Sel tumbuhan yang telah terdiferensiasi akan berkelompok membentuk jaringan sesuai dengan bentuk dan fungsinya. Pengelompokan jaringan tumbuhan didasarkan pada bentul sel, letak, fungsi, asal, serta tingkat perkembangannya. Berdasarkan hal-hal tersebut, jaringan pada tumbuhan meliputi jaringan meristem dan jaringan permanen.
Ciri-ciri Jaringan Tumbuhan
Jika dibandingkan dengan jaringan hewan, jaringan tumbuhan memiliki ciri yang jelas terlihat berbeda apabila dilihat dari beberapa aspek, yaitu :
Jaringan TumbuhanJaringan HewanSel penyusunTerdiri dari sel hidup dan sel matiTerdiri dari sel hidup sajaEnergi yang dibutuhkanLebih sedikit dibandingkan jaringan hewanLebih banyak dibandingkan jaringan tumbuhanJenis nutrisi/makananDidapatkan dari hasil fotosintesis sendiri (autotrof)Didapatkan dari luar (heterotrof)PertumbuhanMemiliki pertumbuhan yang tak terbatasMemiliki pertumbuhan yang terbatasPeranMemberikan dukungan mekanisMemberikan dukungan gerakanJenis jaringan
Jaringan epidermis
Jaringan parenkim
Jaringan penyokong
Jaringan pengangkut
Jaringan epitel
Jaringan ikat
Jaringan otot
Jaringan saraf
Fungsi Jaringan pada Tumbuhan
Melindungi bagian tubuh tumbuhan.
Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
Memperkuat tubuh tumbuhan.
Membantu mengedarkan sari-sari makanan atau zat-zat yang terdapat pada tumbuhan ke seluruh tubuhnya.
Membantu menyimpan cadangan makan pada tumbuhan.
Mendukung segala aktivitas tumbuhan.
Struktur Jaringan Tumbuhan1. Jaringan Meristem
Jaringan meristem tersusun atas sekelompok sel yang tetap dalam masa pertumbuhan dan terus-menerus akan membelah.
Ciri-ciri jaringan meristem adalah sebagai berikut :
Tersusun atas sel-sel muda yang sedang dalam fase pembelahan dan pertumbuhan.
Umumnya tidak ada ruang antarsel.
Bentuk sel bulat, lonjong, atau poligonal dengan susunan dinding sel yang tipis.
Masing-masing sel kaya akan sitoplasma dan mengandung satu atau lebih dari satu inti sel.
Berdasarkan cara terbentuknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
Promeristem, telah ada ketika tumbuhan masih dalam masa embrio.
Meristem primer, jaringan yang aktif membelah, terdapat pada ujung batang, ujung akar, dan kuncup tumbuhan dewasa. Menyebabkan pertambahan panjang tumbuhan.
Meristem sekunder, terbentuk dari jaringan meristem primer. Menyebabkan pertambahan besar tubuh tumbuhan.
Berdasarkan letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi tiga, yaitu :
Meristem apikal, terdapat di ujung akar dan ujung batang tumbuhan. Menghasilkan pertambahan tinggi dan panjang tumbuhan (pertumbuhan primer).
Meristem lateral, berada sejajar dengan lingkaran ditemukannya organ. Menghasilkan pertumbuhan sekunder.
Meristem interkalar, terdapat diantara ruas-ruas batang menghasilkan pertambahan panjang pada ruas-ruas batang.
2. Jaringan Permanen
Jaringan meristem baik yang merupakan primer atau sekunder akan berdiferensiasi menjadi jaringan permanen. Nantinya, jaringan permanen tidak tumbuh dan memperbanyak diri lagi.
Berdasarkan fungsinya, jaringan permanen dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu jaringan epidermis, jaringan parenkim, jaringan penyokong (kolenkim dan sklerenkim), jaringan pengangkut (xilem dan floem), dan jaringan gabus.
Macam-macam Jaringan Tumbuhan1. Jaringan Epidermis (Jaringan Pelindung)
Merupakan jaringan terluar yang menutupi seluruh permukaan tubuh tumbuhan.
Ciri-ciri jaringan epidermis :
Bentuk sel seperti balok.
Umumnya terdiri dari satu lapisan.
Terletak pada lapisan paling luar.
Tidak berklorofil kecuali pada sel penjaga stomata.
Tersusun atas sel-sel hidup.
Dinding sel bagian luar yang berbatasan dengan udara mengalami penebalan
Berfungsi untuk melindungi jaringan lainnya.
2. Jaringan Parenkim (Jaringan Dasar)
Merupakan jaringan yang terbentuk dari meristem dasar dan memiliki bentuk serta fungsi yang bervariasi.
Ciri-ciri jaringan parenkim :
Sususan sel tidak rapat.
Tidak selalu berkloroplas.
Tersusun atas sel-sel hidup.
Letak inti sel mendekati dasar sel.
Mampu bersifat meristematik karena dapat membelah diri.
Memilki banyak vakuola.
Ukuran selnya besar.
Terdapat banyak rongga antarsel.
Berdasarkan bentuknya, jaringan parenkim dibedakan menjadi :
Parenkim palisade, bentuknya memanjang dan tegak.
Parenkim bunga karang, bentuknya menyerupai bunga karang.
Parenkim bintang, bentuknya menyerupai bintang dengan ujung jaringan saling berhubungan.
Parenkim lipatan, bentuk dinding sel melipat ke dalam.
