukaan daratan
  • Air hujan mengalami runoff dan infiltrasi
  • C. Siklus Hidrologi Panjang (wilayah pegunungan)
  • Evaporasi di lautan
  • Uap air mengalami sublimasi
  • Kondensasi -> awan yang terbentuk mengandung kristal es
  • Adveksi -> awan bergerak menuju daratan
  • Presipitasi -> hujan yang terbentuk adalah salju yang kemudian terakumulasi menjadi gletser
  • Gletser di daratan mencair -> hasilnya air tersebut mengalir dan membentuk aliran air sungai -> bergerak menuju laut kembali
  • Artikel: Siklus HidrologiKontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI

    Siklus Air Pendek Sedang Panjang Animasi By Rico Frendly Herbert 18140017 Teknik Lingkungan'18


    Source : https://www.studiobelajar.com/siklus-hidrologi/

    ➤ Globalisasi Pengertian Aspek Dampak Positif Negatif Pengaruh Contoh

    Pengertian Globalisasi

    Konsep globalisasi dapat dengan mudah dipahami melalui pemenggalan kata ‘global’ dan ‘sasi’. Kata ‘global’ merujuk pada lintas batas dan kata ‘sasi’ merujuk pada perubahan / proses menjadi. Untuk mempermudah mengingat, globalisasi dapat diartikan secara singkat sebagai proses perubahan sosial pada skala lintas batas. Globalisasi mengacu pada suatu kondisi perubahan sosial dimana negara, wilayah dan masyarakat saling terkoneksi satu sama lain, baik itu dalam bidang ekonomi, politik, serta sosial budaya.

    Globalisasi merupakan suatu fase perubahan yang dialami oleh masyarakat di berbagai penjuru dunia. Ciri khas dari era globalisasi yaitu semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara. Pertukaran informasi serta arus barang maupun jasa tidak lagi hanya dilakukan dalam cakupan negara (lokal, nasional) namun juga merambah lintas negara (global, internasional).

    3 Aspek Globalisasi beserta Contohnya

    Globalisasi merupakan fenomena dunia sehingga sangat memiliki pengaruh terhadap setiap aspek kehidupan manusia. Berikut merupakan contoh-contoh globalisasi dari masing-masing aspek kehidupan, yaitu:

    Aspek Ekonomicontoh globalisasi dalam bidang ekonomi pada ecommerce

    Ilustrasi: e-commerce yang membawa perubahan pada mekanisme jual-beli barang. Sumber gambar: acowebs.com

    Pada aspek ekonomi, globalisasi mengacu pada perubahan yang terjadi pada mekanisme pertukaran barang dan jasa. Dalam hal ini, seseorang tidak perlu pergi ke Amerika untuk membeli produk fashion disana atau kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Selain itu, kalaupun seseorang memiliki banyak sekali uang, ia dapat membeli vila penginapan di Hawai dengan membayar jasa konsultasi kepada agen properti yang ada disana.

    Segala produk yang tersedia di pasaran dapat diakses oleh siapa saja dan dimana saja dengan bantuan internet. Kehadiran e-commerce (kepanjangan: electronic commerce; perdagangan elektronik) seperti Amazon, e-bay, Shopee, Lazada dan lain-lainnya semakin memudahkan pengiriman barang lintas batas. Memesan sepatu yang sedang trend di Eropa hingga memesan produk kecantikan milik idol pop di Korea sangatlah mungkin dengan mekanisme pengiriman internasional yang ditawarkan oleh situs e-commerce tertentu. Pada era globalisasi, transaksi uang dan barang antar negara bergerak sangat cepat lebih dari yang kita bayangkan serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi dunia.

    Aspek Politikaspek politik globalisasi

    Ilustrasi: Aktivitas gerakan yang dilakukan oleh pelajar di dunia untuk mempengaruhi kebijakan terkait lingkungan. Sumber gambar: affinitymagazine.us

    Globalisasi membawa pengaruh besar pada arah kebijakan politik negara-negara di dunia. Jika sebelumnya kebijakan politik hanya mencakup skala nasional, era globalisasi mendorong terintegrasinya kebijakan-kebijakan politik di berbagai negara dan memungkinan terciptanya bentuk-bentuk kerja sama politik antar negara. Contoh kerja sama politik tersebut diantaranya seperti Uni Eropa (UE), International Monetary Fund (IMF), World Bank, dan World Trade Organization (WTO).

    Pada aspek politik, globalisasi juga ditandai dengan beroperasinya aktivitas-aktivitas politik yang mempromosikan nilai-nilai universal pada skala global. Nilai-nilai universal tersebut diantaranya seperti hak asasi manusia, kesetaraan, permasalahan lingkungan dan lain sebagainya. Maraknya aktivitas politik yang terjadi pada negara tertentu sangat mungkin mempengaruhi negara lain di dunia, hal ini khususnya dipengaruhi oleh kehadiran media massa. Konsekuensi dari hal tersebut yaitu terjadinya fenomena gerakan sosial pada level global yang dilakukan oleh para warga masyarakat guna mempengaruhi kebijakan pemerintah tertentu. Dalam rangka memperjuangkan kepentingan politisnya, para warga yang tergabung menjadi bagian dari gerakan sosial tertentu akan berjejaring dengan masyarakat global dan bekerja sama dengan dengan organisasi internasional.

    Aspek Sosial Budayaaspek sosial budaya

    Ilustrasi: fans kpop yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Sumber gambar: koreaherald.com

    Pada aspek sosial budaya, konsep globalisasi merujuk pada proses terintegrasinya gagasan, nilai, norma, perilaku serta cara hidup sosial kemasyarakatan. Dalam hal ini, sebagian besar individu dibentuk oleh pengaruh masyarakat dunia. Di Indonesia contohnya, kita bisa dianggap ketinggalan zaman jika kita belum menonton film Avengers atau mendengarkan album terbaru Justin Bieber. Amerika Serikat menjadi kiblat perfilman dan musik dunia, Korea Selatan menjadi kiblat tren kecantikan, Paris menjadi kiblat fashion wanita, dan lain sebagainya. Berbagai wilayah di dunia memiliki elemen sosial budayanya masing-masing dan akan saling mempengaruhi satu sama lainnya seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, khususnya internet.

    Pada intinya, globalisasi pada aspek sosial budaya dapat diartikan sebagai fenomena sosial dimana praktik-praktik kebudayaan yang dilakukan individu bukan hanya dipengaruhi oleh dirinya sendiri namun oleh masyarakat global. Dimanapun individu itu berada, ia memiliki kemungkinan untuk terpapar budaya-budaya dari luar negaranya. Sebagai contoh, terdapat sebagian individu yang terobsesi dengan budaya kehidupan masyarakat Korea Selatan melalui pengaruh idol pop kegemarannya, sebagian individu lainnya tergila-gila dengan budaya Jepang melalui film anime yang ditontonnya setiap hari. Adapun tak jarang para wanita Indonesia berusaha merubah tampilan hidungnya menjadi mancung dan berkulit putih karena terbiasa mengikuti keseharian para artis Hollywood kegemarannya di sosial media.

