Tampilkan postingan dengan label tata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 12 Januari 2019

➢ Tata Surya Pengertian Susunan Pembentukan Data Planet Contoh

Tata surya adalah sistem antariksa yang saling terikat gravitasi dimana terdapat matahari dan benda-benda langit yang mengitarinya secara langsung maupun tidak langsung. Dari sekian banyak benda langit yang mengitari matahari secara langsung, terdapat benda langit yang paling besar yang dinamakan dengan planet. Bulan merupakan benda langit yang mengitari matahari secara tidak langsung, bulan merupakan satelit alami planet yang mengitari planet.

Ada delapan planet besar yang mengitari matahari dengan lebih dari 160 buah bulan yang sudah diketahui, 5 atau lebih planet katai (dwarf planet), serta jutaan asteroid dan komet. Secara bersama-sama, semua benda langit tersebut membentuk tata surya yang menempati ruang angkasa dengan diameter 15 triliun kilometer. Bagian yang terdekat dengan matahari adalah bagian sistem yang berbentuk piringan dimana seluruh planet berada pada bagian ini. Pada daerah yang lainnya yang jauh dari matahari, terdapat awan Oort, yakni daerah berbentuk bola yang menjadi tempat kedudukan komet.

Susuan Tata Surya

Planet-planet tidak mengorbit matahari dalam orbit berbentuk lingkaran, tetapi dalam bentuk elips. Pergerakan planet satu kali mengitari matahari dinamakan satu kali orbit atau revolusi. Panjang orbit dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan satu revolusi semakin bertambah dengan bertambahnya jarak planet dari matahari. Planet-planet ini terbagi menjadi dua kelompok: planet dalam dan planet luar yang dipisahkan oleh Sabuk Asteroid, yang mengandung jutaan batuan ruang angkasa. Dibawah ini merupakan susunan planet-planet pada sistem tata surya.

gambar susunan tata surya

  • Matahari meliputi lebih dari 99 persen massa sistem tata surya. Tarikan gaya gravitasinya membuat sistem menyatu.
  • Planet-planet yang jaraknya paling dekat dengan matahari yakni Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars dikenal sebagai plane-planet dalam. Planet-planet ini tersusun atas batuan dan berukuran lebih kecil daripada planet-planet luar, Dari keempat planet ini, hanya bumi dan Mars yang memiliki bulan.

  • Merkurius merupakan planet yang paling dekat dengan matahari. Merkurius memiliki orbit yang paling pendek dan paling cepat mengelilingi matahari.
  • Venus hampir sama ukurannya dengan bumi. Planet ini memiliki temperatur permukaan paling panas dibandingkan dengan semua planet lainnya.
  • Bumi adalah satu-satunya planet yang memiliki air dalam bentuk cair dan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.
  • Mars lebih dingin daripada Bumi. semakin jauh suatu planet dari matahari, semakin dingin planet tersebut.
  • Data Tata SuryaPlanetDiameter (km)Periode rotasi (hari)Periode revolusi (hari)Jarak minimum dari matahari (km)Jarak maksimum dari matahari (km)Merkurius4.88058,6587,9746,0 juta69,8 jutaVenus12.104243224,70107,5 juta108,9 jutaBumi12.75623,93365,26147,1 juta152,1 jutaMar6.79424,62686,98206,6 juta249,2 jutaJupiter142.9849,9311,86740,6 juta816,0 jutaSaturnus120.53610,6629,461,35 miliar1,51 miliarUranus51.11817,2484,012,73 miliar3,01 miliarNeptunus49.53216,11164,794,46 miliar4,54 miliar

    Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus adalah planet-planet luar. Ukuran raksasa-raksasa ini jauh lebih besar daripada planet-planet dalam dan sebagian besar tersusun atas gas dan cairan serta tidak memiliki permukaan yang padat. Dulu Pluto dianggap sebagai planet luar, tetapi kemudian dianggap sebagai anggota Sabuk Kuiper, dan pada tahun 2006 para astronom memutuskan bhwa Pluto dikategorikan sebagai planet katai.