Berdasarkan fungsinya, jaringan parekim dibedakan menjadi :
Parenkim fotosintesis, didalamnya terdapat sel yang mengandung krorofil disebut klorenkim.
Parenkim penyimpanan bahan makanan.
Parenkim penyimpanan air.
Parenkim penyimpanan udara, didalamnya terdapat sel yang mengandung rongga-rongga udara disebut aerenkim.
Parenkim transportasi.
3. Jaringan Penyokong (Jaringan Penunjang)
Merupakan jaringan yang memiliki dinding yang tebal untuk menunjang tubuh tumbuhan agar dapat berdiri dengan kokoh.
Terdiri dari jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
Jaringan Kolenkim
Merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan yang masih aktif dalam pertumbuhan dan
Ciri-ciri jaringan kolenkim :
Tersusun dari sel-sel hidup.
Bentuk sel memanjang.
Terdapat pada batang, daun, bunga, dan buah tumbuhan yang masih muda dan belum berkayu.
Memiliki dinding sel yang lunak, lentur, dan tidak berlignin.
Dinding selnya mengalami penebalan yang tidak teratur.
Sebagian besar dinding sel terdiri dari senyawa selulosa.
Jaringan Sklerenkim
Merupakan jaringan penguat pada organ tumbuhan yang sudah tidak mengalami pertumbuhan dan perkembangan.
Ciri-ciri jaringan sklerenkim :
Tersusun dari sel-sel mati.
Mengandung senyawa lignin, sehingga sel-selnya kuat dan keras.
Tidak mengandung protoplas.
Dinding sel tebal.
Berdasarkan bentuknya, sel sklerenkim dibedakan menjadi :
Sklereid (sel batu), sel mati, berbentuk bulat, dan berdinding keras (tahan terhadap tekanan).
Fiber (serabut sklerenkim), berbentuk panjang, terdapat pada permukaan batang.
Jaringan Parenkim, Kolenkim, dan SklerenkimSumber gambar: qsstudy.com
4. Jaringan Pengangkut
Merupakan jaringan yang bertugas untuk mengangkut zat-zat yang dibutuhkan oleh tumbuhan.
Jaringan pengangkut terdiri dari :
Jaringan Xilem (Pembuluh Kayu)
Tersusun oleh trakeid, trakea, pembuluh xilem, parenkim kayu, dan sklerenkim kayu.
Berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari dalam tanah menuju daun.
Jaringan Floem
Tersusun oleh sel tapis, pembuluh tapis, sel pengiring, sel parenkim kayu, dan sklerenkim kayu
Berfungsi untuk mengangkut zat-zat hasil fotosintesis ke seluruh bagian tubuh.
Xilem dan floem membentuk suatu ikatan pembuluh pengangkut, yaitu :
Ikatan pembuluh kolateral, xilem dan floem letaknya bersebelahan dalam suatu jari-jari. Berdasarkan keberadaan kambium, ikatan pembuluh kolateral terbagi atas :
kolateral terbuka, diantara xilem dan floem terdapat kambium.
kolateral tertutup, diantara xilem dan floem tidak terdapat kambium.
Ikatan pembuluh bikolateral, xilem diapit floem, terletak pada radius yang sama.
Ikatan pembuluh konsentris, xilem dan floem berbentuk cincin silindris. Terdapat dua bentuk dalam ikatan pembuluh konsentris, yaitu amfikribal (floem mengelilingi xilem) dan amfivasal (xilem mengelilingi floem)
Ikatan pembuluh radial, xilem dan floem letaknya bersebelahan, namun tidak dalam jari-jari yang sama.
Pembuluh Xilem dan FloemSumber gambar: vivadifferences.com
5. Jaringan Gabus
Merupakan jaringan yang bertugas melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air.
Terbentuk dari kambium gabus atau felogen. Pembentukan jaringan ke arah dalam berupa sel hidup atau disebut dengan feloderm, sedangkan pembentukan jaringan ke arah luar berupa sel mati atau disebut dengan felem.
Jaringan GabusSumber gambar: Diastuti, R. 2009. Biologi untuk SMA/MA Kelas XI. Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta: vii + 298 hlm.
Sistem Jaringan Tumbuhan
Jaringan-jaringan yang telah disebutkan pada subtopik diatas, bersatu dan membentuk kelompok yang disebut dengan sistem jaringan. Sistem jaringan pada tumbuhan terdiri atas :
Sistem jaringan dermal
Membentuk luar tumbuhan, seperti epidermis dan periderm.
Ciri jaringan dermal, yaitu dindingnya terdiri dari zat kitin, lilin, dan suberin.
Sistem jaringan pembuluhTerlibat dalam pengangkutan air dan mekanan ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.
Sistem jaringan dasarMencakup jaringan yang membentuk bahan dasar yang menyelimuti jaringan pembuluh. Jaringan dasar pada tumbuhan yaitu jaringan parenkim.
Pencemaran lingkungan didefinisikan sebagai perubahan faktor abiotik akibat kegiatan yang melebihi ambang batas toleransi ekosistem biotik (Damono, 2001). Misalnya saja penggunaan kendaraan bermotor ataupun alat pengolah bahan baku yang terkadang tidak sesuai dengan standarisasi lingkungan.
Pencemaran lingkungan dengan kata lain merupakan kerusakan lingkungan. Adapun dua jenis bahan dalam pencemaran adalah sebagai berikut.
Degradable, yaitu polutan yang dapat diuraikan kembali atau dapat diturunkan sifat bahayanya ke tingkat yang dapat diterima oleh proses alam. Contohnya adalah kotoran manusia atau hewan dan limbah tumbuhan.
