Tampilkan postingan dengan label peran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Januari 2019

➢ Keragaman Budaya Indonesia Peran Pengaruh Faktor Geografis Persebaran

Indonesia itu identik dengan apa sih? Sebutan negara kepulauan? atau sumber daya alam yang melimpah? Yap, kedua jawaban tersebut bener kok. Tapi, ada satu hal lagi loh yang identik dengan Indonesia. Ada yang tahu? Jawabannya adalah keragaman budaya. Lantas, apa sih budaya itu? Budaya merupakan akar dari kebudayaan yang memiliki arti akal atau budi. Secara etimologi, kebudayaan berasal dari Bahasa Latin, Colere yang berarti mengolah. Menurut J. Macionis, kebudayaan merupakan cara berpikir, bertindak, dan objek material yang membentuk cara hidup manusia. Geografi budaya menjadi cabang ilmu geografi manusia yang mempelajari kebudayaan. Ilmu tersebut menunjukkan bagaimana tingkah laku manusia dalam adaptasinya dengan lingkungan.

Seperti yang telah disebutkan, Indonesia memang identik dengan keragaman budayanya. Hal ini dikarenakan Indonesia memiliki konsep masyarakat majemuk, yaitu masyarakat yang memiliki elemen tantanan sosial yang lebih dari satu namun hidup berdampingan. Menurut Clifford Geertz, masyarakat Indonesia bersifat multietnik, multiagama, multibahasa, dan multiras yang cenderung tidak banyak berubah dan sulit terintegrasi. Di Indonesia, masyarakat majemuk dicerminkan melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Artinya berbeda-beda tetap satu jua yang diatur oleh sistem nasional seperti bahasa, bendera, lagu kebangsaan, dan peraturan perundangan. Adapun pengaruh keragaman budaya di Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Akulturasi
  • Akulurasi terjadi apabila kebudayaan asing diterima dan diolah ke dalam kebudayaan lokal tanpa menghilangkan kebudayaan lokal itu sendiri. Contohnya kebudayaan Hindu-Buddha dari India mempengaruhi seni bangunan dan seni rupa, tetapi sistem kastanya tidak.

  • Asimilasi
  • Asimilasi terjadi saat pembauran dua kebudayaan yang menghilangkan sifat asli keduanya sehingga membentuk kebudayaan baru. Contohnya adalah masyarakat Batak dan Tionghoa di Sumatera Utara.

    ilustrasi keragaman budaya indonesia

    Sumber gambar: cairnspost.com.au

    Fungsi dan Peran Kebudayaan Indonesia

    Kebudayan pada intinya adalah sistem gagasan yang digunakan untuk kehidupan manusia. Menurut Koentjaraningrat, kebudayaan Indonesia harus memiliki dua fungsi yaitu sebagai identitas dan cara berkomunikasi bagi warga negaranya untuk memperkuat solidaritas. Adapun secara rinci fungsi dan peran kebudayaan Indonesia adalah sebagai berikut.

  • Daya tarik bangsa asing -> menyebabkan peningkatan pendapatan negara dalam sektor pariwisata
  • Pengembangan kebudayaan nasional -> menjadi identitas warga negara di mata dunia
  • Sikap toleransi -> perbedaan pandangan hidup antar warga negara dapat meningkatkan rasa belajar untuk saling menghormati dan menghargai
  • Inovasi kebudayaan -> percampuran budaya dapat dijadikan sebagai inovasi untuk menciptakan kebudayaan yang lebih baik
  • Pengaruh Faktor Geografis terhadap Keragaman Budaya  Indonesia

    Tercatat sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki setidaknya 17.504 pulau yang diantaranya berpenghuni sekitar 6.000 pulau. Pulau-pulau tersebar di daerah ekuator sepanjang kurang lebih 3.000 mil dari timur ke barat dan 1.000 mil dari utara ke selatan. Kondisi geografis ini lah yang sangat berpengaruh pada keragaman budaya di Indonesia. Adapun faktor-faktornya adalah sebagai berikut.

