Tampilkan postingan dengan label nama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Januari 2019

➢ Senyawa Hidrokarbon Pengertian Tata Nama Contoh Soal

Pengertian Senyawa Hidrokarbon

Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang tersusun dari atom unsur karbon (C) dan hidrogen (H). Plastik seperti LDPE dan HDPE (polietilena) dan PP (polipropilena) terbuat dari etena dan propena yang merupakan hasil olahan gas alam. Senyawa etena dan propena termasuk ke dalam golongan senyawa hidrokarbon.

Klasifikasi Hidrokarbon

Berdasarkan jenis ikatan antara atom karbon, senyawa hidrokarbon dapat dibedakan menjadi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh. Seluruh ikatan antar atom karbon pada hidrokarbon jenuh merupakan ikatan kovalen tunggal. Pada hidrokarbon tak jenuh, terdapat satu atau lebih ikatan rangkap ataupun ikatan rangkap tiga.

Berdasarkan bentuk rantai karbon dan jenis ikatannya, senyawa hidrokarbon dikelompokkan menjadi:

  • Hidrokarbon alifatik,
  • yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dengan ikatan tunggal (jenuh) ataupun ikatan rangkap (tak jenuh).

    senyawa hidrokarbon alifatik

  • Hidrokarbon alisiklik,
  • yaitu hidrokarbon dengan rantai tertutup atau melingkar.

    alisiklik

  • Hidrokarbon aromatik,
  • yaitu hidrokarbon rantai melingkar dengan ikatan konjugasi, yaitu ikatan tunggal dan ikatan rangkap yang berselang-seling.

    hidrokarbon aromatik

    Tata Nama Senyawa Hidrokarbon AlifatikAlkana

    Alkana adalah senyawa hidrokarbon alifatik jenuh dengan rumus umum CnH2n+2. Alkana membentuk deret homolog, yaitu kelompok senyawa dengan rumus umum sama dan sifat bermiripan. Berikut tabel deret homolog alkana dengan rumus molekul, rumus bangun, dan nama dari masing-masing senyawa.

    tata nama alkana dari iupac

    Aturan IUPAC untuk penamaan alkana adalah sebagai berikut.

  • Rantai C yang terpanjang ditetapkan sebagai rantai utama. Bila terdapat dua atau lebih rantai terpanjang yang sama panjangnya, maka dipilih rantai dengan cabang terbanyak sebagai rantai utama.rantai C
  • Cabang dari rantai utama dengan substituen hidrokarbon (gugus alkil) diberi nama dengan mengganti akhiran ana pada alkana menjadi il. Berikut tabel struktur dan nama dari beberapa gugus alkil.struktur gugus alkil
  • Atom-atom C pada rantai utama diberi nomor secara berurut dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi cabangnya mendapat nomor terkecil.2 dan 4 metilpentana
  • Untuk substituen cabang yang sejenis dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta, dan seterusnya.dimetilpropana
  • Substituen-substituen cabang ditulis berdasarkan urutan alfabetik. Awalan substituen seperti di, tri, n– (normal), sek– (sekunder), ters– (tersier) diabaikan dalam pengurutan alfabetik, kecuali awalan iso tidak diabaikan.etil isopropil dimetilheptana
  • Alkena

    Alkena adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap dua. Rumus umum alkena adalah CnH2n. Aturan IUPAC dalam penamaan alkena hampir sama dengan alkana, namun dengan beberapa modifikasi aturan berikut.

  • Rantai utama yang dipilih adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. Nama rantai utama diturunkan dari nama alkana dengan jumlah C sama dengan mengganti akhiran ana menjadi ena.rantai utama alkena
  • Urutan penomoran pada rantai utama dimulai dari salah satu ujung rantai yang posisi atom C berikatan rangkapnya mendapat nomor terkecil. Nomor posisi ikatan rangkap didasarkan pada nomor atom C berikatan rangkap yang nomornya lebih kecil.urutan penomoran alkena
  • Alkuna

    Alkuna adalah senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh dengan ikatan rangkap tiga. Rumus umum alkuna adalah CnH2n−2. Aturan IUPAC dalam penamaan alkuna hampir seluruhnya sama dengan alkena. Dalam penamaan alkuna, nama rantai utama yang diturunkan dari alkena dengan jumlah C sama yang memiliki akhiran ena diubah menjadi una. Contoh:

    tata nama alkuna

    Kegunaan Senyawa Hidrokarbon

    Berikut kegunaan hidrokarbon secara umum dikelompokkan berdasarkan banyak atom C pada rantai hidrokarbon.