Non-Degradable, yaitu polutan yang tidak dapa diuraikan oleh kemampuan proses alam itu sendiri. Contohnya merkuri, timah hitam, arsenik, dan lain-lain.
Sumber gambar: earthreminder.com
Faktor Penyebab Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan didasarkan pada perubahan kondisi lingkungan akibat adanya perkembangan secara ekonomi dan teknologi. Perubahan kondisi tersebut tentunya melebihi batas ambang dari toleransi ekosistem sehingga meningkatkan jumlah polutan di lingkungan. Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan antara lain peningkatan jumlah penduduk dan kegiatan eksploitasi alam yang tidak terkendali, serta adanya industrialisasi yang tidak dikelola dengan baik. Selain itu, pencemaran lingkungan pada kenyataannya juga dapat disebabkan oleh proses alam itu sendiri. Adapun faktor penyebab pencemaran lingkungan secara rinci adalah sebagai berikut.
Hasil kegiatan manusia
Limbah rumah tangga
Limbah hasil produksi pertanian -> penggunaan pestisida
Penggunaan zat radioaktif sebagai irradiator -> kepentingan rumah sakit untuk bidang radiografi
Penggunaan kendaraan bermotor
Produksi pertambangan
Produksi industri
Proses perubahan alamiah, pada umumnya terjadi akibat dari bencana alam seperti aktivitas vulkanisme dan tektonisme, serta unsur-unsur langit
Macam-macam Pencemaran Lingkungan1. Pencemaran Udara
Sumber:
Oksida karbon: karbon monoksida (CO) dan (CO2)
Oksida belerang: SO dan (SO3)
Oksigen nitrogen: NO, (NO2), N2O
Komponen organik volatile: metan (CH4), benzene (C6h6), Klorofluoro karbon (CFC), dan kelompok bromin
Suspensi partikel: debu tanah, dioksin, logam, asam sulfat, dan lain-lain
Substansi radioaktif: radon-222, iodin-131. strontium-90, plutonium-239, dan lain-lain
Suara: kendaraan bermotor, mesin industri, pesawat, dan lain-lain
Bahan kimia: deterjen, pewarna tekstil, pestisida, dan lain – lain
Bahan organik: berbentuk limbah yang dapat diuraikan oleh mikroba yang akan memicu meningkatkan populasi mikroorganisme di dalam air
Cairan berminyak
Dampak:
Media penyebaran penyakit
Peningkatan alga dan eceng gondok
Menurunkan kadar oksigen dalam air -> mengganggu organisme di perairan
Mengganggu pernapasan -> bau yang menyengat
3. Pencemaran Tanah
Sumber:
Bahan logam: mangan (Mn), besi (Fe), aluminium (Al), timbal (Pb), merkuri (Hg), seng (Zn). asenik (As), dan lain – lain
Bahan kimia organik: pestisida (insektisida, herbisida, dan fungisida), deterjen, dan sabun
Bahan pupuk anorganik: urea, TSP, ammonium sulfat, dan KCL
Zat radioaktif
Dampak:
Pertanian, seperti peningkatan salinitas tanah dan penurunan kesuburan tanah
Bencana alam, seperti tanah longsor dan erosi
Penyumbatan saluran air
4. Pencemaran Suara (Kebisingan)
Sumber:
Percakapan pelan (20 – 30 dB)
Radio (50 – 6- dB)
Mesin pemotong rumput (60 – 80 dB)
Lalu lintas (60 – 90 dB)
Truk (90 – 100 dB)
Kendaraan bermotor (105 dB)
Pesawat terbang (90 – 120 dB)
Musik / beat music: 120 dB
Mesin jet: 140 dB
Roket (140 – 179 dB)
Dampak:
Gangguan tidur
Kesehatan mental seperti emosional
Mempengaruhi efisiensi dan kinerja individu
Dampak Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan yang lebih terasa saat ini adalah pemanasan global (global warming). Dimana suhu bumi meningkat yang menyebabkan beberapa es di kutub utara mencair dan terjadinya kenaikan permukaan air laut. George Tyler Miller (1979) dalam bukunya yang berjudul Living in The Environment menjelaskan bahwa akibat pencemaran lingkungan terhadap kehidupan dikelompokkan ke dalam 6 tingkatan. Adapun tingkatan tersebut adalah sebagai berikut.
Tingkatan 1: gangguan estetika, misalnya bau
Tingkatan 2: kerusakan properti, misalnya bahan logam menjadi karatan
Tingkatan 3: gangguan pada tumbuhan/hewan, misalnya penurunan hasil pertanian
Tingkatan 4: gangguan pada kesehatan manusia, misalnya penyakit saluran pernapasan
Tingkatan 5: kerusakan secara genetik dan reproduksi manusia
Tingkatan 6: gangguan pada ekosistem secara luas, misalnya perubahan iklim global
Cara Menanggulangi Pencemaran Lingkungan
Berdasarkan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Lingkungan Hidup, diketahui bahwa upaya penanganan terhadap permasalahan pencemaran lingkungan adalah sebagai berikut.
Mengatur sistem pembuangan limbah industri
Penempatan kawasan industri terpisah dan berjauhan dari kawasan permukiman penduduk
Pengawasan akan penggunakan bahan kimia, misalnya pestisida dan insektisida
Melakukan penghijauan
Pemberian sanksi secara tegas kepada pelaku pencemaran lingkungan
Penyuluhan pendidikan lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencemaran lingkungan
Kontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI
Macam, Dampak, Cara Penanggulagan Pencemaran Lingkungan Video Pembelajaran IPA SMP
Alat-alat optik adalah alat-alat yang menggunakan lensa dan/atau cermin untuk memanfaatkan sifat-sifat cahaya yaitu dapat dipantulkan dan dapat dibiaskan, cahaya tersebut digunakan untuk melihat.
