Tampilkan postingan dengan label teks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teks. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Januari 2019

➤ Teks Eksposisi Pengertian Ciri Struktur Jenis Kebahasaan Contoh

Pengertian Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang menerangkan suatu pokok persoalan yang dapat memperluas wawasan pembaca. Untuk mempertegas masalah yang disampaikan, biasanya dilengkapi dengan gambar dan data statistik. Tujuannya, agar pembaca mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya. Contohnya:

Sementara itu, Sri Handayani mengungkapkan, anggaran pendidikan yang disiapkan Pemprov NAD dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2002 tergolong besar, yaitu sebesar Rp 1,57 triliun. Di pihak lain, ia menyoroti kecilnya anggaran yang disiapkan Pemprov NAD untuk masalah ketenagakerjaan yang hanya 0,1 persen atau sebesar RP 2,3 Miliar.

Ciri-Ciri Teks Eksposisi

Seperti halnya jenis teks yang lain, teks eksposisi juga memiliki beberapa ciri, antara lain:

  • Bersifat objektif pada pembahasan persoalan dan tidak menggunakan kata atau frasa yang bersifat menarik emosional pembaca sehingga tidak memihak kepada pihak apapun.
  • Bersifat informatif. Artinya, setelah dibaca, pembaca merasa mendapatkan informasi tambahan.
  • Teks memuat fakta. Fakta dapat berisi data berupa angka, misalnya “…tingkat kasus trafficking selama sedekade terakhir…”
  • Menggunakan bahasa baku dengan ragam laras ilmiah dan gaya bahasa yang lugas. Selain itu, tanda baca dan ejaan juga sangat diperhatikan yang ditulis berdasarkan PUEBI.
  • Struktur Teks Eksposisi

    Teks eksposisi memliki struktur tersendiri yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan ulang (reiteration). Dalam soal, pada umumnya, akan disajikan potongan paragraf dan peserta didik diminta untuk mengidentifikasikannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konesep dari ketiga komponen struktur tersebut.

    1. Pernyataan pendapat atau tesis

    Bagian ini berada pada bagian awal teks yang berisi topik yang diangkat oleh penulis. Selain itu, opini dari penulis juga termasuk di dalamnya. Opini ini membuat pembaca untuk memosisikan  diri apakah pro ataupun kontra.

    2. Argumentasi

    Setelah topik diangkat melalui opini, bagian selanjutnya ialah bagaimana opini tersebut didukung dengan argumentasi berdasarkan data dan fakta yang kuat, serta sistematis. Semakin ilmiah data yang diberikan dan dengan penjelasan yang runtun, semakin baik kualitas dari tulisan. Karena itu, bagian ini pada umumnya lebih dari satu paragraf sebab selain data dan fakta, beberapa jenis teks eksposisi memberikan penyajian contoh beserta alasan.

    3. Penegasan ulang

    Bagian ini berada pada paragraf akhir sehingga disebut juga sebagai penutup atau kesimpulan. Tesis disebutkan, tetapi biasanya tidak secara langsung, yaitu dengan menggunakan kata rujukan, seperti “…Pada akhirnya, persoalan tersebut masih menjadi perdebatan…”. Kata tersebut merujuk apa yang diangkat pada bagian tesis.

    Jenis-Jenis Teks Eksposisi

    Berdasarkan pola pengembangan paragrafnya, teks eksposisi terbagi menjadi beberapa bagian, antara lain.

    1. Eksposisi Definisi

    Ekpsosisi ini menjelaskan topik tertentu secara definitif, yaitu memberi penjelasan dengan batasan makna. Contohnya,

    Globalisasi adalah proses ketika dunia menjadi semakin saling terhubung sebagai hasil dari peningkatan perdagangan dan pertukaran budaya secara masif. Globalisasi telah meningkatkan produksi barang dan jasa. Perusahaan yang dimaksud bukan lagi perusahaan nasional tetapi perusahaan multinasional dengan anak perusahaan di banyak negara.

    2. Eksposisi Proses

    Eksposisi yang memaparkan langkah-langkah atau cara melakukan sesuatu atau dalam pembuatan hal tertentu. Contohnya,

    Ketika seseorang menulis teks eksposisi, langkah awalnya adalah menentukan topik yang kemudian dituangkan ke dalam judul. Setelah itu, pernyataan penulis berdasarkan fakta dituangkan ke dalam bagain tesis, yang di dalamnya juga terdapat posisi penulis apakah pro ataukah kontra.

    3. Eksposisi Ilustrasi

    Eksposisi ini bertujuan untuk memberikan gambaran atas suatu ide nyata agar pembaca dapat memahami dengan baik. Penggambaran ini melihat kesamaan sifat dari topik yang satu ke topik yang lain dengan ciri-ciri biasanya terdapat konjungsi seperti atau bagaikan , dan nomina ibarat. Contohnya,

    Salah satu tanda pemanasan global adalah peningkatan suhu udara di bumi. Pada suatu kondisi tertentu, suhu udara di bumi diibaratkan pemanasan mesin kendaraan bermotor. Dampak pemanasan global dapat dirasakan dengan panasnya udara di sekitar kita. Udara yang pada umumnya dirasakan biasa, kini sudah melampaui batas normal. Hal itu seperti halnya mesin motor yang memanas karena dikendarai secara terus-menerus.