    kegunaan hidrokarbon

    Secara spesifik, kegunaan dari hidrokarbon alifatik, antara lain:

    Alkana
  • sebagai bahan bakar, misal metana yang merupakan komponen utama LNG (Liquefied Natural Gas), propana atau butana yang merupakan komponen utama LPG (Liqufied Petroleum Gas);
  • sebagai pelarut organik nonpolar, misal pentana, heksana, dan heptana; dan
  • sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkena dengan reaksi cracking dan pembuatan haloalkana.
  • Alkena

    Sebagai bahan baku dalam industri petrokimia, misal untuk pembuatan alkana, haloalkana, alkohol, aldehid, keton, dan polimer. Etena merupakan hormon tumbuhan yang dapat mempercepat matangnya buah, selain itu etena juga merupakan bahan baku dari plastik polietilena. Propena merupakan bahan baku pembuatan plastik polipropilena. 1,3-Butadiena merupakan bahan baku pembuatan karet sintetis polibutadiena. Isoprena (2-metil-1,3-butadiena) juga merupakan bahan baku pembuatan karet poliisoprena.

    Alkuna

    Senyawa alkuna yang paling penting adalah etuna (asetilena). Asetilena digunakan sebagai bahan bakar dalam pemotongan logam dan penyambungan logam dengan las karbit (oxyacetylene welding). Pembakaran asetilena dengan oksigen dapat menghasilkan panas hingga sekitar 3000°C. Dalam jumlah sedikit, asetilena dapat dibuat melalui reaksi batu karbit (kalsium karbida) dengan air seperti berikut.

    CaC_2 + 2H_2O \rightarrow Ca(OH)_2 + C_2H_2Contoh Soal

    Tulislah nama IUPAC dari senyawa berikut.

    contoh soal tata nama senyawa hidrokarbon

    Jawab:

    a.

    pembahasan soal hidrokarbon a

    Rantai utama: C7 (heptana)

    Cabang: metil (―CH3) pada C-2, C-5, dan C-5’; isopropil (―CH(CH3)2) pada C-4

    Nama IUPAC: 4-isopropil-2,5,5-trimetilheptana

    b.

    pembahasan soal b

    Rantai utama: C6 (heksadiena)

    Posisi ikatan rangkap: C-1 dan C-4

    Cabang: etil (―CH2CH3) pada C-2; propil (―CH2CH2CH3) pada C-3

    Nama IUPAC: 2-etil-3-propil-1,4-heksadiena

    c.

    pembahasan soal senyawa hidrokarbon c

    Rantai utama: C8 (oktuna)

    Posisi ikatan rangkap tiga: C-4

    Cabang: metil (―CH3) pada C-2 dan C-7; etil (―CH2CH3) pada C-3 dan C-6

    Nama IUPAC: 3,6-dietil-2,7-dimetil-4-oktuna

    Senyawa Hidrokarbon: Referensi

    Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: EsisMcMurry, John. 2012. Organic Chemistry (8th edition). California: Brooks/ColePetrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: ErlanggaRetnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: ErlanggaTro, Nivaldo J. 2015. Chemistry: Structure and Properties. New Jersey: Pearson Education, Inc.

    Artikel: Senyawa HidrokarbonKontributor: Nirwan Susianto, S.SiAlumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Titrasi Asam Basa
  • Stoikiometri
  • Sistem Periodik Unsur
  • Tata nama IUPAC Alkana- Kimia SMA


    Source : https://www.studiobelajar.com/senyawa-hidrokarbon/

    Selasa, 08 Januari 2019

    ✅ Tata Nama Senyawa Organik Anorganik Ion Molekul Asam

    Tata Nama Senyawa – Pengantar

    Setiap senyawa kimia tentunya memiliki nama spesifik untuk membedakannya dari senyawa yang lain. Untuk memudahkan pengenalan nama dan mencegah kesimpangsiuran dalam memberi nama senyawa kimia, IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry) membuat suatu aturan penamaan. Aturan IUPAC dalam penamaan senyawa kimia dibedakan untuk senyawa anorganik dan senyawa organik.