  • Jupiter adalah planet yang paling besar dan paling masif, serta berputar paling cepat dibandingkan planet lainnya.
  • Saturnus merupakan planet yang memiliki sistim cincin paling besar dan luas. Cincin tersebut dibentuk oleh milyaran batuan beku yang mengitari Saturnus.
  • Uranus merupakan planet yang juga memiliki cincin tapi tidak sebesar saturnus. Uranus mengorbit matahari yang memiliki sisi kemiringan planet sebesar 98o.
  • Neptunus merupakan planet terkecil diantara keempat planet-planet luar dan berwarna biru karena terbentuk dari gas metana.
  • Data Tata SuryaPlanetKepadatan (g/cm3)Gravitasi di permukaan (bumi=1)Susunan atmosfirJumlah bulanMerkurius5,40,38––Venus5,20,91CO2, N–Bumi5,51N, O1Mar3,90,38CO2, N, Ar2Jupiter1,32,53H, He67Saturnus0,71,08H, He62Uranus1,30,90H, He, CH327Neptunus1,81,14H, He, CH313Pembentukan Tata Surya

    Sebagian besar astronom yakin bahwa seluruh anggota tata surya dari matahari hingga asteroid yang paling kecil, terbentuk dari awan gas dan debu yang sangat besar dan berputar yang dinamakan nebula matahari. Proses ini diawali sekitar 5 miliar tahun yang lalu saat matahari  mulai terbentuk. Planet-planet dan objek-objek lain terbentuk dari bahan-bahan yang tidak membentuk matahari. Sekitar 500 juta tahun kemudian, ketika pembentukan tata surya hampir selesai, hanya 0,002% nebula matahari awal yang tertinggal, selebihnya terlempar ke angkasa luar.

    Pembentukan PlanetPlanetSusunanMassa cincin

    (Bumi=1)

    Massa planet (Bumi=1)Lama pembentukan (tahun)MerkuriusBatuan, logam300,0620.000VenusBatuan, logam1600,8240.000BumiBatuan, logam2001110.000MarBatuan, logam2000,11200.000JupiterBatuan, logam, es, gas4.0003181 jutaSaturnusBatuan, logam, es, gas40095,169 jutaUranusBatuan, logam, es, gas2014,54300 jutaNeptunusBatuan, logam, es, gas100017,151 miliarContoh Soal
  • Dimanakah sabuk asteroid berada?
  • Apa perbedaan antara meteor dengan meteorit?
  • Apa persamaan antara planet Venus dengan planet Uranus?
  • Di planet mana terdapat bulan terbesar di tata surya dan apakah namanya?
  • Pembahasan:

  • Sabuk asteroid berada diantara planet Mars dan planet Jupiter.
  • Meterorit merupakan benda-benda di langit yang bergerak dengan kecepatan tinggi di angkasa. Jika meterorit jatuh ke bumi, maka akan mengeluarkan lintasan cahaya akibat bergesekan dengan atmosfir bumi. Meteorit yang jatuh ini dinamakan meteor.
  • Persamaan antara planet Venus dengan planet Uranus adalah keduanya sama-sama berotasi dari arah Timur ke Barat, berbeda dengan planet-planet lainnya.
  • Ganymede merupakan bulan terbesar di tata surya yang berputar mengelilingi planet terbesar pada sistem tata surya, Jupiter.
  • Kontributor: IbadurrahmanMahasiswa S2 Teknik Mesin FT UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Jangka Sorong
  • Hukum Newton
  • Gerak Melingkar
  • Sistem Tata Surya


    Source : https://www.studiobelajar.com/tata-surya/

    Rabu, 09 Januari 2019

    ➢ Senyawa Hidrokarbon Pengertian Tata Nama Contoh Soal

    Pengertian Senyawa Hidrokarbon

    Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa hidrokarbon.