  • Letak Geografis
  • Lokasi menjadi faktor penting yang mempengaruhi cara hidup seorang individu. Misalnya kalau hidup di daerah pegunungan, rumahnya beratap rendah agar lebih hangat dan mata pencahariannya sebagai petani.

  • Posisi Strategis
  • Indonesia dilewati Selat Malaka sebagai jalur perdagangan internasional. Hal ini menyebabkan banyak warga asing yang singgah dan mulai menetap. Hasilnya banyak budaya asing khususnya penyebaran agama.

  • Kondisi Ekologis
  • Ekologis berkaitan dengan hubungan manusia dengan lingkungannya. Dampak mirip dengan pengaruh letak geografis, yaitu cara hidup seseorang. Misalnya saja kepercayaan membangun rumah cuma boleh menghadap ke arah utara atau selatan saja.

    Persebaran Budaya Indonesia

    Sensus Penduduk 2010 menunjukkan setidaknya terdapat lebih dari 300 kelompok etnis, 1.340 suku bangsa, dan 652 bahasa daerah di Indonesia. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, faktor geografis Indonesia lah yang menyebabkan terbentuknya budaya yang heterogenitas. Hal ini menyebabkan perbedaan akan pandangan hidup, perilaku sosial, dan sistem kepercayaan. Pada zaman dahulu, aktivitas perdagangan di lalu lintas perairan Indonesia membawa penyebaran agama Hindu, Buddha, dan Islam. Sebagai contoh, di Kerajaan Mataram Islam dimana terjadi akulturasi budaya Islam dan Hindu-Jawa. Selain itu, di masa kolonialisme Indonesia juga mendapat pengaruh budaya Barat dari beberapa negara penjajah. Peristiwa tersebut membawa kebudayaan Kristen dan Katolik menyebar dan bercampur dengan budaya setempat. Adapun keragaman budaya Indonesia adalah sebagai berikut.

    1. Keragaman Agama

    Secara umum, terdapat 6 agama yang resmi diakui oleh Pemerintah Republik Indonesia. Agama-agama tersebut terdiri atas Islam (87%), Kristen (7%), Katolik (3%), Hindu (1,7%), Buddha (0,7%), dan Konghucu (0,05%).

    Sumber: Badan Pusat Statistik (2010)

    Adapun keragaman agama secara mayoritas berada di wilayah Indonesia sebagai berikut.

  • Islam -> Aceh, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat
  • Kristen -> Sumatera Utara, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Maluku
  • Katolik -> Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat
  • Hindu -> Bali
  • Buddha -> DKI Jakarta
  • Konghucu -> Bangka Belitung
  • 2. Keragaman Bahasa

    Secara umum, penduduk Indonesia dalam kesehariannya menggunakan bahasa daerahnya masing-masing. Sensus penduduk mencatat berbicara dengan bahasa daerah (79,45%), bahasa Indonesia (19,94%), dan bahasa asing (0,35%). Adapun provinsi yang mayoritas menggunakan bahasa Indonesia adalah DKI Jakarta, Papua Barat, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan Kalimantan Timur. Jika menurut jumlah penuturannya, bahasa yang terbanyak digunakan adalah sebagai berikut.

    1.Bahasa Jawa7.Bahasa Bugis2.Bahasa Indonesia8.Bahasa Aceh3.Bahasa Sunda9.Bahasa Bali4.Bahasa Madura10.Bahasa Melayu5.Bahasa Batak11.Bahasa Banjar6.Bahasa Minangkabau12.Bahasa Poso-Pamona3. Keragaman Budaya dan Adat Istiadat

    Keragaman ini dikategorikan oleh van Vollenhoven menjadi 23 suku bangsa yang umum diketahui, yaitu sebagai berikut.