    Faktor Pendorong Globalisasi

    Globalisasi tidak serta merta tercipta dengan sendirinya. Terdapat tiga faktor utama yang mendorong terjadinya globalisasi, yaitu:

    1. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi

    Faktor pendorong utama globalisasi yaitu kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang memudahkan proses pertukaran informasi di berbagai pelosok dunia. Kemajuan teknologi tersebut yang membuat semakin kaburnya batas-batas geografis antar negara di dunia karena semua informasi yang individu butuhkan dapat tersedia dalam genggaman dan hanya dengan sekali klik. Kehadiran ponsel pintar serta internet koneksi 5G merupakan contoh dari perkembangan teknologi yang mendorong globalisasi terus terjadi.

    Era globalisasi sangatlah identik dengan kecepatan, kemudahan dan ketersediaan. Arus informasi dan komunikasi berlangsung begitu cepat, berbagai peristiwa dunia dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja, kapan saja dan dimana saja dengan bantuan ponsel pintar. Pun segala jenis informasi, barang dan jasa akan selalu tersedia bagi tiap-tiap individu yang membutuhkannya dengan bantuan akses internet.

    dampak positif globalisasi terhadap pertukaran informasi

    Pertukaran informasi menjadi lebih mudah di seluruh dunia. Sumber gambar: adobe.com

    2. Kehadiran perusahaan multinasional

    Perusahaan multinasional merupakan intrumen lain yang mendorong terjadinya globalisasi. Sebagai contoh, terdapat perusahaan besar skala multinasional yang menanamkan modal, aset serta memutuskan untuk membangun pabrik di negara berkembang dimana tenaga kerja murah dan bahan baku mentah tersedia. Perusahan multinasional tersebut pada dasarnya telah menjalankan aktivitas ekonomi skala besar dan sangat mempengaruhi perekonomian nasional di negara berkembang yang mereka tempati. Perusahan-perusahaan multinasional juga semakin mengaburkan batas-batas geografis antar negara karena pada dasarnya eksistensi mereka sangat ditentukan oleh pasar dunia. Modal dan aset perusahaan tersebar di berbagai negara serta manajemen perusahaan dikelola secara lintas batas oleh karyawannya.

    Dampak Positif dan Negatif Globalisasi

    Globalisasi tidak dimungkiri mampu menjangkau seluruh aspek kehidupan manusia. Meskipun globalisasi banyak membawa dampak positif, faktanya juga terdapat beberapa dampak negatif yang ditimbulkan, antara lain yaitu:

    Dampak Positif
  • Globalisasi memungkinkan individu antar negara untuk saling berkomunikasi secara mudah dan juga murah;
  • Globalisasi memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan diseminasi pengetahuan secara cepat dan tepat;
  • Globalisasi memungkinkan masyarakat dari berbagai komunitas, negara serta latar belakang budaya dan agama yang berbeda untuk saling mengenal dan memahami perbedaan satu sama lainnya;
  • Globalisasi membawa nilai-nilai universal, misalnya mengenai isu-isu kemanusiaan seperti kesetaraan, keadilan, demokrasi dan lain sebagainya, serta isu-isu agenda pembangunan dunia.
  • Dampak Negatif
  • Globalisasi memunculkan perilaku budaya masyarakat konsumtif. Sebagai contoh, kemudahan untuk mengakses media masa serta kehadiran media sosial mendorong individu untuk terus membeli barang-barang terkini sebagaimana tren yang berkembang;
  • Globalisasi membawa pengaruh pada bahasa dan kebudayaan lokal. Dalam hal ini, Bahasa Inggris yang dikenal dengan bahasa internasional memiliki kemungkinan untuk mengikis bahkan menghilangkan bahasa-bahasa lokal;
  • Globalisasi memiliki kemungkinan untuk menghilangkan tradisi, kebiasaan dan adat istiadat masyarakat;
  • Globalisasi memperlebar kesenjangan sosial pada skala lokal, nasional dan global. Dalam hal ini, masyarakat perdesaan terpencil yang kesulitan dalam mengakses internet akan semakin tertinggal jika dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Begitupun dalam skala global, negara yang tidak memiliki kemampuan mengembangkan teknologi akan jauh tertinggal dengan negara-negara maju lainnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi;
  • Globalisasi berpotensi menghasilkan kriminalitas skala lintas batas. Contohnya yaitu seperti perdagangan narkoba, perdangan manusia, penipuan dan lain sebagainya.
  • Pengaruh Globalisasi terhadap Kehidupan Sehari-hari

    Globalisasi berkontribusi besar pada pertukaran nilai-nilai budaya antar komunitas masyarakat dunia. Kebanyakan negara tidak lagi dapat berdiri sendiri melainkan terintegrasi kedalam sistem dan nilai-nilai masyarakat global. Dalam hal ini, media memiliki peran besar dan menjadi alat dalam penyebarluasan nilai-nilai tersebut. Keberadaan media – seperti TV/radio/HP, koran, majalah dan lain sebagainya – telah melahirkan ikatan serta kontak budaya antar manusia yang berbeda negara. Adapun komunikasi dan perkembangan ilmu pengetahuan juga turut membantu menjembatani jarak budaya antar negara-negara di dunia.

    Meskipun interaksi antara konsep globalisasi dan budaya memperlihatkan pengaruh positif dimana telah terjadi pertukaran nilai budaya, namun demikian perlu disadari bahwa globalisasi berpotensi untuk mempengaruhi tergerusnya identitas budaya lokal. Generasi muda Indonesia khususnya, tidak sedikit diantara mereka yang terbawa pengaruh budaya asing, misal dari aspek kehidupan sehari-hari seperti merek pakaian favorit, genre lagu favorit, film favorit, atau sekedar preferensi makanan. Sebenarnya tanpa kita sadari setiap tindakan yang kita pilih sehari-hari sangat dipengaruhi oleh apa yang kita konsumsi melalui media.

    Adapun globalisasi pada dasarnya juga melahirkan asimilasi atau percampuran budaya, yakni dimana budaya-budaya minoritas akan terbawa arus budaya yang lebih besar. Hal ini tersebut cenderung mengancam keberagaman budaya serta identitas lokal. Sebagai contoh, kebanyakan generasi muda akan cenderung mendengarkan genre musik elektro pop khas Billie Eilish dibandingkan musik dangdut atau gamelan atau musik khas kampung halaman orangtuanya misalnya. Contoh lain, para milenial akan cenderung menggabungkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari agar terlihat keren, bahasa-bahasa daerah tentunya dianggap tidak begitu penting.

    Upaya Menghadapi Globalisasi

    Tidak dapat dipungkiri, globalisasi sangat identik dengan nilai-nilai modernitas. Sebagian besar komunitas masyarakat berlomba-lomba menjadi masyarakat modern, sebagian besar manusia pun pada hakikatnya berupaya merubah diri menjadi manusia modern.