    Klasifikasi Hidrokarbon

    Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.

    Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi:

  • Hidrokarbon alifatik,
  • yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

    senyawa hidrokarbon alifatik

  • Hidrokarbon alisiklik,
  • yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

    alisiklik

  • Hidrokarbon aromatik,
  • yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.

    hidrokarbon aromatik

    Tata Nama Senyawa Hidrokarbon AlifatikAlkana

    Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Alkana membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Berikut tabel deret homolog alkana dengan rumus molekul, rumus bangun, dan nama dari masing-masing senyawa.

    tata nama alkana dari iupac

    Aturan IUPAC untuk penamaan alkana adalah sebagai berikut.

  • Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.rantai C
  • Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi il. Berikut tabel struktur dan nama dari beberapa gugus alkil.struktur gugus alkil
  • Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.2 dan 4 metilpentana
  • Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya.dimetilpropana
  • Substituen-substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti di, tri, n– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.etil isopropil dimetilheptana
  • Alkena

    Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut.

  • Rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Nama rantai utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C sama dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.rantai utama alkena
  • Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih kecil.urutan penomoran alkena
  • Alkuna

    Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una. Contoh:

    tata nama alkuna

    Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

    Berikut kegunaan hidrokarbon secara umum dikelompokkan berdasarkan banyak atom C pada rantai hidrokarbon.

    kegunaan hidrokarbon

    Secara spesifik, kegunaan dari hidrokarbon alifatik, antara lain:

    Alkana
  • sebagai bahan bakar, misal metana yang merupakan komponen utama LNG (Liquefied Natural Gas), propana atau butana yang merupakan komponen utama LPG (Liqufied Petroleum Gas);
  • sebagai pelarut organik nonpolar, misal pentana, heksana, dan heptana; dan
  • sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkena dengan reaksi cracking dan pembuatan haloalkana.
  • Alkena

    Sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkana, haloalkana, alkohol, aldehid, keton, dan polimer. Etena merupakan hormon tumbuhan yang dapat mempercepat matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. Propena merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan baku pembuatan karet poliisoprena.

    Alkuna

    Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C. Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat melalui reaksi batu karbit (kalsium karbida) dengan air seperti berikut.

    CaC_2 + 2H_2O \rightarrow Ca(OH)_2 + C_2H_2Contoh Soal

    Tulislah nama IUPAC dari senyawa berikut.

    contoh soal tata nama senyawa hidrokarbon

    Jawab:

    a.

    pembahasan soal hidrokarbon a

    Rantai utama: C7 (heptana)

    Cabang: metil (―CH3) pada C-2, C-5, dan C-5’; isopropil (―CH(CH3)2) pada C-4

    Nama IUPAC: 4-isopropil-2,5,5-trimetilheptana

    b.

    pembahasan soal b

    Rantai utama: C6 (heksadiena)

    Posisi ikatan rangkap: C-1 dan C-4

    Cabang: etil (―CH2CH3) pada C-2; propil (―CH2CH2CH3) pada C-3

    Nama IUPAC: 2-etil-3-propil-1,4-heksadiena

    c.

    pembahasan soal senyawa hidrokarbon c

    Rantai utama: C8 (oktuna)

    Posisi ikatan rangkap tiga: C-4

    Cabang: metil (―CH3) pada C-2 dan C-7; etil (―CH2CH3) pada C-3 dan C-6

    Nama IUPAC: 3,6-dietil-2,7-dimetil-4-oktuna

    Senyawa Hidrokarbon: Referensi

    Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: EsisMcMurry, John. 2012. Organic Chemistry (8th edition). California: Brooks/ColePetrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: ErlanggaRetnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: ErlanggaTro, Nivaldo J. 2015. Chemistry: Structure and Properties. New Jersey: Pearson Education, Inc.