    4. Eksposisi Pertentangan

    Eksposisi ini berisi topik yang dijelaskan dari sisi kontradiksi, yang biasanya berhubungan dengan topik yang lain. Ciri-ciri eksposisi pertentangan terletak dari penggunaan konjungsi intrakalimat, seperti tetapi dan sedangkan, ataupun konjungsi antarkalimat, seperti akan tetapi, meskipun demikian, namun, sebaliknya. Contohnya,

    Terdapat keunikan yang sangat menarik dari planet Merkurius. Lama rotasi dan revolusi planet ini berbanding terbalik.  Untuk berevolusi mengitari matahari, Merkurius membutuhkan waktu selama 88 hari. Sebaliknya, untuk berputar pada porosnya, 59 hari adalah waktu yang dibutuhkan oleh planet Merkurius. Perbedaannya sangat mencolok dengan bumi yang hanya membutuhkan waktu 1 hari.

    5. Eksposisi Perbandingan

    Membandingkan antara satu dengan yang lain menjadi ciri dari teks eksposisi ini. Dengan cara demikian, pembahasan suatu persoalan akan lebih jelas daripada hanya dengan berfokus pada persoalan itu sendiri. Contoh:

    Pemerintah telah menyediakan listrik dengan tarif murah. Setiap orang dapat menjadi pelanggan listrik dengan tidak banyak mengeluarkan biaya. Sementara itu, petromaks memerlukan perawatan yang lebih cermat dan banyak menggunakan bahan bakar bila dibandingkan dengan sebuah tenaga pembangkit listrik. Petromaks hanya dapat menghasilkan sebuah sumber terang dan hanya bermanfaat untuk penerangan. Dengan sebuah pembangkit tenaga listrik dapat dihasilkan ribuan, bahkan jutaan watt listrik’ dan bukan hanya dipergunakan untuk penerangan, tetapi juga untuk keperluan-keperluan lain. Listrik terdapat di kota-kota. Petromaks biasanya dipergunakan di tempat-tempat yang tidak ada listrik atau di desa-desa.

    6. Eksposisi Klasifikasi

    Eksposisi ini berfungsi untuk mengelompokkan atau membagi sesuatu ke dalam golongan tertentu. Terdapat dua pola: menyeragamkan ke dalam satu kelompok atau memisahkan ke kelompok lain. Oleh karena itu, dalam membuat teks eksposisi ini dibutuhkan dasar pengklasifikasian yang jelas. Contoh:

    Jurusan sastra Indonesia di Universitas Indonesia terbagi menjadi tiga: linguistik, sastra, dan filologi. Meskipun ketiganya sama-sama mempelajari bahasa Indonesia, perbedaan terletak dari penggolongan minat para mahasiswa. Linguistik menjadi peminatan bagi mahasiswa yang fokus terhadap ilmu tata bahasa. Sementara itu, mahasiswa, yang menaruh perhatian utama pada seni yang mediumnya bahasa, menempatkan sastra sebagai peminatan. Filologi dikhususkan untuk para mahasiswa yang ingin menelusuri bahasa Indonesia klasik yang dipelajari dari naskah-naskah kuno.

    7. Eksposisi Berita

    Ekposisi ini berisi informasi yang biasanya terdapat pada media massa yang bersifat aktual dan faktual. Informasi yang diangkat berupa peristiwa-peristiwa tertentu. Contoh:

    Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia. Manik Margamahendra, menjadi sorotan public setelah aksinya menyatakan secara lantang bahwa DPR adalah singkatan dari “Dewan Penghianat Rakyat”. Aksinya tersebut dilontari dari bentuk protesnya yang mewakili suara para mahasiswa Indonesia yang menolak RKUHAP.

    8. Eksposisi Analisis

    Eksposisi ini berisi pengamatan yang mendalam lalu pada bagian argumentasi dibahas secara bertahap. Contohnya,

    Saya meyakini bahwa adanya pelbagai lembaga bimbingan belajar merupakan bentuk dari gagalnya sistem pendidikan di Indonesia. Hal ini bukanlah tanpa alasan. Pertama, tak sedikit peserta didik yang kalah bersaing dengan para peserta didik lain yang mengikuti bimbel yang dilihat dari segi nilai pada tiap-tiap mata pelajaran yang diampuh.

    Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

    Teks eksposisi memiliki ciri khas tata kebahasaan yang dapat diidentifikasi dari mulai kata hingga kalimat apa yang dipakai. Terdapat 6 kaidah kebahasaan teks eksposisi, antara lain:

  • Menyatakan dan menjelaskan pendapat.Misalnya, “Minum air putih adalah salah satu yang paling esensial di alam tubuh. Hal ini disebabkan selain 2/3 dari tubuh kita adalah air, air juga dapat memenersihkan tubuh dari racun dan menyumbang nutrisi penting ke sel-sel tubuh”
  • Memuat fakta, yang bersumber dari penelitian, yang diperlukan data untuk menyajikan informasi.Misalnya, “Setelah makan berat, biasanya seseorang akan mengonsumsi kudapan ataupun camilan. Hal ini sebenarnya, menurut penelitian di National Institute of Health, bukanlah sebuah kebiasaan buruk, bahkan sebaliknya, sebab dapat menjaga keseimbangan gula dalam tubuh menjelang jadwal makan berat selanjutnya.”
  • Penegasan pendapat berada di bagian penutup, yang bersifat objektif dengan ragam ilmiah dan kalimat efektif.Misalnya, “Seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, dari penjabaran tersebut dapat dikatakan bahwa kalori yang dikandung oleh makanan cepat saji sangat sedikit, sedangkan efeknya sangat buruk bagi kesehatan.”
  • Penggunaan pronomina atau kata ganti. Pronomina adalah kelas kata yang berfungsi untuk mengganti nomina (kata benda) atau frasa nomina.Misal, Ibu sudah pulang ke rumah. Dia sebelumnya telah pergi ke pasar. Kata dia termasuk pronomina dan berfungsi mengganti kata ibu yang merupakan nomina. Pronomina terbagi menjadi dua: pronomina persona dan pronomina nonpersona. Pronomina persona terdiri atas tunggal dan jamak. Berdasarkan sudut pandangnya, pronomina persona terbagi menjadi pronomina orang pertama, kedua, dan ketiga. Sementara itu, pronomina nonpersona, yang digunakan untuk penunjuk (ia, dia, anda, kamu, aku, saudara, -nya, -mu, -ku, si) dan penanya.
  • Penggunaan leksikal.Leksikal adalah salah satu jenis kata yang menunjukkan nomina kata benda, verba kata kerja, adjektiva kata sifat, dan kata keterangan adverbia. Nomina atau kata benda adalah kelas kata dari nama seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, misalnya kebersihan, peraturan, papan tulis, penandatanganan, dsb. Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu perbuatan, keberadaan, atau pekerjaan, misalnya bernapas, melompat, menyatakan, mengemukakan, dsb. Adjektiva adalah kata yang menerangkan keadaan atau sifat, misalnya baik hati, suci, bersih, alim, diam, dsb.
  • Penggunaan konjungsi.Konjungsi atau kata hubung dalam teks eksposisi berfungsi agar argument penulis dapat diperkuat. Misalnya, Seni Didong merupakan salah satu seni tradisi lisan asal masyarakat Gayo, Aceh, yang seyogyanya dilestarikan oleh generasi muda bangsa karena sudah semakin tergerus dengan perkembangan teknologi. Kata yang pada kalimat ini merupakan konjungsi yang berperan sebagai penguat argumen akan kondisi Didong saat ini. Begitu pun kata karena yang berfungsi sebagai penanda alasan kenapa Didong perlu dilestarikan.
  • Contoh Teks EksposisiContoh Teks Eksposisi 1 (Tentang Kesehatan)Pentingnya Meminum Air Putih untuk Kesehatan Tubuhcontoh teks eksposisi tentang kesehatan

    Sumber gambar: pxhere

    Tesis: Salah satu hal yang paling fundamental dalam menjaga kesehatan tubuh adalah meminum air putih sebab banyak manfaat yang diperoleh untuk tubuh.  Meminum air putih sanggup membersihkan segala bentuk toksin dari tubuh , serta memberikan nutrisi pentih ke dalam sel-sel tubuh. Dengan begini, pencernaan terbantu dan tubuh terjaga dari dehidrasi.

    Alasan: Bagian ini termasuk tesis sebab penulis menyatakan posisinya bahwa penting mengonsumsi air putih karena mengandung banyak manfaat.

    Argumen Rata-rata sebanyak delapan gelas air dibutuhkan tubuh per harinya. Tidak hanya sanggup membersihkan tubuh dari unsur-unsur kontaminan, air juga sanggup mengisi tubuh tanpa menambah kalori. Menjaga keseimbangan minum air setelah makan akan membantu dalam proses penurunan badan lebih cepat. Selain itu, minum air putih tiap hari dapat meningkatkan fungsi ginjal. Pada hal ini, ginjal membantu pencernaan dan mempercepat cara tubuh memproses makanan, serta metabolisme tubuh.

    Alasan: Pentingnya mengonsumsi air putih secara rutin diperjelas dengan berbagai alasan.

    Penegasan ulang: Membuat target minum air putih sebanyak delapan hari secara rutin adalah sebuah keharusan sebab banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Selalu bawa air saat mengendari mobil, menonton televisi, meringkuk dengan buku, atau duduk di luar bersama rekan atau kerabat. Dengan begitu, air putih akan terasa banyak manfaatnya di dalam hidup.

    Alasan: Penegasan kembali terletak pada kalimat akhir yang menyatakan air putih banyak manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

    Contoh Teks Eksposisi 2 (Tentang Pendidikan)Pentingnya Bahasa Inggris

    Tesis: Waktu luang yang dihabiskan hanya untuk menonton televisi sama dengan menghabiskan waktu berharga yang lebih baik dapat dihabiskan dalam kegiatan yang bermanfaat dan sehat, seperti berolahraga atau membaca. Selain itu, hanya menonton televisi juga berarti menghabiskan waktu yang seharusnya dapat digunakan bersama keluarga. Selain itu, dibandingkan dengan hanya menonton televisi, banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat, seperti bersosialisasi dengan lingkungan sekitar ataupun melakukan hobi.

    Alasan: Penulis memosisikan  dirinya dengan asumsi bahwa waktu luang yang digunakan untuk menonton telvisi adalah kegiatan yang sia-sia.

    Argumen: Televisi adalah salah satu media yang efektif, yang digunakan untuk menyebarkan segala bentuk produk. Anak-anak yang menonton televisi tanpa adanya pengawasan menyebabkan pengaruh yang buruk, seperti adegan-adegan dewasa ataupun iklan-iklan yang dapat menjadikan seseorang untuk menjadi konsumtif. Iklan dan film cerita yang disajikan dengan menarik sangat memengaruhi pikiran sehingga memengaruhi perilaku seseorang, terlebih anak-anak.

    Alasan: Penulis menjelaskan bahwa televisi mengandung pengaruh yang buruk yang mendukung tesisnya.