    Pada prinsipnya, tidak ada yang salah dengan globalisasi dan peradaban modern, malah faktanya masyarakat kita banyak terbantu dengan kemudahan berkomunikasi dan kemajuan teknologi. Fakta lainnya yaitu kita kemungkinan besar tidak akan mampu menghindari arus globalisasi dengan cakupannya yang begitu luas disetiap aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu menjadi penting bagi kita sebagai individu untuk pintar-pintar bersikap guna terhindar dari perilaku yang menggerus nilai, budaya, adat dan kebiasaan lokal yang kita miliki. Dalam hal ini, melatih kemampuan berpikir kritis dengan cara menyaring setiap informasi yang kita konsumsi sehari-hari melalui media massa dapat dikatakan salah satu upaya untuk menghadapi globalisasi. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan berpikir kembali dan mempertimbangkan informasi yang diperoleh sebelum menerapkan suatu tindakan. Dengan berpikir kritis, individu akan memiliki kontrol yang lebih baik atas perilaku dan tindakannya sehari-hari, dibandingkan sekedar mengikuti arus tren semata.

    Kontributor: Sabrina Burhanudin, S.Sos.Alumni Sosiologi FISIP UI

    【Video Pengetahuan】 Dampak Positif dan Negatif Dari Modernisasi dan Globalisasi | Simple News Video


    Source : https://www.studiobelajar.com/globalisasi/

    ➥ Pencemaran Lingkungan Pengertian Penyebab Macam Dampak Dll

    Pengertian Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik (Damono, 2001). Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan.

    Pencemaran lingkungan dengan kata lain merupakan kerusakan lingkungan. Adapun dua jenis bahan dalam pencemaran adalah sebagai berikut.

  • Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan limbah tumbuhan.
  • Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.
  • contoh pencemaran lingkungan

    Sumber gambar: earthreminder.com

    Faktor Penyebab Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran lingkungan didasarkan pada perubahan kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan secara ekonomi dan teknologi. Perubahan kondisi tersebut tentunya melebihi batas ambang dari toleransi ekosistem sehingga meningkatkan jumlah polutan di lingkungan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan antara lain peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali, serta adanya industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, pencemaran lingkungan pada kenyataannya juga dapat disebabkan oleh proses alam itu sendiri. Adapun faktor penyebab pencemaran lingkungan secara rinci adalah sebagai berikut.

  • Hasil kegiatan manusia
  • Limbah rumah tangga
  • Limbah hasil produksi pertanian -> penggunaan pestisida
  • Penggunaan zat radioaktif sebagai irradiator -> kepentingan rumah sakit untuk bidang radiografi
  • Penggunaan kendaraan bermotor
  • Produksi pertambangan
  • Produksi industri
  • Proses perubahan alamiah, pada umumnya terjadi akibat dari bencana alam seperti aktivitas vulkanisme dan tektonisme, serta unsur-unsur langit
  • Macam-macam Pencemaran Lingkungan1. Pencemaran Udara

    Sumber:

  • Oksida karbon: karbon monoksida (CO) dan (CO2)
  • Oksida belerang: SO dan (SO3)
  • Oksigen nitrogen: NO, (NO2), N2O
  • Komponen organik volatile: metan (CH4), benzene (C6h6), Klorofluoro karbon (CFC), dan kelompok bromin
  • Suspensi partikel: debu tanah, dioksin, logam, asam sulfat, dan lain-lain
  • Substansi radioaktif: radon-222, iodin-131. strontium-90, plutonium-239, dan lain-lain
  • Suara: kendaraan bermotor, mesin industri, pesawat, dan lain-lain
  • Dampak:

  • Hujan asam
  • Perubahan cuaca yang ekstrim
  • Penipisan ozon
  • Peningkatan kasus kerusakan mata
  • Kanker kulit
  • 2. Pencemaran Air

    Sumber:

  • Bahan anorganik: timbal (Pb), arsenik (As), kadmium (Cd), merkuri (Hg), kromium (Cr), nikel (Ni), kalsium (Ca), magnesium (Mg), dan kobalt (Co)
  • Bahan kimia: deterjen, pewarna tekstil, pestisida, dan lain – lain
  • Bahan organik: berbentuk limbah yang dapat diuraikan oleh mikroba yang akan memicu meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam air
  • Cairan berminyak
  • Dampak:

  • Media penyebaran penyakit
  • Peningkatan alga dan eceng gondok
  • Menurunkan kadar oksigen dalam air -> mengganggu organisme di perairan
  • Mengganggu pernapasan -> bau yang menyengat
  • 3. Pencemaran Tanah

    Sumber:

  • Bahan logam: mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn). asenik (As), dan lain – lain
  • Bahan kimia organik: pestisida (insektisida, herbisida, dan fungisida), deterjen, dan sabun
  • Bahan pupuk anorganik: urea, TSP, ammonium sulfat, dan KCL
  • Zat radioaktif
  • Dampak:

  • Pertanian, seperti peningkatan salinitas tanah dan penurunan kesuburan tanah
  • Bencana alam, seperti tanah longsor dan erosi
  • Penyumbatan saluran air
  • 4. Pencemaran Suara (Kebisingan)

    Sumber:

  • Percakapan pelan (20 – 30 dB)
  • Radio (50 – 6- dB)
  • Mesin pemotong rumput (60 – 80 dB)
  • Lalu lintas (60 – 90 dB)
  • Truk (90 – 100 dB)
  • Kendaraan bermotor (105 dB)
  • Pesawat terbang (90 – 120 dB)
  • Musik / beat music: 120 dB
  • Mesin jet: 140 dB
  • Roket (140 – 179 dB)
  • Dampak:

  • Gangguan tidur
  • Kesehatan mental seperti emosional
  • Mempengaruhi efisiensi dan kinerja individu
  • Dampak Pencemaran Lingkungan

    Pencemaran lingkungan yang lebih terasa saat ini adalah pemanasan global (global warming). Dimana suhu bumi meningkat yang menyebabkan beberapa es di kutub utara mencair dan terjadinya kenaikan permukaan air laut. George Tyler Miller (1979) dalam bukunya yang berjudul Living in The Environment menjelaskan bahwa akibat pencemaran lingkungan terhadap kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan. Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.

  • Tingkatan 1: gangguan estetika, misalnya bau
  • Tingkatan 2: kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi karatan
  • Tingkatan 3: gangguan pada tumbuhan/hewan, misalnya penurunan hasil pertanian
  • Tingkatan 4: gangguan pada kesehatan manusia, misalnya penyakit saluran pernapasan
  • Tingkatan 5: kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia
  • Tingkatan 6: gangguan pada ekosistem secara luas, misalnya perubahan iklim global
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan

    Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, diketahui bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut.

  • Mengatur sistem pembuangan limbah industri
  • Penempatan kawasan industri terpisah dan berjauhan dari kawasan permukiman penduduk
  • Pengawasan akan penggunakan bahan kimia, misalnya pestisida dan insektisida
  • Melakukan penghijauan
  • Pemberian sanksi secara tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan
  • Penyuluhan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencemaran lingkungan
  • Kontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI

    Macam, Dampak, Cara Penanggulagan Pencemaran Lingkungan Video Pembelajaran IPA SMP


    Source : https://www.studiobelajar.com/pencemaran-lingkungan/

    ➤ Litosfer Pengertian Penyusun Lapisan Dinamika Litosfer

    Pengertian Litosfer

    Secara etimologi, litosfer berasal dari Bahasa Yunani dengan kata lithos (batu) dan sphere / sphaira (bulatan). Dengan kata lain, litosfer diartikan sebagai lapisan batuan atau kulit bumi yang menyelimuti bumi dengan inti yang jari – jarinya sekitar 1.300 km (Sulistyanto, 2009). Litosfer disebut sebagai lapisan pembentuk permukaan bumi yang terdiri atas batuan dan mineral. Suhu maksimum litosfer ini diperkirakan sekitar 1473 – 1573 K (Pilchin dan Eppelbaum, 2008). Pada litosfer atau kerak bumi terdapat arus konveksi yang menggerakan magma sehingga lapisan-lapisan di kerak bumi mengalami pergerakan.