Selain dari mata kita, alat-alat optik digunakan bersamaan dengan mata kita, bisa juga untuk membantu kita melihat ataupun membutuhkan mata kita untuk menggunakannya.
Macam-macam Alat Optik
Alat optik terdiri dari dua macam: alat optik alamiah dan alat optik buatan.
Alat optik alamiah tentu saja adalah mata kita, sedangkan alat optik buatan adalah alat-alat optik yang dibuat oleh manusia seperti kaca mata, kaca pembesar/lup, mikroskop, teropong, kamera, periskop, episkop, diaskop, dan masih banyak lagi.
1. Mata
Mata merupakan indra penglihatan dan merupakan organ tubuh kita yang dapat menangkap perubahan dan perbedaan cahaya. Perbedaan spektrum cahaya yang mampu ditangkap mata kita itulah yang menyebabkan kita dapat melihat warna. Tanpa cahaya, mata kita susah untuk melihat, kecuali pada mata binatang-binatang nokturnal yang memiliki struktur yang berbeda.
Mata berfungsi dengan cara menerima, memfokuskan, dan mentransmisikan cahaya melalui lensa mata yang menghasilkan bayangan objek yang kemudian ditangkap oleh retina mata. Bayangan objek yang ditangkap retina tersebut kemudian dikirmkan ke otak melalui saraf optik untuk kemudian diolah menjadi gambar yang mampu kita lihat secara nyata.
Perhatikan struktur anatomi mata di bawah ini untuk lebih jelasnya.
2. Kacamata
Kacamata merupakan alat optik yang digunakan untuk membantu melihat pada orang yang memiliki cacat mata, baik itu rabun jauh, rabun dekat, ataupun mata silindris. Kacamata terdiri dari lensa cembung atau cekung (tergantung jenis cacat matanya), frame atau kerangka yang menyangga lensa.
Kacamata berfungsi dengan cara mengatur bayangan agar jatuh tepat di retina, dengan cara menjauhkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun jauh dan mendekatkan titik jatuh bayangan pada penderita rabun dekat.
Jauh dekatnya bayangan terhadap lensa (kacamata) yang digunakan tergantung pada letak objek, jarak fokus lensa, dan kekuatan atau daya lensa.
Kekuatan atau daya lensa dirumuskan dengan:
di mana:
P = kekuatan atau daya lensa (dioptri)f = jarak fokus lensa (m)
Untuk mencari jarak fokus lensa, kita bisa mendapatkannya dengan menggunakan rumus:
dimana,
s = jarak benda ke lensa (m)s’ = jarak bayangan ke lensa (m)
Oleh karena itulah saat kita memeriksa matanya ke dokter mata, maka kita disuruh membaca rangkaian huruf-huruf di depan kita dengan jarak yang sudah ditentukan sehingga dokter dapat menentukan jarak fokus lensa untuk mengetahui besarnya daya lensa yang dibutuhkan.
3. Kamera
Kamera merupakan alat untuk menghasilkan foto. Cara kerja kamera hampir sama dengan cara kerja mata, yakni cahaya masuk difokuskan oleh lensa dan kemudian ditangkap oleh retina yang merupakan sensor pada kamera.
Rumus untuk mencari titik fokus pada lensa kamera sama seperti yang kita gunakan pada lensa (kacamata) diatas.
Pada gambar di bawah ini merupakan cara kerja kamera modern yang kita pakai. Terdapat sistem lensa yang terdiri lebih dari satu lensa dan sensor yang dipakai adalah sensor digital.
4. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat optik yang digunakan untuk melihat objek-objek yang sangat kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata. Cara kerja mikroskop adalah dengan memperbesar bayangan sehingga tampak lebih besar dan jelas.
Mikroskop terdiri dari dua lensa cembung, yakni lensa okuler dan lensa objektif. Perbesaran pada mikroskop sama dengan perkalian antara pembesaran pada lensa okuler dengan pembesaran pada lensa objektif.
Perbesaran total mikroskop dapat dirumuskan dengan:
Untuk perbesaran lensa objektif, dapat dihitung dengan rumus:
Untuk perbesaran lensa okuler dengan pengamatan tanpa akomodasi, kita bisa menghitungnya dengan rumus:
Sedangkan, untuk perbesaran lensa okuler dengan mata berakomodasi maksimum:
Dengan menjumlahkan jarak bayangan dari lensa objektif ke lensa objektif dan lensa objektif ke lensa okuler, kita dapat mengetahui panjang mikroskop yang dituliskan dengan:
5. Teropong/Teleskop
Teropong merupakan alat optik yang digunakan untuk mengamati benda-benda yang jaraknya jauh dari pengamat sehingga tampak lebih dekat dan lebih jelas. Galileo L. Galilei merupakan penemu teleskop, atau yang saat ini kita kenal sebagai teropong.
Teropong terdiri dari dua macam: teropong bintang untuk melihat benda-benda angkasa, dan teropong bumi untuk mengamati benda-benda di bumi yang jaraknya jauh dari pengamat. Komponen alat optik pada teropong secara umum dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Teropong bintang saat ini sudah jauh berbeda dengan yang terdahulu. Teropong bintang saat ini menggunakan cermin pantulan untuk memperjelas objek.