    Tata Nama Senyawa Anorganik

    Tata nama senyawa anorganik dapat dikelompokkan menjadi senyawa ion, senyawa molekul, dan asam.

    a. Senyawa ion

    Senyawa ion terdiri dari kation (ion positif) dan anion (ion negatif). Pada umumnya, kation merupakan ion logam dan anion merupakan ion nonlogam.

    1. Kation
  • Kation dari unsur logam diberi nama sama dengan unsur logam tersebut.
  • Contoh: ion natrium (Na+), ion kalsium (Ca2+), ion perak (Ag+)

  • Jika logam dapat membentuk kation dengan muatan berbeda, jumlah muatannya ditulis dengan angka Romawi dalam tanda kurung setelah nama unsur logam itu.
  • Contoh: ion besi(II) (Fe2+), ion besi(III) (Fe3+)

  • Kation dari unsur nonlogam umumnya memiliki akhiran -ium.
  • Contoh: ion amonium (NH4+), ion hidronium (H3O+)

    tata nama senyawa ion

    2. Anion
  • Anion monoatom diberi nama dengan akhiran -ida pada nama unsur tersebut.
  • Contoh: ion hidrida (H−), ion oksida (O2−), ion nitrida (N3−), ion fluorida (F−)

  • Anion poliatom yang mengandung unsur oksigen (oksoanion) diberi nama dengan akhiran -at ataupun -it. Akhiran -at digunakan untuk anion poliatom yang memiliki atom O lebih banyak dibanding anion dengan akhiran -it.
  • Contoh: ion nitrat (NO3−), ion nitrit (NO2−). ion sulfat (SO42−), ion sulfit (SO32−)

  • Anion yang diturunkan dari penambahan H+ pada oksoanion diberi nama dengan menambahkan awalan hidrogen atau dihidrogen.
  • Contoh: ion hidrogen karbonat (HCO3−), ion dihidrogen fosfat (H2PO4−)

    nama senyawa kimia anion dan kation

    Nama senyawa ion terdiri dari nama kation di awal kemudian diikuti dengan nama anion di akhir.

    Contoh:

    KBr              :  kalium bromidaBaCl2           :  barium kloridaAg2S             :  perak sulfidaAl(NO3)3      :  aluminium nitratFeS               :  besi(II) sulfidaFe2O3           :  besi(III) oksidaCuSO4              :  tembaga(II) sulfatNH4CN        :  amonium sianida

    b. Senyawa molekul

    Senyawa molekul terdiri unsur-unsur nonlogam. Pada bagian ini, tata nama senyawa molekul yang akan dibahas hanya untuk senyawa molekul biner, yaitu senyawa molekul yang hanya terdiri dari dua jenis unsur. Berikut aturan penamaaan senyawa molekul biner.

  • Nama dari unsur yang terletak lebih kiri pada sistem periodik unsur ditulis terlebih dahulu sebagai unsur pertama. Pengecualian untuk senyawa yang mengandung oksigen, dan klorin, bromin, atau iodin (semua halogen kecuali fluorin), oksigen ditulis sebagai unsur terakhir.
  • Contoh: HBr, BCl3, PCl5, CS2, NO, Cl2O, I2O5, OF2

  • Jika kedua unsur berada pada golongan yang sama, maka unsur pertama adalah unsur yang terletak lebih bawah pada golongan dalam sistem periodik unsur.
  • Contoh: ClF3, IF5

  • Unsur terakhir diberi akhiran -ida.
  • Contoh: HF (hidrogen fluorida), H2S (hidrogen sulfida)

  • Jumlah atom dari masing-masing unsur menentukan awalan bahasan Yunani yang dipakai untuk penulisan nama senyawa molekul. Awalan -mono tidak digunakan untuk unsur pertama.
  • Contoh: N2O (dinitrogen monoksida), N2O5 (dinitrogen pentaoksida), NO2 (nitrogen dioksida), CO (karbon monoksida), CS2 (karbon disulfida), PCl5 (fosforus pentaklorida), SF6 (sulfur tetrafluorida), IBr (iodin monobromida).

    c. Asam

    Berdasarkan definisi asam basa oleh Arrhenius, senyawa asam adalah senyawa yang bila dilarutkan dalam air akan melepas ion H+. Pada umumnya, asam dapat terionisasi dalam air menjadi ion H+ dan anion yang disebut sisa asam. Penamaan senyawa asam dimulai dari kata ‘asam’ diikuti dengan nama anion sisa asam.