    Artikel: Senyawa HidrokarbonKontributor: Nirwan Susianto, S.SiAlumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Titrasi Asam Basa
  • Stoikiometri
  • Sistem Periodik Unsur
  • Tata nama IUPAC Alkana- Kimia SMA


    Source : https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon/

    Selasa, 08 Januari 2019

    ✅ Tata Nama Senyawa Organik Anorganik Ion Molekul Asam

    Tata Nama Senyawa – Pengantar

    Setiap senyawa kimia tentunya memiliki nama spesifik untuk membedakannya dari senyawa yang lain. Untuk memudahkan pengenalan nama dan mencegah kesimpangsiuran dalam memberi nama senyawa kimia, IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) membuat suatu aturan penamaan. Aturan IUPAC dalam penamaan senyawa kimia dibedakan untuk senyawa anorganik dan senyawa organik.

    Tata Nama Senyawa Anorganik

    Tata nama senyawa anorganik dapat dikelompokkan menjadi senyawa ion, senyawa molekul, dan asam.

    a. Senyawa ion

    Senyawa ion terdiri dari kation (ion positif) dan anion (ion negatif). Pada umumnya, kation merupakan ion logam dan anion merupakan ion nonlogam.

    1. Kation
  • Kation dari unsur logam diberi nama sama dengan unsur logam tersebut.
  • Contoh: ion natrium (Na+), ion kalsium (Ca2+), ion perak (Ag+)

  • Jika logam dapat membentuk kation dengan muatan berbeda, jumlah muatannya ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung setelah nama unsur logam itu.
  • Contoh: ion besi(II) (Fe2+), ion besi(III) (Fe3+)

  • Kation dari unsur nonlogam umumnya memiliki akhiran -ium.
  • Contoh: ion amonium (NH4+), ion hidronium (H3O+)

    tata nama senyawa ion

    2. Anion
  • Anion monoatom diberi nama dengan akhiran -ida pada nama unsur tersebut.
  • Contoh: ion hidrida (H−), ion oksida (O2−), ion nitrida (N3−), ion fluorida (F−)

  • Anion poliatom yang mengandung unsur oksigen (oksoanion) diberi nama dengan akhiran -at ataupun -it. Akhiran -at digunakan untuk anion poliatom yang memiliki atom O lebih banyak dibanding anion dengan akhiran -it.
  • Contoh: ion nitrat (NO3−), ion nitrit (NO2−). ion sulfat (SO42−), ion sulfit (SO32−)

  • Anion yang diturunkan dari penambahan H+ pada oksoanion diberi nama dengan menambahkan awalan hidrogen atau dihidrogen.
  • Contoh: ion hidrogen karbonat (HCO3−), ion dihidrogen fosfat (H2PO4−)

    nama senyawa kimia anion dan kation

    Nama senyawa ion terdiri dari nama kation di awal kemudian diikuti dengan nama anion di akhir.

    Contoh:

    KBr              :  kalium bromidaBaCl2           :  barium kloridaAg2S             :  perak sulfidaAl(NO3)3      :  aluminium nitratFeS               :  besi(II) sulfidaFe2O3           :  besi(III) oksidaCuSO4              :  tembaga(II) sulfatNH4CN        :  amonium sianida

    b. Senyawa molekul

    Senyawa molekul terdiri unsur-unsur nonlogam. Pada bagian ini, tata nama senyawa molekul yang akan dibahas hanya untuk senyawa molekul biner, yaitu senyawa molekul yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. Berikut aturan penamaaan senyawa molekul biner.