Untuk perbesaran teropong pada saat mata tidak berakomodasi dapat dihitung dengan rumus:
Sedangkan, untuk perbesaran teropong dengan mata berakomodasi maksimum:
6. Kaca Pembesar
Kaca pembesar merupakan alat optik yang sangat sederhana, terdiri dari satu lensa cembung yang berfungsi untuk mengamati benda kecil agar terlihat lebih besar dan jelas.
Rumus untuk mencari pembesaran pada kaca pembesar baik untuk mata tanpa akomodasi maupun untuk mata berakomodasi maksimum sama dengan rumus pada lensa okuler mikroskop.
Contoh Soal Alat Optik dan PembahasanContoh Soal 1
Berapa pembesaran mikroskop jika lensa okulernya memiliki pembesaran 10x, dan lensa objektifnya memiliki pembesaran 4x?
a) 14xb) 24xc) 40xd) 44x
Pembahasan:
Jawaban yang benar adalah C.
Pembesaran pada mikroskop merupakan perkalian kedua lensanya, maka:
M = 40
Contoh Soal 2
Setelah pengukuran di dokter mata, kamu menderita rabuyn dekat dan hanya dapat melihat dengan jelas dari jarak 40 cm dimana normalnya adalah 25 cm. Berapa kekuatan lensa yang harus kamu pakai agar fungsi mata kembali normal?
a) 1b) 1,5c) 2d) 2,5
Pembahasan:
s = 25 cms’ = -40 cm
(tanda negatif menunjukkan bayangan bersifat maya di depan lensa)
Untuk menghitung titik fokusnya, kita dapat mencarinya dengan:
1,5 f = 100
f = 66,67 cm = 0.667m
Maka, kita dapat mengetahui kekuatan lensa yang dibutuhkan sebesar:
P = 1,5
Jadi, kamu perlu memakai kacamata dengan kekuatan 1,5 (plus 1,5).
Jawaban yang benar adalah B.
Kontributor: Ibadurrahman
Fisika Kelas 8 - Alat Optik (1) - Mata, Rabun Jauh, Titik Jauh, Myopi
Majas adalah gaya bahasa yang digunakan penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias. Hal ini bertujuan membuat pembaca mendapat efek tertentu dari gaya bahasa tersebut yang cenderung ke arah emosional. Biasanya, majas bersifat tidak sebenarnya alias kias ataupun konotasi.
Macam-macam Majas
Mengenai macam-macamnya, majas dapat dibagi menjadi empat kelompok besar, yaitu majas perbandingan, pertentangan, sindiran, dan penegasan. Berikut ini ulasannya.
sumber gambar: english.us
Majas Perbandingan
Jenis majas ini merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek lain melalui proses penyamaan, pelebihan, ataupun penggantian. Dalam majas perbandingan, teman-teman akan menjumpai beberapa subjenisnya.
1. Personifikasi
Gaya bahasa ini seakan menggantikan fungsi benda mati yang dapat bersikap layaknya manusia.
Contoh Majas: Daun kelapa tersebut seakan melambai kepadaku dan mengajakku untuk segera bermain di pantai.
2. Metafora
Yaitu meletakkan sebuah objek yang bersifat sama dengan pesan yang ingin disampaikan dalam bentuk ungkapan.
Contoh: Pegawai tersebut merupakan tangan kanan dari komisaris perusahaan tersebut. Tangan kanan merupakan ungkapan bagi orang yang setia dan dipercaya.
3. Asosiasi
Yaitu membandingkan dua objek yang berbeda, namun dianggap sama dengan pemberian kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti.
Contoh: Kakak beradik itu bagaikan pinang dibelah dua. Artinya, keduanya memiliki wajah yang sangat mirip.
4. Hiperbola
Yaitu mengungkapkan sesuatu dengan kesan berlebihan, bahkan hampir tidak masuk akal.
Contoh: Orang tuanya memeras keringat agar anak tersebut dapat terus bersekolah. Memeras keringat artinya bekerja dengan keras.
5. Eufemisme
Gaya bahasa yang mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan padanan yang lebih halus.
Contoh: Tiap universitas dan perusahaan sekarang diwajibkan menerima difabel. Difabel menggantikan frasa “orang cacat”.
6. Metonimia
Yaitu menyandingkan merek atau istilah sesuatu untuk merujuk pada pada benda umum.
Contoh: Supaya haus cepat hilang, lebih baik minum Aqua. Aqua di sini merujuk pada air mineral.
7. Simile
Hampir sama dengan asosiasi yang menggunakan kata hubungan bak, bagaikan, ataupun seperti; hanya saja simile bukan membandingkan dua objek yang berbeda, melainkan menyandingkan sebuah kegiatan dengan ungkapan.
Contoh: Kelakuannya bagaikan anak ayam kehilangan induknya.
8. Alegori
Yaitu enyandingkan suatu objek dengan kata-kata kiasan.
Contoh: Suami adalah nakhoda dalam mengarungi kehidupan berumah tangga. Nakhoda yang dimaksud berarti pemimpin keluarga.
9. Sinekdok
Gaya bahasa terbagi menjadi dua bagian, yaitu sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro parte. Sinekdok pars pro toto merupakan gaya bahasa yang menyebutkan sebagian unsur untuk menampilkan keseluruhan sebuah benda. Sementara itu, sinekdok totem pro parte adalah kebalikannya, yakni gaya bahasa yang menampilkan keseluruhan untuk merujuk pada sebagian benda atau situasi.