    Penegasan Kembali: Televisi adalah salah satu sarana rekreasi, tetapi penggunaannya yang berlebihan dapat merusak kesehatan fisik dan mental seseorang. Waktu luang sangat berharga, jika hanya dihabiskan untuk menonton televisi hanya akan berujung pada hal yang sia-sia dan tidak menguntungkan pada masa yang akan datang. .

    Alasan: Penulis menegaskan kembali efek negatif dari menonton televisi, seperti halnya pada bagian tesis.

    Kontributor: Adip Prasetyo, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Jenis-jenis Majas
  • Unsur Intrinsik Cerpen
  • Kalimat Majemuk
  • Teks Eksposisi : Pengertian,Ciri-ciri,Metode,Struktur,Contoh


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-eksposisi/

    ✔ Teks Eksplanasi Pengertian Ciri Struktur Kaidah Kebahasaan Contoh

    Teks eksplanasi merupakan teks yang menjelaskan sebab akibat suatu fenomena, baik itu peristiwa alam, ilmu pengetahuan, sosial, budaya, dan lainnya. Teks eksplanasi berisi fakta yang dapat menjawab pertanyaan tentang “bagaimana” dan “mengapa” suatu fenomena terjadi.

    Oleh sebab itu, tujuan utama teks eksplanasi adalah untuk memaparkan proses dan sebab terjadinya suatu fenomena. Penjelasan yang dipaparkan dalam teks eksplanasi berdasarkan bidang keilmuan (bersifat ilmiah) yang mengacu pada fakta, realita, teori, dan hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.

    Struktur teks eksplanasi

    Teks eksplanasi tersusun atas suatu struktur yang memudahkan kita dalam memahami isi teks. Adapun struktur teks eksplanasi adalah sebagai berikut.

  • Pernyataan umum
  • Bagian ini menjelaskan mengenai latar belakang dan tinjauan umum topik yang dapat berupa definisi, klasifikasi, sejarah, dan asal usul. Bagian dalam teks ini berupa gambaran secara umum tentang apa, mengapa, dan bagaimana proses peristiwa alam terjadi.

  • Deretan penjelas
  • Pada bagian ini berisi perincian proses atau sebab terjadinya suatu fenomena yang juga mencakup akibat dan dampak yang ditimbulkan.

  • Interpretasi
  • Bagian ini berisi penafsiran penulis mengenai topik dengan perspektif tertentu yang lebih luas dan menyeluruh, serta menjelaskan korelasi peristiwa yang menyertainya.

  • Simpulan
  • Pada bagian akhir teks terdapat tanggapan penulis dalam menyikapi fenomena berupa pernyataan reflektif yang bersifat umum.

    Ciri-ciri Teks Eksplanasi

    Pembahasan dalam teks eksplanasi menggunakan konteks ilmiah melalui pemaparan sejarah, definisi, klasifikasi, dan kebiasaan. Informasi tersebut dapat berupa fakta-fakta empiris, data statistik, dan rangkaian peristiwa yang menjelaskan korelasi antaraspek dan antarperistiwa dalam teks. Berikut ciri-ciri atau karakteristik teks eksplanasi yang dapat memudahkan kita untuk membedakan antara teks eksplanasi dengan teks lainnya.

    Fenomena yang dijelaskan dalam teks eksplanasi berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta, realita, teori, dan penelitian. Penjelasan tersebut dapat berupa sejarah, klasifikasi, atau definisi.

    Penjelasan fenomena dalam teks eksplanasi bersifat logis dan teoretis.

    Penjelasan dalam teks dapat disertai argumen yang bersifat objektif dengan didukung teori yang relevan, sehingga dapat pula dijadikan rujukan yang valid.

    Teks eksplanasi tidak bertujuan memengaruhi pembaca, tetapi memaparkan fakta berdasarkan bidang keilmuan.

    Teks eksplanasi menjelaskan proses yang alami, tidak disadari, dan melalui jangka waktu yang panjang.

    Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

    Teks eksplanasi menjelaskan secara ilmiah proses dan sebab terjadinya suatu fenomena dengan menggunakan ragam bahasa baku yang bersifat universal. Pemaparan informasi dalam teks eksplanasi mudah dimengerti pembaca umum atau tidak terbatas pada kalangan tertentu saja. Oleh sebab itu, penulisan dan penggunaan kata dalam teks eksplanasi harus sesuai dengan PUEBI. Berikut ciri kaidah kebahasaan teks eksplanasi.

    Kata ini digunakan untuk menjelaskan definisi kata, istilah, atau konsep yang berkaitan dengan suatu fenomena. Misalnya, merupakan dalam kalimat Indonesia merupakan negara kepulauan.

    Kata ini kerap digunakan pada bagian deretan penjelas, sebab bertujuan menjelaskan sebab dan proses, sehingga subjek (fenomena) berperan sebagai tujuan dari suatu perbuatan atau peristiwa tertentu.

    Konjungsi yang digunakan menjelaskan hubungan sebab akibat dan hubungan kronologi terjadinya suatu fenomena. Misalnya, jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.

    Kata ini digunakan untuk menjelaskan waktu terjadinya suatu fenomena.

    Istilah ilmiah yang sesuai konteks kerap digunakan untuk memperjelas definisi, hubungan sebab akibat, ataupun kronologi terjadinya suatu fenomena.

    Subjek yang dijelaskan menggunakan kata ganti benda (nonpersona), seperti itu, ini, dan tersebut. Teks eksplanasi juga hanya fokus pada hal umum, seperti gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.