  • Nama dari unsur yang terletak lebih kiri pada sistem periodik unsur ditulis terlebih dahulu sebagai unsur pertama. Pengecualian untuk senyawa yang mengandung oksigen, dan klorin, bromin, atau iodin (semua halogen kecuali fluorin), oksigen ditulis sebagai unsur terakhir.
  • Contoh: HBr, BCl3, PCl5, CS2, NO, Cl2O, I2O5, OF2

  • Jika kedua unsur berada pada golongan yang sama, maka unsur pertama adalah unsur yang terletak lebih bawah pada golongan dalam sistem periodik unsur.
  • Contoh: ClF3, IF5

  • Unsur terakhir diberi akhiran -ida.
  • Contoh: HF (hidrogen fluorida), H2S (hidrogen sulfida)

  • Jumlah atom dari masing-masing unsur menentukan awalan bahasan Yunani yang dipakai untuk penulisan nama senyawa molekul. Awalan -mono tidak digunakan untuk unsur pertama.
  • Contoh: N2O (dinitrogen monoksida), N2O5 (dinitrogen pentaoksida), NO2 (nitrogen dioksida), CO (karbon monoksida), CS2 (karbon disulfida), PCl5 (fosforus pentaklorida), SF6 (sulfur tetrafluorida), IBr (iodin monobromida).

    c. Asam

    Berdasarkan definisi asam basa oleh Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan melepas ion H+. Pada umumnya, asam dapat terionisasi dalam air menjadi ion H+ dan anion yang disebut sisa asam. Penamaan senyawa asam dimulai dari kata ‘asam’ diikuti dengan nama anion sisa asam.

    Contoh:

    HCl        :  asam kloridaHF          :  asam fluoridaH2S        :  asam sulfidaHCN      :  asam sianidaH2CO3   :  asam karbonatH2SO4    :  asam sulfatHClO4      :  asam perklorat

    Tata Nama Senyawa Organik

    Tata nama senyawa organik cenderung lebih kompleks dibanding tata nama senyawa anorganik. Penamaan senyawa organik tidak hanya bergantung dari rumus kimianya, namun juga sangat bergantung pada struktur kimia senyawa. Dalam mempelajari senyawa organik, seringkali ditemui senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama namun memiliki struktur kimia berbeda yang dikenal dengan istilah ‘isomer’.

    Penamaan senyawa organik hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen, akan dibahas pada bab Hidrokarbon. Dalam bab tersebut secara khusus akan dibahas senyawa-senyawa hidrokarbon alifatis, seperti alkana, alkena, dan alkuna. Penamaan senyawa-senyawa alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, ester, dan haloalkana akan dibahas pada bab Senyawa Turunan Alkana. Penamaan benzena dan senyawa-senyawa turunannya akan dibahas pada bab Benzena dan Turunannya.

    Contoh Soal dan Pembahasan

    1. Tulislah nama IUPAC dari senyawa-senyawa dengan rumus kimia berikut.

    a. NaBrOb. (NH4)2Sc. PtCl4d. NF3e. Cl2O7f. As2O5g. Ca(OH)2h. KMnO4i. CrI3j. SO3

    Jawab:

    a. natrium hipobromit (senyawa ion Na+, BrO−)b. amonium sulfida (senyawa ion NH4+, S2−)c. platina (IV) klorida (senyawa ion Pt4+, Cl−)d. nitrogen trifluorida (senyawa molekul)e. diklorin heptaoksida (senyawa molekul)f. diarsen pentaoksida (senyawa molekul)g. kalsium hidroksida (senyawa ion Ca2+, OH−)h. kalium permanganat (senyawa ion K+, MnO4−)i. kromium (III) iodida (senyawa ion Cr3+, I−)j. sulfur trioksida (senyawa molekul)

    2. Tulislah rumus kimia dari senyawa-senyawa berikut.

    a. aluminium sulfatb. barium nitratc. amonium fosfatd. timbal (IV) oksidae. raksa (II) sianidaf. asam periodatg. diklorin monoksidah. fosforus tribromida

    Jawab:

    a. Al2(SO4)3 ← Al3+, SO42−b. Ba(NO3)2 ← Ba2+, NO3−c. (NH4)3PO4 ← NH4+, PO43−d. PbO2 ← Pb4+, O2−e. Hg(CN)2 ← Hg2+, CN−f. HIO4 ← H+, IO4−g. Cl2O ← 2 Cl, 1 Oh. PBr3 ← 1 P, 3 Br