    Materi Penyusun LitosferBatuan
  • Umumnya tersusun atas dua mineral atau lebih
  • Terbentuk dari magma
  • Perjalanan magma menyebabkan adanya batuan yang membeku jauh di bawah permukaan bumi, di celah-celah kerak bumi, di dekat permukaan bumi, ataupun membeku di luar permukaan bumi
  • Terdiri atas batuan beku, batuan sedimen, batuan metamorf
  • Tanah
  • Tanah didefinisikan sebagai partikel-partikel mineral yang tersemen amupun yang lepas hasil pelapukan dari batuan -> kandungannya mineral dan bahan organik (bahan induk)
  • Faktor pembentuk: bahan induk, iklim organisme, topografi dan waktu
  • Horizon tanah: lapisan-lapisan hasil proses pembentukan tanah
  • Lapisan Litosfer (Sulistyanto, 2009)Lapisan Bumi

    A. Barisfer

  • Terdiri atas bahan padat yang terbentuk dari lapisan nife (nikel dan besi)
  • Jari – jari sekitar 3.470 km dengan batas luar sekitar 2.900 km di bawah permukaan bumi
  • Disebut juga sebagai lapisan inti bumi
  • B. Lapisan Pengantara (Asthenosfer / Mantle)

  • Terdiri atas bahan cair dengan suhu tinggi dan pijar
  • Ketebalan sekitar 1.700 km dengan berat jenis sekitar 5 gr / cm3
  • C. Litosfer

  • Ketebalan sekitar 1.200 km dengan berat jenis sekitar 2,8 gr / cm3
  • Terdiri atas lapisan sial dan lapisan sima
  • lapisan bumi

    Sumber: Evers (2015)

    lapisan litosfer

    Sumber: Sudarsan (2016)

    Lapisan Litosfer

    A. Lapisan Sial

  • Ketebalan sekitar 35 km
  • Terbentuk dari logam silisium dan aluminium (SiO2 dan Al2O3)
  • Mengandung batuan metamorf, sedimen, granit, andesit, dan lain – lain
  • Disebut juga lapisan kerak
  • Terdiri atas kerak samudra dan kerak benua
  • B. Lapisan Sima

  • Ketebalan sekitar 65 km
  • Terbentuk dari logan silisium dan magnesium (SiO2 dan MgO)
  • Berat jenis lebih besar dari lapisan sial
  • Mengandung mineral ferromagnesium dan batuan basalt
  • Dinamika LitosferTenaga Endogen
  • Berasal dari dalam bumi yang meliputi tektonik dan vulkanik
  • Sumber: unsur-unsur radio aktif pada lapisan selubung (mantel)
  • Arus konveksi, yaitu arus yang dapat menggeser lapisan kerak bumi sehingga terbentuk berbagai daratan akibat adanya suhu dan tekanan yang tinggi. Arus konverksi diasumsikan berada di dalam mantel bumi dengan kedalaman sekitar 700 km.
  • Proses konveksi: lempengan yang terkena suhu dan tekanan yang tinggi akan menurun yang kemudian melunak dan mengalir kehilangan bentuknya sehingga terjadi pergerakan
  • dinamika litosfer

    Sumber: USGS (1999)

    A. Tektonisme

  • Pengertian: perubahan letak lapisan bumi secara vertikal
  • Hasilnya: lipatan dan patahan
  • Gerak tektonik terbagi menjadi:
  • Gerak epirogenetik -> pergerakan yang sangat lambat, berlangsung pada waktu yang lama, dan daerah yang luas. Meliputi epirogenetik positif (turunnya daratan) dan epirogenetik negatif (naiknya daratan).
  • Gerak orogenetik -> pergerakan lebih cepat daripada gerak epirogenetik, pembentuk pegunungan, dan terjadinya dislokasi letak lapisan kulit bumi. Meliputi lipatan (gerakan melipatnya bumi yang membentuk pegunungan) dan patahan (gerakan tekanan horizontal / vertikal yang membentuk retakan pada lapisan kulit bumi).
  • B. Vulkanisme

  • Pengertian: pergerakan magma dari dalam bumi diakibatkan suhu magma yang tinggi dan banyaknya gas di dalam magma
  • Faktor pergerakan magma -> gunung api kuat / lemah: tekanan gas, luasnya dapur magma, kedalaman dapur magma, dan sifat magma (cair / kental)
  • Bahan yang dikeluarkan:
  • Benda cair (lava)
  • Benda padat (efflata)
  • Bahas gas (ekshalasi)
  • Tenaga Eksogen
  • Berasal dari luar bumi yang meliputi pelapukan, erosi, dan sedimentasi
  • Perbedaan: tenaga endogen membangun, tenaga eksogen merusak bentukan muka bumi
  • Contoh: radiasi matahari, air, angin, gletser, dan organisme
  • A. Pelapukan

  • Pengertian: perusakan batuan karena adanya pengaruh cuaca, temperatur, air, atau organisme
  • Terjadi pada lapisan kulit bumi bagian luar -> ketebalannya bergantung pada penyebab pelapukan (di daerah topis > daerah sedang)
  • Lamanya proses pelapukan bergantung pada bahan induknya
  • Macam pelapukan:
  • Pelapukan kimiawi
  • Pelapukan organis
  • Pelapukan fisis atau mekanis
  • B. Erosi

  • Pengertian: proses pengangkatan lapisan tanah yang disebabkan oleh air (air sungai atau air laut), angin, dan gletser
  • Dampak erosi: puncak – puncak gunung dari berbentuk tajam menjadi lebih rendah (dangkal) dan bulat -> akibat pengendapan bahan – bahan dan pengikisan di lereng
  • Gaya gesekan pada saat pengangkutan lapisan menyebabkan adanya perubahan ukuran batuan
  • Bentuk erosi:
  • Erosi permukaan (sheet erosion)
  • Erosi alur (riil erosion)
  • Erosi parit (gulley erosion)
  • Erosi tebing sungai
  • Longsor
  • C. Pengendapan (Sedimentasi)

  • Pengertian: proses pengendapan material hasil erosi
  • Terjadi pada daerah cekung, datar, atau bagian bawah dari suatu lereng
  • Dapat menyebabkan pendangkalan sungai
  • Side Note

    Perbedaan akan bentuk muka bumi akan menyebabkan kandungan mineral di batuan pun berbeda. Kandungan mineral berguna bagi kehidupan masyarakat. Contohnya adalah sebagai berikut:

  • Sumber energi -> batu bara, minyak bumi, dan uranium
  • Sumber pengolahan pertanian -> nitrogen dan fosfat
  • Sumber produk industri -> besi dan aluminium
  • Artikel: LitosferKontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI

    Motion Graphic Dinamika Litosfer


    Source : https://www.studiobelajar.com/litosfer/

    Jumat, 25 Januari 2019

    ✔ Sumber Daya Alam Pengertian Jenis Pemanfaatan Contoh

    Pengertian Sumber Daya Alam

    Dalam memenuhi kebutuhannya, makhluk hidup tentunya sangat bergantung pada kekayaan alam di bumi. Kekayaan alam ada yang berwujud sehingga dapat diolah oleh manusia, namun juga ada yang tidak berwujud sehingga tidak perlu diolah terlebih dahulu. Kekayaan alam ini lah yang disebut dengan sumber daya alam.