    Menulis Teks Eksplanasi

    Dalam membuat teks eksplanasi, kita dapat menggunakan dua pola pengembangan, yaitu pola pengembangan sebab akibat dan pola pengembangan proses. Berikut langkah-langkah menulis teks eksplanasi.

  • Menentukan topik yang menarik
  • Tentukan fenomena alam, sosial, atau budaya yang ingin kamu sajikan. Misalnya proses terjadinya pasang surut air laut.

  • Membuat rancangan kerangka/teks
  • Buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks eksplanasi, yaitu identifikasi fenomena, penggambaran rangkaian kejadian, dan ulasan.

  • Mengumpulkan referensi
  • Cantumkan fakta dan data yang kamu kumpulkan pada bagian penggambaran rangkaian kejadian.

  • Mengembangkan teks
  • Kembangkan kerangka karangan hingga menjadi teks eksplanasi yang utuh.

  • Menyunting teks
  • Periksa dan baca kembali teks yang telah kamu buat. Suntinglah jika ada ada kalimat yang tidak sesuai atau kesalahan dalam penulisan.

    Contoh Teks EksplanasiContoh Teks Eksplanasi 1 dan Pembahasan

    Bacalah contoh teks eksplanasi berikut untuk memudahkanmu dalam memahami karakteristik teks eksplanasi.

    Candi Borobudurcontoh teks eksplanasi tentang candi borobudur

    Sumber gambar: lonelyplanet.com

    Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa. Candi ini dibangun pada tahun 824 M, yaitu masa Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Kini, Candi Borobudur menjadi tempat ziarah umat Buddha dari berbagai negara seperti China, India, Tibet, dan Kamboja.

    Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha. Selain itu, ada pula 2672 panel relief yang jika disusun berjajar bisa mencapai 6 km.

    Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran. Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910. Kemudian dengan bantuan UNESCO, restorasi kedua dilaksanakan pada bulan Agusutus 1913 sampai tahun 1983. Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.

    Dapatkah kamu memahami dan mengidentifikasi isi teks tersebut? Mengapa teks tersebut termasuk ke dalam teks eksplanasi? Teks tersebut termasuk teks eksplanasi karena menjelaskan suatu peristiwa, yaitu terbentuknya Candi Borobudur. Berikut penjelasannya berdasarkan struktur dan ciri-ciri teks eksplanasi.

    Berdasarkan strukturnya, teks eksplanasi diawali dengan pernyataan umum. Pada teks tersebut, di awal paragraf dijelaskan secara umum mengenai Candi Borobudur.

    “Candi Borobudur merupakan bangunan bersejarah Buddha terbesar di Dunia. Candi Borobudur sudah dibangun jauh sebelum Angkor Wat di Kamboja dan katedral-katedral agung di Eropa.”

    Kemudian, teks dilanjutkan dengan deretan penjelas yang berisi perincian bentuk dan hal yang terjadi pada Candi Borobudur.

    “Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”

    “Pada 1814, Sir Thomas Stamford Raffles menemukan Candi Borobudur dalam kondisi rusak. Ia mengusulkan agar candi tersebut dibersihkan dan dilakukan pemugaran.”

    Teks pun ditutup dengan bagian interpretasi/penafsiran dan simpulan dari pertanyaan utama, yaitu mengapa Candi Borobudur menjadi warisan dunia.

    “Pada 1991, Borobudur ditetapkan sebagai warisan dunia. Keindahan dan kemegahan Candi Borobudur menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Candi Borobudur juga menjadi salah satu destinasi wajib jika berkunjung ke Yogyakarta.”

  • Ciri-ciri teks eksplanasi
  • Fenomena yang dijelaskan dalam teks tersebut berdasarkan konteks ilmiah, yaitu berupa fakta tentang terbentuknya suatu candi yang megah sejak ratusan tahun lalu. Teks tersebut juga bersifat logis atau masuk akal dan objektif dengan didukung teori yang relevan. Hal ini dibuktikan dengan adanya keterangan waktu dan tempat.

    “Candi Borobudur berada di Jawa Tengah, di puncak bukit dengan pemandangan di sekitarnya berupa sawah-sawah yang subur dan bukit-bukit. Luas candi Borobudur adalah 123 x 123 m3 yang tersusun atas 1 stupa induk, 72 stupa terawang, dan 504 patung Buddha.”

    “Proyek restorasi Borobudur pun dimulai dari tahun 1905 sampai tahun 1910.”

    Teks tersebut juga memaparkan suatu fenomena berdarkan fakta dengan tujuan menambah pengetahuan pembaca. Fenomena tersebut juga terjadi secara alami dan melalui jangka waktu yang panjang. Oleh sebab itu, teks tersebut tidak berusaha memengaruhi pembaca dan menjelaskan suatu proses yang alami.

    Contoh Teks Eksplanasi 2

    Bacalah teks berikut dan jelaskan mengapa teks tersebut merupakan teks eksplanasi dengan menganalisis ciri-ciri dan strukturnya.

    Fluktuasi Industri Batik Indonesia

    Industri batik di Indonesia tersebar di beberapa daerah di Pulau Jawa yang kemudian menjadi nama dari jenis-jenis batik, seperti batik Pekalongan, batik Yogyakarta, dan batik Cirebon. Setiap batik di daerah tersebut memiliki kekhasan motif masing-masing. Misalnya, batik Pekalongan dikenal dengan motif flora dan fauna yang berwarna-warni, serta desainnya tidak terpaku dengan pakem, seperti pada batik Solo dan Yogyakarta.