    Tata Nama Senyawa – Referensi

    Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: EsisMcMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry (7th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: ErlanggaRetnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: ErlanggaSilberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (7th edition). New York: McGraw-Hill Education

    Artikel: Tata Nama SenyawaKontributor: Nirwan Susianto, S.Si.Alumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Termokimia
  • Laju Reaksi
  • Koloid
  • (Bagian 1) Tata nama senyawa organik


    Source : https://www.studiobelajar.com/tata-nama-senyawa/

    Kamis, 03 Januari 2019

    ✅ Senyawa Turunan Alkana Pengertian Tata Nama Contoh Soal

    Senyawa Turunan Alkana – Pengantar

    Alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh. Senyawa turunan alkana merupakan senyawa yang dianggap berasal dari alkana, di mana salah satu atau beberapa atom hidrogennya digantikan oleh atom atau gugus atom tertentu. Gugus pengganti ini disebut sebagai gugus fungsi. Masing-masing gugus fungsi akan memberikan ciri khas pada sifat fisik maupun kimia pada senyawa-senyawa yang memiliki gugus tersebut.

    Berikut akan dibahas tata nama beberapa senyawa turunan alkana.

    1. Alkohol (alkanol)

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus hidroksil (−OH). Senyawa alkohol dengan satu gugus −OH mempunyai rumus umum CnH2n+2O.

    Berdasarkan jumlah atom C yang terikat pada atom C yang mengikat gugus −OH, alkohol dibedakan menjadi:

  • alkohol primer, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C primer (atom C yang hanya terikat langsung dengan 1 atom C lainnya)
  • alkohol sekunder, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C sekunder (atom C yang terikat langsung dengan 2 atom C lainnya)
  • alkohol tersier, yaitu alkohol dengan gugus −OH terikat pada atom C tersier (atom C yang terikat langsung dengan 3 atom C lainnya)
  • senyawa turunan alkana pada alkohol

    Tata nama IUPAC:
  • Rantai karbon terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung gugus −OH ditetapkan sebagai rantai induk. Selanjutnya, rantai induk tersebut diberi nama dengan mengganti akhiran “-a” pada alkana menjadi “-ol”. Misalnya, etana menjadi etanol.tata nama alkana pada etana
  • Penomoran dilakukan sedemikian sehingga atom C yang mengikat gugus −OH diprioritaskan mempunyai nomor yang sekecil mungkin.penomoran pada atom C
  • Tata nama trivial:

    Rumus alkohol dapat ditulis sebagai R−OH atau CnH2n+1OH di mana R adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial alkohol yaitu alkil alkohol, diambil dari nama gugus alkil yang mengikat gugus −OH.

    tata nama trivial alkohol

    2. Eter (alkoksialkana),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus alkoksi (−OR′). Senyawa eter dengan satu gugus −OR′ mempunyai rumus umum CnH2n+2O. Eter dapat dilihat sebagai dua gugus alkil, yakni R dan R′ yang terikat pada satu atom O.

    Tata nama IUPAC:
  • Gugus alkil yang lebih panjang ditetapkan sebagai rantai induk alkana. Sedangkan, gugus alkil yang lebih pendek sebagai gugus alkoksi.tata nama iupac eter
  • Penomoran dilakukan sedemikian sehingga atom C yang mengikat gugus −OR′ diprioritaskan mempunyai nomor yang sekecil mungkin.penomoran alkoksialkana
  • Tata nama trivial:

    Rumus eter dapat ditulis sebagai R−O−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial eter diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Eter yang kedua gugus alkilnya sama diberi nama dialkil eter. Eter yang kedua gugus alkilnya berbeda diberi nama alkil alkil eter, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus secara alfabetik.

    tata nama trivial eter

    3. Aldehida (alkanal),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus −CHO, yaitu gugus karbonil (−CO−) pada ujung rantai. Gugus −CO− pada aldehida terikat dengan satu atom H dan satu gugus alkil R. Senyawa aldehida dengan satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.