    Pada hakikatnya, sumber daya alam merupakan semua bahan yang ditemukan makhluk hidup di alam yang dapat dimanfaatkan untuk keberlangsungan hidupnya.

    Jenis-jenis Sumber Daya Alamjenis dan contoh sumber daya alam

    Sumber gambar: helpsavenature.com

    Berdasarkan Sifat Kelestarian
  • Sumber daya alam yang dapat diperbaharui (renewable resources)
  • Ciri-ciri:

  • Sumber daya alam yang tidak akan habis karena dapat diproduksi kembali
  • Kuantitas dan kualitas sumber dayanya tergantung kepada manajemennya (pengelolaannya)
  • Sifat: persediaannya menurun, lestari, atau meningkat
  • Contoh: air, tumbuhan, tanah, hewan, sinar matahari, angin, dan panas bumi
  • Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui (unrenewable resources)
  • Ciri-ciri:

  • Sumber daya alam yang akan habis karena tidak dapat diproduksi kembali
  • Sifat: secara fisik persediannya akan habis seluruhnya dan persediaan menurun tetapi bisa didaur ulang
  • Contoh: bahan mineral, logam mulia, minyak bumi, batu bara, dan gas alam
  • Sumber daya alam yang tak akan habis (continuous atau flow resources)
  • Ciri-ciri:

  • Sumber daya yang selalu tersedia secara berkelanjutan
  • Sifat: persediaannya tidak terbatas tetapi tidak terpengaruh oleh tindakan manusia dan persediaannya tidak terbatas tetapi terpengaruh oleh tindakan manusia
  • Contoh: energi matahari, energi pasang surut, bentang alam, dan lain – lain
  • Berdasarkan Jenis
  • Sumber daya alam hayati atau biotik yang berasal dari kehidupan (makhluk hidup, misalnya hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme
  • Sumber daya alam nonhayati atau abiotik yang berasal dari benda mati (bukan makhluk hidup), misalnya batuan, tanah, angin, air, dan barang tambang
  • Berdasarkan Penggunaan
  • Sumber daya alam penghasil bahan baku digunakan untuk menciptakan benda lain dengan nilai guna yang lebih tinggi, misalnya hasil hutan dan lain – lain
  • Sumber daya alam penghasil energi digunakan energinya untuk memasak, menggerakkan kendaraan, ataupun mesin industri, misalnya bahan bakar minyak, batu bara, gas alam, dan lain-lain
  • Pemanfaatan Sumber Daya Alam

    Hal yang harus diperhatikan dalam pemanfaatan sumber daya alam, yaitu sebagai berikut.

  • Adanya faktor keterbatasan akan sumber daya alam
  • Penyebaran sumber daya alam tidak merata
  • Sumber daya alam ada yang dapat diperbaharui dan tidak dapat diperbaharui
  • Prinsip Pemanfaatan Sumber Daya Alam

    Pemanfaatan sumber daya alam harus selaras, serasi, dan seimbang dengan fungsi lingkungan hidup. Dalam hal ini diperlukan adanya ekoefisiensi (ekonomi efisiensi) dengan memperhatikan hubungan ekologis untuk mengurangi kerugian bagi keberlangsungan pembangunan maupun ekosistem.

    Adapun prinsip pemanfaatan sumber daya alam adalah sebagai berikut.

  • Selektif
  • Selektif dilakukan dengan membuat perancangan yang matang dalam menggunakan sumber daya alam karena harus sesuai kebutuhan.

  • Kelestarian
  • Sumber daya alam memang digunakan dalam jangka waktu yang panjang sehingga perlu terpelihara kelestariannya.

  • Penghematan
  • Seperti halnya selektif, dalam menggunakan sumber daya alam membutuhkan perancangan yang matang sehingga tidak terjadinya pemborosan yang akan menganggu kuantitas/kualitas dari sumber daya alam.

  • Memperbaharui
  • Adapun kegiatan yang dapat dilakukan untuk memperbaharui sumber daya alam adalah reboisasi, penangkaran hewan/tumbuhan, penanaman ladang secara bergilir, dan pengolahan tanah pertanian yang baik.

    Contoh pemanfaatan sumber daya alampemanfaatan sumber daya alam

    Sumber gambar: medium.com/@aspeninstitute

    1. Bahan tambang

  • Bijih besi: konsentrat besi
  • Timah: kaleng atau kertas timah
  • Seng: lembaran seng untuk atap rumah
  • Intan, emas, dan perak: perhiasan
  • Tembaga: bahan untuk pembuatan kabel dan barang perunggu / kuningan
  • 2. Bahan penghasil energi

  • Minyak bumi: bensin, pelumas, nafta, dan lain-lain
  • Gas alam: LPG (Liquid Petroleum Gas) dan LNG (Liquid Natural Gas)
  • Batu bara: bahan bakar minyak, semen, dan lain – lain
  • 3. Pertambangan Mineral Industri

  • Batu kapur dan batu granit: bahan bangunan
  • Kaolin: bahan untuk membuat keramik
  • Pasir kuarsa: bahan untuk membuat kaca, piring, dan gelas
  • Yodium: obat penyakit gondok
  • Fosfat: bahan bakar industri pupuk
  • Artikel: Sumber Daya AlamKontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI

    Macam - macam Sumber Daya Alam dan Contohnya - GEOGRAFI


    Source : https://www.studiobelajar.com/sumber-daya-alam/

    ✅ Pencemaran Tanah Pengertian Penyebab Dampak Cara Menanggulangi

    Tanah merupakan bagian penting dari lingkungan. Tanah dapat mempengaruhi distribusi spesies tumbuhan dan habitat bagi beberapa organisme. Selain itu, tanah juga turut andil dalam proses hidrologi baik sebagai sumber ataupun tempat penyimpanan air di bumi. Namun sayangnya kondisi tanah pada saat ini sudah banyak yang tercemar.

    Pencemaran tanah didefinisikan sebagai keadaan terkontaminasinya tanah dari polutan yang dapat mempengaruhi karakteristik tanah baik secara fisik, kimia, ataupun biologisnya sehingga mengganggu kehidupan makhluk hidup.

    Penyebab Pencemaran Tanah

    Adapun penyebab terjadinya pencemaran tanah adalah sebagai berikut.

  • Limbah industri
  • Pertanian, misalnya saja penggunaan pestisida, insektisida, dan fungisida yang tidak sesuai dengan ambang batas resisten tanah
  • Kondisi sistem irigasi yang buruk
  • Pengelolaan limbah yang buruk, misalnya membuang limbah ke tempat pembuangan atau badan air tanpa diolah terlebih dahulu
  • Gas beracun yang berasal hujan asam
  • Sedangkan untuk jenis polutannya adalah sebagai berikut.