    Saat ini, industri batik mengalami fluktuasi. Tidak ada industri batik yang dapat bertahan secara terus menerus. Walaupun sempat maju dan berkembang pesat pada tahun1970-an, beberapa industri batik di Jawa mengalami penurunan produksi. Di Yogyakarta misalnya, unit usaha batik tersisa 400 dari yang sebelumnya 1.200 unit. Hal yang sama terjadi di Kabupaten Gunug Kidul, unit usaha batik tulis hanya tersisa 8 unit dari sebelumnya mencapai 107 unit. Akan tetapi, situasi industri batik Pekalongan menunjukkan kenaikan dari tahun-tahun sebelumnya. Terdapat 1.719 unit usaha batik yang tersebar di tiga kecamatan.

    Permasalahan yang dihadapi industri batik di antaranya adalah perkembangan teknologi tekstil yang semakin pesat. Selain itu, kurangnya bahan baku juga ikut memengaruhi produksi batik. Pengusaha batik harus mengimpor bahan baku yang dibutuhkan sehingga biaya produksi jadi meningkat. Peningkatan biaya produksi tersebut berdampak pula pada peningkatan harga jual, sehingga pengusaha terpaksa mengurangi jumlah produksi.

    Artikel: Teks Eksplanasi – Pengertian, Ciri, Struktur, & ContohKontributor: “Kontributor: Nidia Rahma, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Penulisan Daftar Pustaka
  • Macam-macam Majas
  • Unsur Intrinsik Cerpen
  • Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, Kaidah kebahasaan, Contoh Teks Eksplanasi


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-eksplanasi/

    Sabtu, 26 Januari 2019

    ➥ Teks Prosedur Pengertian Ciri Struktur Contoh Sederhana Kompleks

    Pengertian teks prosedur

    Teks prosedur adalah teks yang berisi langkah-langkah atau tahapan yang harus dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Teks ini diklarifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu teks yang memuat cara penggunaan alat, benda, atau sejenisnya, teks yang memuat cara melakukan suatu aktivitas, dan teks yang berisi kebiasaan atau sifat tertentu.Teks prosedur bertujuan untuk membantu seseorang memahami bagaimana cara melakukan atau membuat sesuatu dengan tepat.

    Ciri-ciri Teks Prosedur

    Teks prosedur dapat dengan mudah dibedakan dengan jenis teks lainnya. Berikut merupakan ciri-ciri teks prosedur:

  • Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf.
  • Teks prosedur umumnya berbentuk poin-poin yang berisikan langkah-langkah kegitan. Setiap poin berkaitan dan menunjukan urutan langkah yang harus dilakukan. Namun, ada pula teks prosedur yang berbentuk paragraf dan tidak menggunakan angka sebagai urutan. Teks ini terkadang dapat menyerupai teks narasi karena menggunakan konjungsi temporal.

  • Menggunakan kalimat saran dan larangan.
  • Kalimat saran dalam teks prosedur bertujuan untuk mengarahkan seseorang melakukan sesuatu agar mendapatkan hasil yang lebih baik. Begitupula dengan kalimat larangan, yaitu agar seseorang tidak melakukan langkah yang salah.

  • Disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail
  • Teks prosedur berisi langkah-langkah yang sistematis dan runut. Setiap langkah juga dijelaskan secara detail agar pembaca dapat memahami langkah yang akan dilakukan.

  • Berisi informasi yang bersifat objektif.
  • Tek prosedur berisi informasi yang bermanfaat untuk semua orang. Informasi yang disampaikan juga bersifat objektif, berdasarkan percobaan, atau analisis, bukan khayalan penulis.

  • Terdapat bilangan urutan atau angka yang menunjukan urutan/langkah prosedur.
  • Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa teks prosedur dibuat menggunakan tahapan. Umumnya ditulis menggunakan angka, tetapi untuk teks yang berupa paragraf akan terdapat urutan langkah yang ditunjukkan dengan kata seperti, pertama, kedua, ketiga, dan seterusnya.

    Kaidah kebahasaan Teks Prosedur
  • Menggunakan kata kerja perintah (imperatif).
  • Kata kerja imperatif merupakan kata kerja yang dibentuk dengan akhiran –kan, -i, dan partikel –lah. Kalimat ini digunakan untuk meminta atau melarang seseorang untuk dan tidak melakukan suatu hal. Contohnya, siapkan, hindari, dan panaskan.

  • Menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan topik bahasan.
  • Kata teknis atau istilah yang digunakan dalam teks prosedur berkaitan dengan isi teks yang dibahas. Misalnya, dalam teks prosedur dengan judul “Manfaat jamur untuk kesehatan”, istilah yang digunkan di antaranya nutrisi, protein, osteoporosis, dll.

  • Menggunakan kata penguhubung (konjungsi) temporal.
  • Merupakan kata hubung yang menjelaskan hubungan waktu dari dua hal atau peristiwa yang berbeda, serta bersifat kronologis. Misalnya, kemudian, selanjutnya, setelah itu, dan lalu.

  • Menggunakan kalimat persuasif.
  • Kalimat persuasif adalah kalimat yang bersifat membujuk seseorang untuk melakukan suatu tindakan. Contoh, “Marilah menjaga kesehatan dengan rajin berolahraga.”