Contoh:
Pars pro Toto: Hingga bel berbunyi, batang hidung Reni belum juga kelihatan.
Totem pro Parte: Indonesia berhasil menjuarai All England hingga delapan kali berturut-turut.
10. Simbolik
Gaya bahasa yang membandingkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dalam ungkapan.
Contoh: Perempuan itu memang jinak-jinak merpati.
Majas Pertentangan
Majas pertentangan merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata kias yang bertentangan dengan maksud asli yang penulis curahkan dalam kalimat tersebut. Jenis ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yakni sebagai berikut.
1. Litotes
Berkebalikan dengan hiperbola yang lebih ke arah perbandingan, litotes merupakan ungkapan untuk merendahkan diri, meskipun kenyataan yang sebenarnya adalah yang sebaliknya.
Contoh: Selamat datang ke gubuk kami ini. Gubuk memiliki artian sebagai rumah.
2. Paradoks
Yaitu membandingkan situasi asli atau fakta dengan situasi yang berkebalikannya.
Contoh: Di tengah ramainya pesta tahun baru, aku merasa kesepian.
3. Antitesis
Yaitu memadukan pasangan kata yang artinya bertentangan.
Contoh: Film tersebut disukai oleh tua-muda.
4. Kontradiksi Interminis
Gaya bahasa yang menyangkal ujaran yang telah dipaparkan sebelumnya. Biasanya diikuti dengan konjungsi, seperti kecuali atau hanya saja.
Contoh: Semua masyarakat semakin sejahtera, kecuali mereka yang berada di perbatasan.
Majas Sindiran
Majas sindiran merupakan kata-kata kias yang memang tujuannya untuk menyindir seseorang ataupun perilaku dan kondisi. Jenis ini terbagi menjadi tiga subjenis, yaitu sebagai berikut.
1. Ironi
Yaitu menggunakan kata-kata yang bertentangan dengan fakta yang ada.
Contoh: Rapi sekali kamarmu sampai sulit untuk mencari bagian kasur yang bisa ditiduri.
2. Sinisme
Yaitu menyampaikan sindiran secara langsung.
Contoh: Suaramu keras sekali sampai telingaku berdenging dan sakit.
3.Sarkasme
Yaitu menyampaikan sindiran secara kasar.
Contoh: Kamu hanya sampah masyarakat tahu!
Majas Penegasan
Majas penegasan merupakan jenis gaya bahasa yang bertujuan meningkatkan pengaruh kepada pembacanya agar menyetujui sebuah ujaran ataupun kejadian. Jenis ini dapat dibagi menjadi tujuh subjenis, yaitu sebagai berikut.
1. Pleonasme
Yaitu menggunakan kata-kata yang bermakna sama sehingga terkesan tidak efektif, namun memang sengaja untuk menegaskan suatu hal.
Contoh: Ia masuk ke dalam ruangan tersebut dengan wajah semringah.
2. Repetisi
Gaya bahasa ini mengulang kata-kata dalam sebuah kalimat.
Contoh: Dia pelakunya, dia pencurinya, dia yang mengambil kalungku.
3. Retorika
Yaitu memberikan penegasan dalam bentuk kalimat tanya yang tidak perlu dijawab.
Contoh: Kapan pernah terjadi harga barang kebutuhan pokok turun pada saat menjelang hari raya?
4. Klimaks
Yaitu mengurutkan sesuatu dari tingkatan rendah ke tinggi.
Contoh: Bayi, anak kecil, remaja, orang dewasa, hingga orang tua seharusnya memiliki asuransi kesehatan.
5. Antiklimaks
Berkebalikan dengan klimaks, gaya bahasa untuk antiklimaks menegaskan sesuatu dengan mengurutkan suatu tingkatan dari tinggi ke rendah.
Contoh: Masyarakat perkotaan, perdesaan, hingga yang tinggi di dusun seharusnya sadar akan kearifan lokalnya masing-masing.
6. Pararelisme
Gaya bahasa ini biasa terdapat dalam puisi, yakni mengulang-ulang sebuah kata dalam berbagai definisi yang berbeda. Jika pengulangannya ada di awal, disebut sebagai anafora. Namun, jika kata yang diulang ada di bagian akhir kalimat, disebut sebagai epifora.
Contoh majas: Kasih itu sabar.Kasih itu lemah lembut.Kasih itu memaafkan.
7. Tautologi
Yaitu menggunakan kata-kata bersinonim untuk menegaskan sebuah kondisi atau ujaran.
Contoh: Hidup akan terasa tenteram, damai, dan bahagia jika semua anggota keluarga saling menyayangi.
KontributorTeodora Nirmala Fau, S.Hum.Alumnus Program Studi Bahasa Indonesia UI
Materi StudioBelajar.com lainnya:
Unsur Intrinsik Cerpen
Cara Menulis Resensi
Puisi Lama
Evi Sulistyaningsih SMA Bahasa Indonesia Memahami Majas melalui Lagu
Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita sudah tidak asing lagi dengan kata harga. Harga dapat diartikan sebagai jumlah uang (atau alat tukar lain) yang harus dibayarkan untuk produk ataupun jasa. Harga juga dapat berarti nilai dari sebuah barang ataupun jasa. Ketika kita mengunjungi sebuah toko pasti setiap barang yang dijual memiliki harga masing-masing. Namun, harga tersebut pastinya tidak selalu sama dari waktu ke waktu.