    Contoh:

    HCl        :  asam kloridaHF          :  asam fluoridaH2S        :  asam sulfidaHCN      :  asam sianidaH2CO3   :  asam karbonatH2SO4    :  asam sulfatHClO4      :  asam perklorat

    Tata Nama Senyawa Organik

    Tata nama senyawa organik cenderung lebih kompleks dibanding tata nama senyawa anorganik. Penamaan senyawa organik tidak hanya bergantung dari rumus kimianya, namun juga sangat bergantung pada struktur kimia senyawa. Dalam mempelajari senyawa organik, seringkali ditemui senyawa-senyawa dengan rumus molekul sama namun memiliki struktur kimia berbeda yang dikenal dengan istilah ‘isomer’.

    Penamaan senyawa organik hidrokarbon, yakni senyawa yang hanya terdiri dari unsur karbon dan hidrogen, akan dibahas pada bab Hidrokarbon. Dalam bab tersebut secara khusus akan dibahas senyawa-senyawa hidrokarbon alifatis, seperti alkana, alkena, dan alkuna. Penamaan senyawa-senyawa alkohol, eter, aldehid, keton, asam karboksilat, ester, dan haloalkana akan dibahas pada bab Senyawa Turunan Alkana. Penamaan benzena dan senyawa-senyawa turunannya akan dibahas pada bab Benzena dan Turunannya.

    Contoh Soal dan Pembahasan

    1. Tulislah nama IUPAC dari senyawa-senyawa dengan rumus kimia berikut.

    a. NaBrOb. (NH4)2Sc. PtCl4d. NF3e. Cl2O7f. As2O5g. Ca(OH)2h. KMnO4i. CrI3j. SO3

    Jawab:

    a. natrium hipobromit (senyawa ion Na+, BrO−)b. amonium sulfida (senyawa ion NH4+, S2−)c. platina (IV) klorida (senyawa ion Pt4+, Cl−)d. nitrogen trifluorida (senyawa molekul)e. diklorin heptaoksida (senyawa molekul)f. diarsen pentaoksida (senyawa molekul)g. kalsium hidroksida (senyawa ion Ca2+, OH−)h. kalium permanganat (senyawa ion K+, MnO4−)i. kromium (III) iodida (senyawa ion Cr3+, I−)j. sulfur trioksida (senyawa molekul)

    2. Tulislah rumus kimia dari senyawa-senyawa berikut.

    a. aluminium sulfatb. barium nitratc. amonium fosfatd. timbal (IV) oksidae. raksa (II) sianidaf. asam periodatg. diklorin monoksidah. fosforus tribromida

    Jawab:

    a. Al2(SO4)3 ← Al3+, SO42−b. Ba(NO3)2 ← Ba2+, NO3−c. (NH4)3PO4 ← NH4+, PO43−d. PbO2 ← Pb4+, O2−e. Hg(CN)2 ← Hg2+, CN−f. HIO4 ← H+, IO4−g. Cl2O ← 2 Cl, 1 Oh. PBr3 ← 1 P, 3 Br

    Tata Nama Senyawa – Referensi

    Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Johari, J.M.C. & Rachmawati, M. 2009. Kimia SMA dan MA untuk Kelas X Jilid 1. Jakarta: EsisMcMurry, John E., Fay, Robert C., & Robinson, Jill K. 2016. Chemistry (7th edition). New Jersey: Pearson Education, Inc.Petrucci, Ralph H. et al. 2017. General Chemistry: Principles and Modern Applications (11th edition). Toronto: Pearson Canada Inc.Purba, Michael. 2006. Kimia 1B untuk SMA Kelas X. Jakarta: ErlanggaRetnowati, Priscilla. 2004. SeribuPena Kimia SMA Kelas X Jilid 1. Jakarta: ErlanggaSilberberg, Martin S. & Amateis, Patricia. 2015. Chemistry: The Molecular Nature of Matter and Change (7th edition). New York: McGraw-Hill Education

    Artikel: Tata Nama SenyawaKontributor: Nirwan Susianto, S.Si.Alumni Kimia FMIPA UI

    Materi StudioBelajar.com lainnya:

  • Termokimia
  • Laju Reaksi
  • Koloid
  • (Bagian 1) Tata nama senyawa organik


    Source : https://www.studiobelajar.com/tata-nama-senyawa/