  • Menggunakan gambaran terperinci tentang benda dan alat yang dipakai.
  • Di awal teks prosedur akan dijelaskan material yang akan digunakan dalam teks tersebut, termasuk ukuran, jumlah, dan warna. Hal ini, terutama dalam teks prosedur berupa resep dan petunjuk penggunaan alat. Misalnya, 500 gram daging sapi, 1000 ml santan, dan 6 siung bawang putih.

  • Verba material dan tingkah laku.
  • Verba material adalah sesuatu yang mengacu pada tindakan fisik seperti haluskan bumbu, tuangkan santan, dan tindakan lainnya. Verba tingkah laku adalah tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.

    Macam-macam Teks Prosedur1. Teks prosedur sederhana

    Teks ini berisi langkah-langkah yang sederhana, umumnya terdiri atas 2 hingga 4 langkah. Contohnya prosedur mengoperasikan setrika, menyalakan komputer, dan menyalakan TV. Berikut merupakan contoh teks prosedur sederhana tentang membuat keranjang.

    Membuat Keranjang dari Koran Bekas

    Barang bakas dapat digunakan untuk membuat berbagai kerajinan yang bermanfaat dan juga memiliki nilai jual. Misalnya membuat keranjang dari koran bekas. Bahan yang dibutuhkan di antaranya koran, gunting, dan tali. Berikut cara membuatnya:

  • Siapkan koran bekas dalam jumlah banyak.
  • Potong koran bekas secara memanjang dengan ukuran yang sama.
  • Lipat memajang potongan koran tersebut.
  • Susun lipatan koran seperti menganyam sampai berbentuk keranjang.
  • 2. Teks prosedur kompleks

    Teks prosedur kompleks terdiri atas banyak langkah yang setiap langkahnya berkaitan dengan langkah lainnya. Contohnya, prosedur pembuatan KTP ataupun mendaftar sekolah. Berikut contoh teks prosedur kompleks, yaitu cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

    Mencuci Pakaian Menggunakan Mesin Cucicontoh teks prosedur tentang menggunakan mesin cuci

    Sumber gambar: ikea.com

    Mencuci pakaian merupakan rutinitas yang biasa dilakukan sehari-hari. Jika dahulu mencuci pakaian menggunakan tangan, kini kita dapat menggunakan mesin cuci. Namun, tidak semua orang tahu cara mengoperasikan mesin cuci. Berikut cara mencuci pakaian menggunakan mesin cuci.

  • Letakkan pakaian yang akan dicuci ke dalam tabung mesin cuci. Jika mesin cucimu memiliki dua tabung, letakkan pada sisi tabung yang lebih besar.
  • Isi air secukupnya sesuai banyaknya baju yang akan dicuci.
  • Masukan detergen dan pewangi pakaian pada tempatnya.
  • Putar tombol ke arah waktu 10 menit. Tabung mesin cuci pun akan bergerak memutari dan mengaduk cucian.
  • Setelah mesin berhenti, buang air cucian dengan memutar tombol ke arah “drain”.
  • Setelah pembuangan air selesai, ulangi proses di atas sekali lagi agar pakaian bersih, serta bebas dari kotoran dan busa detergen.
  • Buka penutup mesin cuci dan pindahkan kain ke tabung yang lebih kecil.
  • Putar tombol ke arah waktu 5 menit untuk mengeringkan pakaian.
  • Jemur pakaian yang telah dikeringkan.
  • Tidak semua mesin cuci memiliki cara yang sama. Beberapa mesin cuci hanya perlu menekan beberapa tombol, lalu mesin cuci akan bekerja sendiri hingga proses pengeringan.

    Struktur Teks Prosedur1. Pengantar atau pembuka

    Teks prosedur umumnya diawali dengan judul, yang merupakan inti dari kegiatan yang akan dilakukan. Kemudian, dilanjutkan bagian pengantar berupa kalimat interogatif sebagai pembuka teks sebelum masuk ke topik yang dibahas. Pada bagian ini juga dijelaskan tujuan dari pembuatan teks prosedur atau hasil akhir yang akan dicapai dalam melakukan tahapan-tahapan pada teks prosedur. Bagian pengantar dan pembuka ini bersifat tentatif, sehingga tidak selalu ada dalam tiap teks prosedur.

    2. Material

    Pada bagian ini berisikan bahan-bahan, alat-alat, atau material yang diperlukan dalam melakukan kegiatan ataupun membuat sesuatu. Contohnya dalam teks membuat makanan, akan dijelaskan bumbu dan bahan apa saja yang akan digunakan. Kemudian, dalam teks prosedur cara melakukan sesuatu akan dijelaskan alat-alat yang perlu disiapkan sebelum mulai melakukan kegiatan.

    3. Langkah-langkah

    Bagian ini berisikan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memperoleh hasil sesuai dengan tujuan teks prosedur. Tahapan ini harus dilakukan secara runut dan tidak boleh ada tahapan yang terlewat ataupun tertukar.

    4. Simpulan

    Setelah selesai melakukan kegiatan sesuai tahapan, di akhir teks prosedur terdapat simpulan kegiatan. Bagian ini berupa kalimat atau paragraf yang menjelaskan hasil yang didapat setelah melakukan setiap langkah kegiatan. Pada bagian ini juga terdapat saran dan tanggapan penulis terhadap kegiatan yang telah dilakukan.

    Mengidentifikasi Teks Prosedur

    Bacalah teks prosedur berikut untuk membantu kamu memahami ciri-ciri teks prosedur.

    Menyampul Buku Sekolah

    Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan. Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku. Berikut cara menyampul buku yang benar.

  • Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah.
  • Buatlah dua irisan berbentuk segitiga di tengah-tengah sisi panjang tepian sampul kertas atau tepat pada bagian punggung buku.
  • Lipatlah sisa sampul ke dalam sehingga membungkus setiap tepi buku. Lanjutkan pada ketiga sudut lainnya.
  • Lipatkan setiap tepian sudut sampul ke dalam agar sampul tidak mudah terlepas.
  • Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas.
  • Setelah selesai pada satu sisi, tutuplah bukumu dan tekan agar lipatan semakin rapat. Lalu, ulangi pada sisi lainnya.
  • Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman.
  • Teks tersebut merupakan teks prosedur karena memenuhi ciri-ciri dan struktur teks prosedur. Berikut ciri-ciri teks perosedur dan kaidah bahasa yang digunakan berdasarkan teks “Menyampul Buku Sekolah”

  • Berisi langkah-langkah kegiatan yang dapat berupa poin-poin ataupun paragraf.
  • Teks tersebut berupa poin-poin kegiatan yang ditunjukkan dengan menggunakan angka-angka. Setiap langkah kegiatan saling berkitan dan dibuat secara runut.

  • Menggunakan kalimat saran dan larangan.
  • “Kamu juga dapat memberikan selotip pada setiap lipatan agar sampul tidak mudah terlepas”

  • Teks disusun secara sistematis dan dijelaskan secara detail mengenai tiap tahapan.
  • Berisi informasi yang bersifat objektif.
  • Teks prosedur ini bermanfaat untuk siswa sekolah sebagai panduan untuk menyampul buku sekolahnya agar tidak cepat kotor atau rusak.

  • Menggunakan kata kerja perintah (imperatif), di antaranya lipatlah, letakkan, tutuplah, dan namai.
  • Menggunakan kata penguhubung (konjungsi) temporal, seperti lalu.
  • Menggunakan kalimat persuasif.
  • “Namai bukumu agar tidak tertukar dengan teman.”

  • Menggunakan verba material dan tingkah laku, seperti lipatlah kertas dan tutuplah bukumu.
  • Kemudian, berikut analisis struktur teks prosedur dari teks “Menyampul Buku Sekolah”.

    A. Pengantar atau pembuka

    Pengantar dari teks prosedur tersebut terdapat di awal paragraf. Penulis menjelaskan tujuan dari kegiatan yang akan dilakukan.

    “ Buku perlu disampul agar tidak terkena noda atau kotor saat belajar. Selain itu, buku yang disampul akan terlihat lebih rapi. Kamu dapat menggunakan sampul yang berwarna-warni agar belajar menjadi lebih menyenangkan.”

    B. Material

    Pada teks tersebut, material atau peralatan yang akan digunakan dijelaskan di awal paragraf pada kalimat ke empat.

    “Bahan-bahan yang perlu disipkan untuk menyampul buku di antaranya selotip, gunting, dan kertas sampul yang sesuai dengan ukuran buku.”

    C. Langkah-langkah

    Tahapan kegiatan disusun menggunakan angka, yaitu dari langkah 1) hingga 7).

  • Lipatlah kertas menjadi dua bagian dan letakkan buku di tengah-tengah.
  • Buatlah … (dan seterusnya)
  • Apakah kamu sudah memahami ciri-ciri dan struktur teks prosedur? Bacalah kedua contoh teks prosedur berikut, kemudian analisislah ciri-ciri dan strukturnya.

    Contoh Teks Prosedur 1: Membuat Layang-layangLayang-layang

    Layang-layang merupakan salah satu mainan anak-anak yang masih kerap dimainkan hingga saat ini. Cara membuat layang-layang cukup mudah serta bisa dibuat dengan alat dan bahan yang sederhana. Bahan yang dibutuhkan antara lain bambu tipis, kertas minyak, lem kertas, benang, pisau, dan gunting. Cara membuatnya adalah sebagai berikut.

  • Buatlah kerangka layangan dengan dua buah bambu yang sudah disiapkan.
  • Letakkan bambu dengan menyilang dan seimbang antara panjang bagian kanan dan kirinya.
  • Ikat bambu tersebut menggunakan benang pada setiap bagian.
  • Guntinglah kertas minyak sesuai kerangka layang-layang dan tempelkan.
  • Hiaslah layang-layang sesuai yang kamu inginkan.
  • Contoh Teks Prosedur 2: Membuka Rekening BankProsedur Membuka Rekening Bank
  • Siapkan fotokopi kartu identitas KTP atau SIM
  • Siapkan fotokopi kartu keluarga
  • Siapkan uang setoran Anda
  • Pergilah ke bank yang diinginkan dan ambil nomor antrean dan formulir permohonan pembukaan rekening.
  • Isilah formulir permohonan tersebut sesuai arahan sesuai dengan data diri Anda.
  • Semua formulir yang telah terisi, ditandatangani di atas materai. Anda dapat membeli materai di petugas apabila tidak membawa.
  • Setelah nomor antrean Anda dipanggil, serahkan formulir permohonan pembuka rekening yang telah kamu isi kepada petugas.
  • Kemudian, tunggulah petugas memproses buku rekening dan ATM Anda.
  • Kontributor:  Nidia Rahma, S.Hum.Alumni Sastra Indonesia FIB UI

    Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Cara Menulis Daftar Pustaka
  • Resensi
  • Ciri-ciri dan Contoh Pantun
  • Tutorial membuat presentasi dengan power point


    Source : https://www.studiobelajar.com/teks-prosedur/