Harga barang atau jasa “A” pada hari ini belum tentu sama dengan harga di masa depan ataupun masa lalu. Perubahan-perubahan harga ini kemudian dicatat serta dihitung rata-ratanya dan disebut sebagai Indeks Harga. Indeks harga nantinya digunakan sebagai sebuah alat ukur serta petunjuk bagi perekonomian negara. Pencatatan data dari Indeks harga di Indonesia sendiri dilakukan oleh Badan Pusat Statistik atau BPS.
Tujuan Perhitungan Indeks Harga
Petunjuk dalam pengambilan keputusan serta kebijakan baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah.
Sebagai alat ukur dalam melihat dan mengukur tingkat ekonomi pada satu masa ke masa lain.
Mengukur tingkat inflasi sebuah negara.
Macam-macam Indeks Harga
Terdapat 4 macam-macam indeks harga. Berikut penjelasannya:
Indeks Harga Konsumen (IHK)
Indeks Harga Konsumen mencatat, mengukur, serta menghitung harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh rumah tangga dalam suatu periode tertentu. Barang-barang serta jasa yang dianggap merepresentasikan belanja rumah tannga tersebut kemudian dihitung rata-ratanya. Di Indonesia, barang-barang yang dijadikan sampel dalam penghitungan IHK dikelompokkan menjadi 7 kelompok yaitu:
Bahan Makanan (Makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau)
Perumahan
Sandang
Kesehatan
Pendidikan
Rekreasi dan Olahraga
Transpor dan Komunikasi
IHK sendiri dihitung menggunakan rumus:
Contoh: Harga barang A pada tahun 2016 adalah Rp 12.000, sedangkan pada tahun dasar harga barang tersebut adalah Rp 10.500. Maka IHK pada tahun 2016 adalah:
Dari hasil perhitungan tersebut, ada kenaikan IHK pada tahun 2016 sebesar 14,2% dari harga pada tahun dasar (114,2 – 100).
Penghitungan Indeks Harga Konsumen kemudian akan digunakan untuk:
Mengetahui perubahan harga dari sekelompok barang dan jasa yang umumnya dikonsumsi oleh masyarakat.
Sebagai pengukur tingkat kenaikan inflasi atau deflasi.
Menghitung indeks upah serta tunjangan gaji pegawai.
Penyesuaian nilai kontrak.
Penentuan Target Inflasi
Penentuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)
Variabel pembagi pada Produk Domestik Bruto (PDB) dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Proyeksi perubahan biaya hidup
Serta indikator dini untuk tingkat bunga, valas, dan indeks harga saham.
Untuk menghitung tingkat inflasi menggunakan IHK, rumus yang dapat digunakan adalah:
Dimana:
IHKt = IHK pada tahun tIHKt-1 = IHK pada tahun t-1
Contoh:
Indeks Harga Perdagangan Besar atau Indeks Harga Produsen (IHP)
Indeks Harga Produsen adalah angka indeks yang menggambarkan tingkat perubahan harga ditingkat produsen (harga pembelian barang oleh produsen). Data IHP ini dapat digunakan sebagai indikator dini untuk harga grosir maupun harga eceran. Penghitungan IHP juga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam penyusunan neraca ekonomi (PDB/PDRB), membantu distribusi barang, margin perdagangan, dll.
Nilai Tukar Petani
Nilai tukar petani merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima oleh petani dengan indeks harga yang dibayar oleh petani.
Indeks Harga yang Diterima Petani: Indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga dalam suatu periode dari barang-barang yang dihasilkan oleh petani. Indeks harga ini kemudian akan digunakan untuk melihat fluktuasi harga barang yang dihasilkan petani. Pemerintah juga dapat menggunakan indeks harga ini dalam penghitungan pendapatan di sektor pertanian.
Indeks Harga yang Dibayar Petani: Indeks yang mengukur rata-rata perubahan harga dalam suatu periode dari barang atau jasa yang dikonsumsi oleh petani baik biaya modal, biaya produksi, konsumsi rumah tangga, pajak, dll. Indeks harga ini digunakan untuk melihat fluktuasi harga barang-barang yang dikonsumsi oleh petani. Pemerintah juga dapat menggunakan indeks harga ini untuk melihat fluktuasi harga barang-barang yang dibutuhkan petani untuk memproduksi hasil pertanian.
Indeks Harga Implisit
Walau IHK dan IHP dapat dijadikan sebagai alat ukur dalam penghitungan inflasi, ternyata penghitungan tersebut masih sangat terbatas. Hal ini dikarenakan IHK dan IHP hanya melingkupi beberapa jenis barang atau jasa saja (yang dianggap merepresentasikan konsumsi). Untuk mendapatkan gambaran dari laju inflasi yang lebih akurat, dapat digunakan Indeks Harga Implisit (GDP Deflator atau Deflator PDB). Indeks Harga Implisit dapat menghitung perbandingan pertumbuhan ekonomi nominal dengan pertumbuhan ekonomi riil.
Sumber: bps.go.id
Kontributor: Thalia Nabasa, S.E.Alumni Ilmu Ekonomi UI
Materi StudioBelajar.com lainnya:
Kebijakan Moneter
Faktor Produksi
Pendapatan Nasional
Jenis jenis Indeks Harga (Ekonomi - SBMPTN, UN, SMA)
Faktor Produksi adalah segala sesuatu (barang atau jasa) yang dapat digunakan untuk menciptakan atau menambah nilai guna dari barang dan jasa. Pengertian sederhananya adalah segala sesuatu yang dibutuhkan agar kegiatan produksi dapat berjalan dengan lancar.