  • Logam berat: kadmium (Cd), kobalt (Co), kromium (Cr), tembaga (Cu), besi (Fe), merkuri (Hg), mangan (Mn), molybdenum (Mo), nikel (Ni), timbal (Pb), timah (Sn), dan seng (Zn)
  • Pestisida: BHC, DDT, 2,4-D, aldrin, diuron, atrazine, simazine, chlordane, dan 2,3 6-tricholobenzene (TBA)
  • Garam organik: magnesium sulfat dan magnesium klorida
  • Asam anorganik: asam sulfat
  • Jenis-Jenis Pencemaran Tanah
  • Pertanian (Agricultural)
  • Beberapa proses dalam mengolah pertanian turut menjadi faktor dalam terjadinya pencemaran tanah. Meskipun begitu, dampak yang dihasilkan jumlahnya lebih sedikit dibandingkan jenis lainnya. Umumnya penggunaan pupuk untuk menyuburkan tanah, namun nyatanya beberapa pupuk justru merusak tanah. Misalnya saja pupuk yang mengandung ammonium nitrat (Nh4NO3), fosfor (P2O5) dan kalium (K2O). Tentunya pencemaran terjadi apabila penggunaan pupuk kimia yang berlebihan sehingga menjadi racun bagi tanaman. Selain itu ada juga penggunaan pestisida. Kandungan kimia dari kedua bahan tersebut akan mengendap di dalam tanah dan menjadi racun bagi sistem air tanah yang berbahaya apabila digunakan.

  • Limbah Industri (Industrial Waste)
  • Sekitar 90% pencemaran tanah diduga berasal dari limbah industri. Contohnya adalah limbah yang bersifat cair. Banyaknya industri yang tidak mengolah limbahnya dulu, melainkan langsung di buang ke tempat pembuangan ataupun badan air. Dampaknya dapat mengganggu sistem pasokan air layak pakai bagi masyarakat. Selain itu, ada juga limbah yang bersifat padat seperti plastik. Plastik membutuhkan waktu yang lama untuk dapat terurai sehingga diusahakan dapat didaur ulang kembali.

  • Aktivitas Perkotaan (Urban Activities)
  • Sistem drainase dan tempat pembungan sampah menjadi contoh dari aktivitas perkotaan yang dapat merusak tanah. Drainase yang tidak terkontrol dengan baik dapat meningkatkan pencemaran pada limpasan di tanah ataupun dekat sungai. Sedangkan tempat pembuangan sampah yang tidak tepat dapat menyebabkan berbagai jenis bahan kimia dan polutan mengendap di dalam tanah. Kedua hal tersebut berkaitan dengan kualitas air tanah.

    Dampak Pencemaran Tanah

    Adapun dampak yang ditimbulkan dari pencemaran tanah adalah sebagai berikut.

  • Penyakit kulit
  • Penyumbatan otot
  • Gangguan sistem saraf pusat
  • Pencernaan -> keracunan makanan karena menggunakan produk tanaman yang ditanam di tanah tercemar
  • Merusak fungsi hati dan ginjal -> timbal dan merkuri
  • Menurunkan kesuburan tanah -> kadar nutrisi tanah
  • Meningkatkan erodibilitas (kepekaan terhadap erosi) -> akan lebih mudah erosi
  • Menurunkan hasil pertanian -> mengganggu perekonomian
  • Meningkatkan salinitas tanah
  • Kontaminasi air, hal ini dikarenakan adanya zat berbahaya yang masuk ke air tanah dan mencemari limpasan menuju danau, sungai, ataupun laut
  • Hujan asam, meliputi sulfur dan nitrogen yang bercampur dengan oksigen sehingga membentuk natrium dioksida dan sulfur dioksida
  • Cara Menanggulangi Pencemaran Tanah

    Adapun cara menanggulangi pencemaran tanah adalah sebagai berikut.

  • Remediasi, yaitu upaya untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar
  • Pengertian: upaya untuk membersihkan permukaan tanah yang tercemar
  • Meliputi:
  • Remediasi in situ: upaya membersihkan tanah yang tercemar tanpa harus berpindah tempat (tetap di lokasi pencemaran)
  • Remediasi ex situ: menggali tanah yang tercemar dan dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, baru setelah itu dilakukan pembersihan tanah.
  • Bioremediasi: upaya membersihkan tanah dengan bantuan mikroorganisme seperti jamur dan bakteri
  • Pengolahan limbah cair, dilakukan dengan menampung limbah cair hasil rumah tangga atau industri yang kemudian diolah sehingga lebih ramah lingkungan dan tidak berbahaya bagi ekosistem tanah / air.
  • Daur ulang, dilakukan dengan pemisahan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik didaur ulang untuk membuat barang baru seperti kerjainan tangan. Contohnya plastik, botol plastik, gelas, dan lain – lain. Sedangkan sampah organik dapat dijadikan untuk membuat pupuk kompos.
  • Pengurangan penggunaan bahan kimia, hal ini dikarenakan tidak ramah lingkungan. Bahan kimia tersebut dapat diubah dengan bahan organik. Misalnya mengganti jenis bahan bakar yang lebih ramah lingkungan.
  • Pencemaran Lingkungan (Pencemaran Tanah)


    Source : https://www.studiobelajar.com/pencemaran-tanah/

    ✔ Penduduk Pengertian Komposisi Piramida Pertumbuhan Sensus Dsb

    Pengertian Penduduk

    Penduduk adalah individu atau sekumpulan individu yang bertempat tinggal di suatu wilayah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Penduduk meliputi warga asli dan warga asing. Di Indonesia, penduduk memiliki durasi bertempat tinggal minimal 6 bulan ataupun kurang dari 6 bulan dengan tujuan pasti menetap.

    Fenomena penduduk dinamakan dengan antroposfer yang dikaji dalam dua ilmu, yaitu demografi dan ilmu kependudukan. Dalam mengkaji fenomena penduduk harus memperhatikan tiga hal, yaitu sebagai berikut.

  • Periode waktu terjadinya suatu peristiwa penduduk
  • Kelompok penduduk yang mengalami peristiwa tersebut
  • Peristiwa apa yang diukur
  • ilustrasi penduduk

    Sumber gambar: newatlas.com

    Komposisi Penduduk

    Komposisi penduduk adalah susunan atau pengelompokkan penduduk berdasarkan kriteria tertentu. Misalnya saja pengelompokkan dengan menggunakan usia, jenis kelamin, agama, mata pencaharian, pendidikan, dan lain-lain. Namun, pada umumnya komposisi penduduk melihat pada kriteria usia dan jenis kelamin, angkatan kerja, serta rasio ketergantungan. Komposisi penduduk ini digunakan untuk acuan dasar dalam pembentukan kebijakan pembangunan suatu negara.