    Tata nama IUPAC:

    Rantai karbon terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung gugus −CHO ditetapkan sebagai rantai induk. Selanjutnya, rantai induk tersebut diberi nama dengan mengganti akhiran “-a” pada alkana menjadi “-al”. Misalnya, propana menjadi propanal. Gugus fungsi −CHO selalu ditetapkan sebagai atom C nomor satu pada rantai induk, sehingga tidak perlu dinyatakan nomor posisinya.

    turunan alkana aldehida

    Tata nama trivial:

    tata nama trivial aldehida

    4. Keton (alkanon),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karbonil (−CO−) pada tengah rantai. Gugus −CO− pada keton terikat dengan dua gugus alkil R dan R′. Senyawa keton dengan satu gugus −CO− mempunyai rumus umum CnH2nO.

    Tata nama IUPAC:
  • Rantai terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung gugus −CO− ditetapkan sebagai rantai induk. Selanjutnya, rantai induk tersebut diberi nama dengan mengganti akhiran “-a” pada alkana menjadi “-on”. Misalnya, propana menjadi propanon.nama iupac alkanon
  • Penomoran dilakukan sedemikian sehingga posisi gugus −CO− diprioritaskan mempunyai nomor yang sekecil mungkin.senyawa turunan alkana penomoran keton
  • Tata nama trivial:

    Rumus keton dapat ditulis sebagai R−CO−R′ di mana R dan R′ adalah gugus alkil CnH2n+1. Nama trivial keton diambil dari nama kedua gugus alkil R dan R′ yang terikat pada atom O. Keton yang kedua gugus alkilnya sama diberi nama dialkil keton. Keton yang kedua gugus alkilnya berbeda diberi nama alkil alkil keton, di mana urutan penulisan nama gugus alkil tidak harus secara alfabetik.

    tata nama alkana keton

    5. Asam karboksilat (asam alkanoat),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboksil (−COOH). Gugus −COOH merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus hidroksil (−OH). Senyawa asam karboksilat dengan satu gugus −COOH mempunyai rumus umum CnH2nO2.

    Tata nama IUPAC:
  • Rantai terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung gugus −COOH ditetapkan sebagai rantai induk. Selanjutnya, rantai induk tersebut diberi nama dengan awalan kata “asam” dan akhiran “-a” pada alkana diganti menjadi “-oat”. Misalnya, butana menjadi asam butanoat.nama iupac asam karboksilat
  • Penomoran selalu dimulai dari atom C gugus −COOH sebagai atom C nomor 1.penomoran asam alkanoat
  • Tata nama trivial:

    Nama trivial asam karboksilat secara umum diambil dari nama Latin sumber alami asam karboksilat terkait. Misalnya, asam metanoat (HCOOH) disebut asam format karena dapat ditemukan pada semut (Latin: formica). Asam butanoat disebut asam butirat karena dapat ditemukan di dalam mentega (Latin: butyrum).

    tata nama trivial asam karboksilat

    Posisi cabang-cabang pada rantai induk dinyatakan dengan huruf Yunani (α, β, γ, dan seterusnya hingga ω). Penomoran dimulai dari atom C-α (alfa), yaitu atom C nomor 2 yang terikat langsung dengan gugus −COOH, kemudian β (beta), γ (gamma), dan seterusnya. Atom C yang berada di ujung rantai biasanya ditandai dengan ω (omega).

    penomoran senyawa alkana asam karboksilat

    6. Ester (alkil alkanoat),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki gugus karboalkoksi (−COOR′). Gugus −COOR′ merupakan gugus yang terdiri dari gugus karbonil (−CO−) dan gugus alkoksi (−OR′). Senyawa ester dengan satu gugus −COOR′ mempunyai rumus umum CnH2nO2.