    AcehBangka BelitungKepulauan Barat DayaGayo-Alas dan BatakKalimantanIrianNias dan BatuSangir TalaudTimorMinangkabauGorontaloBali dan LombokMentawaiTorajaJawa Tengah dan Jawa TimurSumatera SelatanSulawesi SelatanSurakarta dan YogyakartaEngganoTernateJawa BaratMelayuAmbon dan Maluku

    Sumber: Siany dan Atiek (2009)

    4. Keragaman Ras dan Etnik

    Keragaman ras dan etnik di Indonesia dimulai sejak sekitar 20.000 tahun yang lalu. Adapun keragaman tersebut terdiri atas sebagai berikut.

  • Ras Mongoloid -> Daerah Indonesia bagian Barat seperti Pulau Sumatra, Jawa, dan Kalimantan. Meliputi:
  • Ras Melayu Tua (Proto Melayu)
  • Ras Melayu Muda (Deutro Melayu)
  • Ras Papua Melanezoid -> Pulau Aru, Papua, dan Pulau Kai
  • Ras Negroid -> Semenanjung Malaka dan Kepulauan Andaman
  • Ras Weddoid -> Siak Riau, Sumatera Selatan, Pulau Muna, dan Kepulauan Mentawai
  • Artikel: Keragaman Budaya IndonesiaKontributor: Dema Amalia, S.Si.Alumni Geografi FMIPA UI

    Materi Geografi lainnya di StudioBelajar.com:

  • Pencemaran Lingkungan
  • Siklus Hidrologi
  • Mitigasi Bencana
  • KERAGAMAN SOSIAL BUDAYA SEBAGAI HASIL DINAMIKA INTERAKSI SOSIAL


    Source : https://www.studiobelajar.com/keragaman-budaya-indonesia/

    Selasa, 15 Januari 2019

    ➤ Sistem Pembayaran Pengertian Peran Bank Indonesia Prinsip Kebijakan

    Pengertian Sistem Pembayaran

    Sistem pembayaran merupakan sebuah sistem yang behubungan dengan pemindahan sejumlah uang dari satu pihak ke pihak lainnya. Secara singkat dapat diartikan sebagai cara melakukan pembayaran. Pembayaran yang dilakukan sendiri dapat berupa pembayaran untuk kegiatan sehari-hari seperti pembelian barang dan jasa, pembayaran berbagai tagihan seperti listrik, air, internet, telepon, kartu kredit dan lain-lain. Ada banyak cara yang dapat digunakan sebagai media pemindahan uang tersebut, baik menggunakan tunai maupun non-tunai. Sedangkan sistem pembayarannya sendiri dapat menggunakan sistem yang sederhana hingga sistem yang kompleks dimana harus melibatkan beberapa pihak dalam transaksinya (seperti bank, lembaga keuangan selain bank, bank sentral, dll).

    ilustrasi sistem pembayaran

    Sumber: quora.com

    Peran Bank Indonesia dalam Sistem Pembayaran

    Di Indonesia, kewenangan mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dilaksanakan oleh bank sentral Indonesia yaitu Bank Indonesia. Mengatur serta menjaga kelancarannya sendiri dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mewujudkan tujuan dari Bank Indonesia yaitu untuk menjaga stabilitas rupiah demi mendukung peningkatan perekonomian nasional. Berdasarkan kewenangan tersebut, Bank Indonesia memiliki hak untuk menetapkan dan memberlakukan kebijakan sistem pembayaran di Indonesia melalui Undang-Undang Bank Indonesia pada Undang-Undang Nomor  23 Tahun 1999 yang kemudian direvisi pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009. Peran Bank Indonesia dalam sistem pembayaran mencakup:

  • Kewenangan untuk memberikan izin dan persetujuan kepada penyedia jasa pembayaran untuk ikut didalam sistem pembayaran (Siapa saja yang dapat menerbitkan atau memproses alat-alat pembayaran tersebut)
  • Pengawasan.
  • Menentukan standar-standar tertentu pada alat pembayaran dan menentukan alat pembayaran apa saja yang dapat digunakan pada sistem pembayaran di Indonesia.
  • Mengatur dan mengawasi lembaga apa saja yang boleh menyelenggarakan sistem pembayaran (baik bank dan lembaga selain bank).
  • Kebijakan pengendalian resiko, efisiensi, tata kelola, dll.
  • Kewenangan dalam menjalankan sistem Bank Indonesia – Real Time Gross Settlement atau BI-RTGS. BI-RTGS sendiri digunakan untuk melakukan transaksi non-tunai yang bernilai besar. Menurut data Bank Indonesia, pada tahun 2010, transaksi yang dilakukan BI-RTGS sendiri dapat mencapai setidaknya Rp 174,3 triliun.
  • Kewenangan sebagai penyelenggara sistem kliring antarbank untuk jenis-jenis alat pembayaran tertentu melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia atau SKNBI.
  • Prinsip Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia

    Dalam melaksanakan kewenangan tersebut, Bank Indonesia mengacu kepada empat prinsip kebijakan, yaitu:

    1. Keamanan

    Dari prinsip keamanan, Bank Indonesia harus dapat mengelola segala resiko dalam sistem pembayaran seperti resiko likuiditas, resiko kredit, resiko fraud (kecurangan yang dapat menimbulkan kerugian finansial) dll.

    2. Efisiensi

    Dari prinsip efisiensi, Bank Indonesia harus menjamin bahwa penyelenggaraan sistem pembayaran bersifat efisien yaitu harus dapat digunakan secara luas dan menyeluruh, sehingga biaya yang harus ditanggung oleh masyarakat akan menjadi lebih murah.

    3. Kesetaraan akses

    Bank Indonesia menjamin kesetaraan akses dimana BI tidak menyetujui segala praktek monopoli pada penyelenggaraan suatu sistem pembayaraan yang dapat menghambat pelaku ekonomi lain untuk ikut masuk dan ikut menyelenggarakan sistem pembayaran.

    4. Perlindungan konsumen

    Bank Indonesia harus dapat menjamin seluruh aspek-aspek dalam perlindungan konsumen yaitu menjamin adanya kepastian hukum kepada konsumen serta pembuat jasa melalui Divisi Perlindungan Konsumen. Konsumen serta pembuat jasa sistem pembayaran dapat menghubungi Bank Indonesia secara langsung untuk melakukan pengaduan jika mengalami hal-hal yang dirasa merugikan.

    Penyedia Jasa Sistem Pembayaran di Indonesia

    Ada begitu banyak lembaga serta penyedia jasa pada sistem pembayaran di Indonesia. Ditambah seiring berjalannya waktu serta teknologi, lembaga-lembaga tersebut mulai menggunakan media digital dalam menyelenggarakannya. Namun pastinya seluruh lembaga keuangan dan penyedia jasa ini harus memiliki izin dari Bank Indonesia untuk berpartisipasi dan ikut serta dalam penyelenggaraan sistem pembayaran di Indonesia. Beberapa lembaga tersebut adalah lembaga keuangan baik bank yaitu bank umum (Mandiri, BCA, BNI, BTPN, BRI, dll) maupun lembaga keuangan non-bank (digital wallet/electronic money seperti GO-PAY, OVO, Doku Wallet, Dana, dll, perusahaan asuransi, koperasi simpan pinjam, pasar modal, dll).

    Kontributor: Thalia Nabasa, S.E.Alumni Ilmu Ekonomi UI

    Materi lainnya:

  • Manajemen
  • Kebijakan Moneter
  • Pasar Monopoli
  • ESPA4227 1 Ekonomi Moneter - Peranan Uang dalam Perekonomian


    Source : https://www.studiobelajar.com/sistem-pembayaran/