    1. Komposisi Penduduk Menurut usia dan jenis kelamin
  • Sistem pengelompokkan digambarkan dalam grafik batang secara horizontal
  • Komposisi penduduk dengan menggunakan usia disebut juga sebagai struktur penduduk meliputi:
  • Struktur penduduk muda -> kelompok penduduk dengan usia 15 tahun ke bawah (di atas 35%), sedangkan usia 65 tahun ke atas sedikit (sekitar 3%)
  • Struktur penduduk tua -> kebalikan dari struktur penduduk muda
  • 2. Komposisi Penduduk Menurut angkatan kerja
  • Biasanya 15 tahun ke atas yang aktif melakukan kegiatan ekonomi meliputi:
  • Penduduk yang bekerja
  • Penduduk yang memiliki pekerjaan tapi sementara tidak bekerja
  • Penduduk yang secara aktif sedang mencari pekerjaan
  • Dapat terlebih dahulu mengetahui TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja)
  • TPAK = \frac{Jumlah \: Angkatan \: Kerja}{Jumlah \: Penduduk \: Usia \: Kerja} \times 100 \%

    3. Komposisi Penduduk Menurut Rasio Ketergantungan (Dependency Ratio)
  • Angka perbandingan yang menunjukkan besar beban tanggungan kelompok usia produktif atas kelompok usia tidak produktif
  • Usia produktif meliputi penduduk dengan usia 15 – 64 tahun, sedangkan usia tidak produktif dengan usia di bawah 15 tahun dan di atas 64 tahun
  • rumus rasio ketergantungan penduduk

  • Rendah (< 30)
  • Sedang (30 – 40)
  • Tinggi (>41)
  • Piramida Penduduk

    Piramida penduduk pada dasarnya memiliki definisi yang sama dengan komposisi penduduk menurut usia dan jenis kelamin. Struktur penduduk dibuat dalam grafik secara horizontal yang berbentuk piramida. Dengan adanya piramida penduduk dapat mengetahui perbandingan golongan produktif dan tidak produktif. serta perbandingan jumlah penduduk untuk prediksi di masa depan. Adapun cara dalam membuat piramida penduduk adalah sebagai berikut.

  • Penduduk dibagi jenis kelamin dimana untuk laki – laki berada di sebelah kiri dan perempuan di sebelah kanan
  • Baik golongan laki – laki ataupun perempuan dibagi lagi menurut kelompok umurnya yang biasanya menggunakan interval 5 tahun, misalnya 0 – 4, 5 – 9, 10 – 14, dan seterusnya
  • Berikut ini akan dijelaskan beberapa macam piramida penduduk.

    Piramida Penduduk Muda (Expansive)
  • Angka kelahiran tinggi sedangkan angka kematian rendah -> pertumbuhan penduduk yang cepat
  • Menjelaskan populasi yang masih muda dan berkembang
  • Biasanya merepresentasikan negara berkembang dimana laju kelahiran masih tinggi dan tingkat harapan hidup yang relatif rendah
  • Semakin ke puncak maka semakin sempit -> kohor usia di atasnya pasti lebih sedikit jumlahnya di bandingkan dengan kohor usia di bawahnya
  • Menunjukkan sebagian besar penduduknya berada di kelompok usia di bawah 15 tahun (penduduk tidak produktif)
  • Contoh negara: Indonesia, India, Malaysia, Filipina, Brazil, dan lain – lain
  • Piramida Penduduk Tetap (Stationary)
  • Angka kelahiran tinggi dan angka kematian relatif seimbang
  • Menjelaskan populasi yang sudah tidak berkembang
  • Biasanya merepresentasikan negara maju dimana angka kelahiran rendah dan tingkat harapan hidup tinggi
  • Contoh negara: negara – negara di Eropa Barat
  • Piramida Penduduk Tua (Contrictive)
  • Angka kelahiran dan angka kematian yang rendah -> angka kelahiran menurun dengan cepat
  • Menjelaskan populasi yang tidak berkembang, namun apabila terus terjadi dapat menyebabkan kekurangan jumlah penduduk
  • Biasanya merepresentasikan negara dengan perkembangan tingkat sosial dan ekonomi yang tinggi (negara maju)
  • Menunjukkan penduduk kelompok usia muda lebih sedikit dibanding yang kelompok usia tua
  • Contoh negara: Jepang dan Amerika Serikat
  • piramida penduduk

    Sumber gambar: Boucher, 2016

    Pertumbuhan Penduduk

    Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada periode waktu tertentu dibandingkan dengan waktu sebelumnya. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah angka kelahiran, angka kematian, dan migrasi.

    Apabila kelahiran dapat menambah jumlah penduduk, lain halnya dengan kematian yang mengurangi jumlah penduduk. Sedangkan untuk migrasi bersifat tidak stabil (migrasi masuk dan migrasi keluar). Pertumbuhan penduduk terbagi menjadi beberapa periode, yaitu sebagai berikut.

  • Periode statikk dimana angka kelahiran dan angka kematian yang tinggi
  • Periode pertumbuhan yang cepat dimana angka kelahiran tetap tinggi tetapi angka kematian mulai menurun
  • Periode pertumbuhan mulai turun dimana angka kelahiran turun dan angka kematian stabil hingga mendekati titik terendah
  • Periode stationer dimana angka kelahiran dan angka kematian seimbang
  • Jenis Pertumbuhan Penduduk
  • Pertumbuhan Penduduk Total
  • T = (L – M) + (I – E)

    dengan:

    T = Pertumbuhan pendudukL = Jumlah kelahiranM = Jumlah kematianI = Jumlah imigrasiE = Jumlah emigrasi

  • Pertumbuhan Penduduk Alami
  • T = (L – M)

    dengan:

    T = Pertumbuhan PendudukL = Jumlah KelahiranM = Jumlah Kematian

    Cara Pengambilan Data untuk Jumlah penduduk
  • Sensus Penduduk: pengambilan data penduduk untuk mengetahui jumlah, komposisi, dan karakteristik penduduk di suatu wilayah
  • Registrasi Penduduk: pencatatan identitas penduduk yang dilakukan secara terus menerus oleh pemerintah untuk dijadikan monografi desa
  • Survei Penduduk: seperti sensus yang menggunakan sampel
  • Angka Kelahiran (Fertilitas)
  • A. Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
  • Menunjukkan jumlah kelahiran tiap 1.000 penduduk pada periode tahun tertentu

    CBR = \frac{L}{P} \times K

    dengan:

    L = Jumlah kelahiran selama satu tahunP = Jumlah penduduk pertengahan tahunK = Konstanta (1.000)

  • B. Angka Kelahiran Menurut Umur (Age Specific Birth Rate)
  • Menunjukkan jumlah kelahiran setiap 1.000 wanita golongan umur tertentu pada periode tahun tertentu

    ASBR = \frac{Lx}{Px} \times K

    dengan:

    Lx = Jumlah kelahiran selama satu tahunPx = Jumlah penduduk pertengahan tahunKx = Konstanta (1.000)

    Angka Kematian (Mortalitas)
  • A. Angka Kematian Kasar (Crude Death Rate)
  • Menunjukkan jumlah kematian tiap 1.000 penduduk pada periode tahun tertentu

    CDR = \frac{M}{P} \times K

    dengan:

    M = Jumlah kematianP = Jumlah penduduk pada pertengahan tahunK = Konstanta (1.000)

  • B. Angka Kematian Menurut Umur (Age Specific Death Rate)
  • Menunjukkan jumlah kematian setiap 1.000 penduduk golongan umur tertentu pada periode tahun tertentu

    ASDR = \frac{Mx}{Px} \times K

    dengan:

    Mx = jumlah kematian pada  kelompok umur tertentu dalam setahunPx = Jumlah penduduk pada kelompok umur tertentuK = konstanta (1.000)

    Perpindahan/Mobilitas Penduduk

    Mobilitas penduduk adalah pergerakan atau perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya. Terjadinya mobilitas tentunya menjadi bagian dari proses pembangunan secara keseluruhan. Proses pembangunan terlihat pada perubahan struktur ekonomi dan sosial yang dapat menarik minat penduduk untuk mencari kesejahteraan di tempat lainnya. Mobilitas penduduk meliputi tiga tipe, yaitu (1) migrasi bersifat menetap, (2) sirkuler bersifat sementara, dan (3) ulang alik bersifat pulang pergi dalam 24 jam.