    Tata nama IUPAC:

    Rumus ester dapat ditulis sebagai RCOOR′ dan nama IUPAC ester adalah alkil alkanoat. Nama gugus alkil berasal dari nama gugus R′ yang terikat pada atom O. Sedangkan, nama alkanoat diambil dari nama gugus RCOO.

    ester alkil alkanoat

    Tata nama trivial:

    Nama trivial ester hampir sama dengan nama IUPAC-nya. Perbedaannya hanya nama gugus alkanoat ester mengikuti nama trivial asam karboksilat.

    tata nama alkana ester

    7. Alkil halida (haloalkana),

    yaitu senyawa turunan alkana yang memiliki atom halogen −X (F, Cl, Br, atau I). Senyawa haloalkana dengan satu atom halogen X mempunyai rumus umum CnH2n+1X.

    Tata nama IUPAC:
  • Rantai karbon terpanjang dengan cabang terbanyak yang mengandung atom halogen ditetapkan sebagai rantai induk.
  • Penomoran dilakukan sedemikian sehingga atom C yang mengikat atom halogen diprioritaskan mempunyai nomor yang sekecil mungkin.
  • Atom halogen diberi nama bromo (Br), kloro (Cl), fluoro (F), dan iodo (I). Nama atom halogen ditulis terlebih dahulu sebelum nama cabang alkil.
  • Jika terdapat dua atau lebih atom halogen sejenis, maka nama dinyatakan dengan awalan “di-”, “tri-”, “tetra-”, dan seterusnya. Misalnya, difluoro, trikloro, dan sebagainya.turunan alkana alkil halida
  • Jika terdapat lebih dari satu jenis atom halogen, maka prioritas penomoran didasarkan pada kereaktifan atom halogen mulai dari F, Cl, Br, kemudian I. Akan tetapi, penulisan nama tetap secara alfabetik, yaitu dari bromo (Br), kloro (Cl), fluoro (F), lalu iodo (I).penomoran haloalkana
  • Tata nama trivial:

    Pada monohaloalkana (haloalkana dengan hanya satu atom halogen), nama trivialnya adalah alkil halida. Hal ini didasarkan pada rumus monohaloalkana yang dapat ditulis sebagai R−X di mana R adalah gugus alkil.

    haloalkana

    Contoh Soal Senyawa Turunan Alkana dan Pembahasan

    Tulislah nama IUPAC dan nama trivial dari senyawa-senyawa turunan alkana berikut:

    contoh soal senyawa turunan alkana

    Pembahasan:

    pembahasan soal turunan alkana

    pembahasan senyawa turunan alkana

    Referensi

    Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2008. Kimia SMA dan MA untuk Kelas XII Jilid 3. Jakarta: EsisMcMurry, John. 2012. Organic Chemistry (8th edition). California: Brooks/Cole, Cengage LearningPurba, Michael. 2007. Kimia 3B untuk SMA Kelas XII. Jakarta: ErlanggaSolomons, T.W.G., Fryhle C.B., & Snyder, S.A. 2012. Organic Chemistry (11th edition). New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.Sudarmo, Unggul. 2007. Kimia SMA 3 untuk SMA Kelas XII. Jakarta: PhibetaWade, L.G. & Simek, J.W. 2016. Organic Chemistry (9th edition). Harlow: Pearson Education Limited

    Kontributor: Nirwan Susianto, S.Si.Alumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Penyetaraan Reaksi Redoks
  • Isomer
  • Termokimia
  • GUGUS FUNGSI ALKOHOL - SIMPLE KONSEP - KIMIA 12 (SMARRT PLUS dan ONLINE CLASS)


    Source : https://www.studiobelajar.com/senyawa-turunan-alkana/