Di sekolah, pasti teman-teman membutuhkan buku dan alat tulis untuk membantu teman-teman belajar. Pernahkah teman-teman mencari tahu apa saja yang dibutuhkan untuk membuat buku? Tentunya buku dibuat dari bahan mentah (sumber daya alam), yang diolah oleh pekerja (tenaga kerja), pada sebuah bangunan pabrik dan dengan menggunakan mesin tertentu (modal), dimana ide, pemasaran, perencanaan dan sebagainya dilakukan oleh pemilik (kewirausahaan). Sebuah barang yang kita miliki ternyata tercipta karena adanya kombinasi dari faktor-faktor tersebut, yang kita sebut dengan faktor produksi.
Berbeda dengan pasar hasil produksi, penawaran faktor produksi berasal dari rumah tangga konsumen dan permintaannya berasal dari rumah tangga produsen. Balas jasanya berupa sewa, upah, pendapatan bunga serta laba.
Macam-macam Faktor Produksi
sumber gambar: romeconomics.com
Secara umum dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu:
Sumber daya alam
Yang dimaksud dengan sumber daya alam adalah segala faktor produksi yang berasal dari kekayaan alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Sumber daya alam meliputi:
Udara, tanah, air, sinar matahari
Hewan, tumbuhan
Bahan tambang dan lainnya
Tenaga kerja
Dapat kita katakan bahwa tenaga kerja adalah faktor produksi yang berperan dalam mengelola sumber daya lainnya. Tenaga kerja dapat kita bagi lagi berdasarkan beberapa golongan, yaitu:
Berdasarkan sifatnya:
Tenaga kerja jasmani: adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan tenaganya dalam bekerja. Contohnya: petani, tukang becak, tukang sapu
Tenaga kerja rohani: adalah tenaga kerja yang lebih banyak menggunakan kemampuan pikirannya dalam bekerja. Contohnya: dokter, guru, banker
Berdasarkan kualitas dan kemampuannya:
Tenaga kerja terdidik: adalah tenaga kerja yang memerlukan pendidikan tertentu agar dapat melakukan pekerjaannya.Contohnya: dosen, dokter
Tenaga kerja terampil: adalah tenaga kerja yang membutuhkan keterampilan tertentu sehingga umumnya memerlukan pelatihan tertentu untuk dapat melakukan pekerjaanya.Contoh: penjahit, kapster salon, sopir
Tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terampil: adalah tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan ataupun keterampilan khusus untuk dapat melakukan pekerjaanya.Contoh: pemulung, tukang koran, pedagang asongan
Modal
Modal merupakan faktor produksi yang memiliki peranan dalam mempercepat serta membantu kelancaran proses produksi. Modal juga dapat dibagi menjadi beberapa golongan:
Berdasarkan sifatnya:
Modal tetap: adalah modal yang memiliki sifat tahan lama sehingga dapat digunakan berkali-kali dalam jangka panjang.Contoh: mesin, bangunan, kendaraan
Modal lancar: adalah modal yang memiliki sifat sekali pakai.Contoh: kertas, bahan bakar.
Berdasarkan sumbernya:
Modal sendiri: adalah modal yang bersumber dari pribadi pemilik maupun perusahaan itu sendiri
Modal asing: adalah modal yang berasal dari pinjaman pada bank atau pihak lainnya
Berdasarkan kepemilikannya:
Modal individu: adalah modal yang bersumber dan dimiliki oleh individu dan hasilnya dapat dikategorikan sebagai penghasilan bagi pemilik modal tersebut.Contoh: bunga tabungan, rental mobil, sewa bangunan
Modal umum: adalah faktor produksi modal yang berasal dari pemerintah dan digunakan untuk kepentingan bersama.Contoh: pasar, pelabuhan
Berdasarkan bentuknya:
Modal konkret: adalah modal yang bentuk fisiknya dapat dilihat selama proses produksi.Contoh: mesin, bahan baku
Modal abstrak: adalah modal yang tidak memiliki bentuk fisik namun berharga dan memiliki kegunaan bagi perusahaan.Contohnya: hak paten, hak merek, nama baik
Kewirausahaan
Adalah keahlian dan keterampilan yang dimiliki oleh seseorang dalam mengkoordinasi faktor-faktor produksi sedemikian rupa sehingga memperoleh hasil yang diharapkan. Hal pokok yang harus dilakukan oleh seorang pengusaha terangkum dalam proses sebagai berikut:
Perencanaan
Pengorganisasian
Penggerakan
Pengawasan
Contoh Soal
Ciri-ciri pasar faktor produksi:
Barang atau jasa yang diperjualbelikan adalah faktor produksi
Permintaan datang dari rumah tangga konsumen
Penawaran datang dari rumah tangga konsumen
Barang atau jasa yang diperjualbelikan adalah hasil produksi
Permintaan berasal dari rumah tangga produsen
Penawaran berasal dari rumah tangga produsen
Ciri yang benar ditunjukkan oleh pernyataan……
1, 2, dan 3
1, 5 dan 6
2,3, dan 4
1, 3, dan 5
4,5 dan 6
Pembahasan
Ciri pasar faktor produksi yang benar adalah:
Barang atau jasa yang diperjualbelikan adalah faktor produksi (1)
Penawaran datang dari rumah tangga konsumen (3)
Permintaan berasal dari rumah tangga produsen (5)
Oleh karena itu, jawaban yang benar adalah (d)
Kontributor: Agnestesia PutriAlumni Ilmu Ekonomi UI