    Migrasi Penduduk

    Migrasi penduduk merupakan perpindahan penduduk dari satu tempat ke tempat lainnya dengan tujuan menetap. Migrasi pendudu terbagi menjadi dua jenis, yaitu migrasi internasional dan migrasi nasional.

    1. Migrasi Internasional

    Migrasi internasinal merupakan perpindahan penduduk dari satu negara ke negara lain. Migrasi internasional terdiri atas dua tipe, yaitu sebagai berikut.

  • Imigrasi: masuknya penduduk ke suatu negara dan menjadi warga negara di negara barunya
  • Emigrasi: keluarnya penduduk dari suatu negara
  • Remigrasi: kembalinya penduduk ke negara asalnya
  • 2. Migrasi Nasional

    Migrasi nasional merupakan perpindahan penduduk dari satu wilayah ke wilayah lain dalam suatu negara. Migrasi nasional terdiri atas dua tipe, yaitu sebagai berikut.

  • Transmigrasi
  • Dari daerah padat penduduk ke daerah yang jarang penduduknya
  • Tujuannya untuk meratakan penyebaran jumlah penduduk dan meningkatkan kesejahteraan penduduk
  • Meliputi: (1) umum dengan biaya ditanggung pemerintah; (2) swakarsa dengan biaya ditanggung pribadi tetapi tanah diberikan oleh pemerintah; (3) bedol desa untuk wilayah yang terkena program proyek pemerintah; dan (4) spontan dengan kemauan sendiri
  • Contoh di Indonesia adalah Provinsi Lampung menjadi salah satu contoh wilayah yang dijadikan tujuan transmigrasi penduduk dari Pulau Jawa
  • Urbanisasi
  • Dari desa ke kota
  • Faktor pendorong meliputi pertambahan penduduk, keterbaasan lapangan pekerjaan, upah kerja masih rendah, dan masih kurangnya fasilitas-fasilitas umum untuk pemenuhan kebutuhan
  • Faktor penarik meliputi kesempatan pendidikan dan pekerjaan yang lebih baik, banyaknya lapangan pekerjaan, fasilitas umum lebih memadai, serta adanya tempat hiburan atau pusat kebudayaan
  • Dampak positif dari urbanisasi hanya dirasakan oleh desa yaitu dengan menurunnya jumlah pengangguran dan meningkatkan taraf hidup
  • Dampak negatif dari urbanisasi dirasakan di desa ataupun kota meskipun lebih besar di kota seperti meningkatnya jumlah pengangguran, meningkatnya tindak kejahatan, dan munculnya permukiman kumuh (urban sprawl)
  • Sensus Penduduk
  • Sensus penduduk didefinisikan sebagai keseluruhan proses pencacahan, pengumpulan, penyusunan, dan penerbitan data demografi, ekonomi, dan sosial yang menyangkut semua orang pada waktu tertentu di suatu wilayah atau negara tertentu.
  • Konsep dari sensus penduduk, meliputi:
  • Pencatatan menyeluruh terhadap semua orang
  • Dilaksanakan pada jangka waktu tertentu -> setiap 10 tahun sekali
  • Mencakup wilayah tertentu
  • Bersifat individual -> data yang diperoleh berasal dari individu
  • Menurut PBB, terdapat beberapa poin penting yang harus ada di data sensus penduduk yaitu sebagai berikut.
  • Geografi dan migrasi penduduk
  • Rumah tangga
  • Karakteristik sosial dan demografi
  • Karakteristik pendidikan
  • Karakteristik ekonomi
  • Sensus de jure, merupakan perhitungan penduduk yang hanya dikenakan pada individu yang bertempat tinggal di daerah atau negara yang bersangkutan. Kesulitan dari sensus ini apabila ada penduduk yang memiliki dua tempat tinggal. Penduduk yang bertempat tinggal di daerah yang bersangkutan selama 9 – 12 bulan dianggap sebagai penduduk tetap.
  • Sensus de facto, merupakan perhitungan penduduk terhadap setiap orang yang pada waktu sensus berada di daerah atau negara yang bersangkutan. Sensus ini lebih sederhana dibandingnya jenis sebelumnya, namun untuk jumlah penduduknya tidak dapat dikatakan valid. Hal ini dikarenakan tidak dapat diketahui secara pasti jumlah penduduk yang sebenarnya.
  • Metode dalam sensus penduduk terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut:
  • House Holder dimana pengisian seluruh daftar pertanyaan dilakukan oleh kepada rumah tangga yang disensus
  • Canvasser dimana petugas sensus yang mengisi daftar pertanyaan sesuai dengan jawaban dari penduduk
  • Kelebihan dari sensus penduduk meliputi:
  • Hasilnya dianggap lebih akuran karena data asli bukan estimasi
  • Sampling error rendah dikarenakan pengambilan data dilakukan secara keseluruhan
  • Hasil sensus dapat digunakan untuk kerangka sampel kegiatan survei
  • Kekurangan dari sensus penduduk meliputi:
  • Membutuhkan waktu yang lama dan dana yang besar
  • Non sampling error lebih besar -> dapat terjadinya kesalahan pada penulisan data, data penduduk yang terlewat atau terhitung ganda
  • Cakupan variabel terbatas karena keterbatasan jadwal sensus
  • Kepadatan Penduduk

    Kepadatan penduduk didefinisikan sebagai jumlah rata – rata penduduk per satuan unit wilayah yang biasanya menggunan satuan km2. Kepadatan penduduk ditentukan oleh beberapa faktor seperti faktor fisiologis wilayah, faktor biologis, serta perkembangan kebudayaan dan teknologi. Adapun macam-macam dari kepadatan penduduk (KP) adalah sebagai berikut.

    1. Kepadatan penduduk aritmatika / umum yang berdasarkan per satuan luas

    KP = \frac{Jumlah \: Penduduk (jiwa)}{Luas \: Wilayah (km^2)}

    2. Kepadatan penduduk fisiologis yang berdasarkan luas lahan pertanian

    KP = \frac{Jumlah \: Penduduk (jiwa)}{Luas \: Lahan \: Pertanian (km^2)}

    3. Kepadatan penduduk agraris yang berdasarkan jumlah petani dan luas lahan pertanian

    KP = \frac{Jumlah \: Penduduk \: Petani (jiwa)}{Luas \: Lahan \: Pertanian (km^2)}

    Artikel: Penduduk – Pengertian, Komposisi, Piramida, Pertumbuhan, Sensus, dsbKontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI


    Source : https://www.studiobelajar.com/penduduk/