Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 Januari 2019

➤ Interaksi Sosial Pengertian Ciri Ciri Bentuk Syarat Terjadinya Contoh

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, ataupun individu dengan kelompok (menurut Gillin dan Gillin, dikutip oleh Soerjono Soekanto). Pengertian lainnya dikemukan oleh Macionis, dengan bahasa yang lebih sederhana. Interaksi sosial menurut Macionis adalah proses di mana orang-orang beraksi dan bereaksi satu sama lain dalam suatu relasi atau hubungan.

Sepasang kekasih yang sedang berpacaran atau mengobrol satu sama lain dapat kita kategorikan sebagai suatu interaksi sosial, karena ada hubungan aksi reaksi antara kedua orang ini. Ini termasuk interaksi sosial individu dengan individu. Interaksi sosial antar kelompok dapat dicontohkan dengan pertandingan sepak bola antara dua kesebelasan. Bentuk interaksi sosial antara individu dengan kelompok contohnya adalah ketika guru sedang mengajar di dalam kelas. Guru merupakan individu, dan siswa-siswinya dikategorikan sebagai satu kelompok.

contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok

Guru yang mengajar merupakan contoh interaksi sosial antara individu dengan kelompok. (sumber gambar: Job Like Magazine)

Ciri-ciri interaksi sosial:

Interaksi sosial memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri. Berikut adalah ciri-ciri dalam interaksi sosial.

  • Jumlah pelaku lebih dari satu orang, hal ini karena interaksi membutuhkan aksi dan reaksi. Jika sesorang memberikan suatu aksi atau tindakan, agar dikatakan sebagai bentuk interaksi, tindakan tersebut haruslah direspon oleh orang lain.
  • Adanya komunikasi menggunakan simbol-simbol tertentu. Simbol yang paling umum digunakan untuk berkomunikasi adalah bahasa. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah simbol yang disampaikan haruslah dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi, agar komunikasi tersebut berjalan lancar.
  • Dalam interaksi sosial juga ada dimensi waktu, yaitu masa lalu, masa kini, dan masa depan. Artinya dalam setiap interaksi sosial, ada konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut.
  • Adanya tujuan yang ingin dicapai. Pihak yang berinteraksi tentulah memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan juga bahwa ada tujuan-tujuan yang berbeda di antara pihak yang berinteraksi. Tujuan tersebut pun dapat menentukan apakah interaksi akan mengarah kepada kerja sama ataupun mengarah kepada pertentangan.
  • Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

    Dalam proses terjadinya interaksi sosial, ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Beberapa faktor tersebut antara lain adalah:

    1. Imitasi.

    Imitasi adalah adalah tindakan seseorang meniru orang lain. Hal yang ditiru beragam bentuknya, misal gaya berpakaian, gaya berbicara, bahasa, dan sebagaimya. Contoh bentuk imitasi adalah ketika seorang anak meniru bahasa gaul seperti ashiappp, anjay, kuy, dan kata lainnya dari tokoh atau publik figure yang ada di televisi atau Youtube.

    2. Sugesti.

    Sugesti adalah semacam pandangan, sikap, atau pendapat yang diberikan oleh seseorang, dan diterima oleh pihak lainnya. Contoh dari sugesti adalah ketika seseorang membeli produk kecantikan setelah terpengaruh oleh pandangan iklan di televisi yang mengatakan jika membeli produk tersebut, wajah konsumen akan lebih bening dan bercerah.

    3. Identifikasi.

    Identifikasi adalah kecenderungan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Hal ini lebih mendalam dari imitasi. Contoh dari identifikasi adalah seseorang yang rela menghabiskan banyak uang untuk operasi plastic agar tubuh dan wajahnya menyerupai Barbie atau artis idola lainnya.

    4. Simpati.

    Simpati adalah keadaan di mana orang merasa tertarik dengan pihak lainnya. Orang yang memiliki simpati akan lebih mudah merasakan perasaan yang sedang dialami oleh pihak lain tersebut, misalnya ketika bencana alam terjadi, seseorang turut merasakan kesedihan dari para korban bencana, sekalipun orang tersebut tidak mengalami bencana secara langsung.

    Bentuk simpati yang lebih mendalam dikenal dengan istilah empati. Ketika berempati, seseorang cenderung menyertakan suatu tindakan langsung yang menunjukkan rasa empatinya, misal dalan kasus bencana, orang yang tidak terkena bencana tadi akan bersedia menjadi relawan di lokasi bencana untuk menunjukkan rasa empatinya.

    Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

    Dalam proses interaksi sosial, terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi agar interaksi tersebut terjadi. Ada dua syarat utama terjadinya interkasi sosial, yaitu kontak sosial dan komunikasi. Kontak berasal dari bahasa Latin yaitu cum atau con yang artinya bersama-sama, dan tango atau tangere yang artinya menyentuh. Jadi apabila diartikan secara harafiah maka kontak berarti bersama-sama menyentuh. Meskipun secara harafiah diartikan bersama-sama menyentuh, namun pada kenyataannya kontak yang terjadi tidak harus selalu bersentuhan. Kontak sosial terjadi ketika ada aksi dan reaksi antar pihak yang berkontak.

    Kontak sosial menurut cara dan tingkatannya terbagi menjadi dua, yaitu kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer adalah kontak sosial yang terjadi secara langsung bertatap muka, misalnya berbicara, saling menyapa, dan bersalaman. Kontak sosial sekunder merupakan kontak sosial yang terjadi melalui suatu perantara. Kontak sosial sekunder pun terbagi menjadi dua, yaitu sekunder langsung dan sekunder tidak langsung. Kontak sosial sekunder langsung terjadi ketika kedua pihak berkontak menggunakan media secara langsung, misalnya bertelepon atau video call.

    Kontak sosial sekunder tidak langsung adalah kontak sosial yang terjadi ketika pihak yang berkontak menggunakan pihak ketiga untuk berinteraksi, atau berinteraksi menggunakan media namun tidak secara langsung berhubungan, misalnya saling mengirim surat. Menurut sifat atau bentuknya, kontak sosial terbagi menjadi kontak sosial negatif dan kontak sosial positif. Kontak sosial negatif merupakan kontak sosial yang mengarah ke pertentangan dan merusak hubungan yang telah ada, misalnya perkelahian. Kontak sosial positif adalah kontak sosial yang mengarah ke bentuk kerja sama dan memperkuat hubungan yang ada, misalnya kegiatan kerja bakti.

    Syarat yang kedua dari interaksi sosial adalah komunikasi. Dalam komunikasi terjadi penyampaian dan pertukaran pesan. Dalam komunikasi, terdapat lima unsur di dalamnya yaitu komunikator (pihak yang menyampaikan pesan), komunikan (pihak yang menerima pesan), pesan, media, dan efek atau pengaruh dari pesan yang disampaikan.

    Bentuk Interaksi Sosial

    Menurut Gillin dan Gillin, terdapat dua bentuk interaksi sosial, yatu proses asosiatif dan proses disosiatif. Proses asosiatif merupakan bentuk proses sosial yang mengarah kepada kerja sama antar pihak, sedangkan proses disosiatif merupakan proses sosial yang mengarah kepada pertentangan antara pihak yang terlibat. Proses asosiatif terdiri dari kerja sama, akomodasi, dan asimilasi. Proses disosiatif terdiri dari persaingan, kontravensi, dan konflik.

    Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

    Kerja sama adalah salah satu bentuk proses asosiatif. Kerja sama terjadi apabila pihak yang yang memiliki suatu kepentingan bersama atau persamaan tujuan. Kerja sama juga sering disebut dengan istilah cooperation. Beberapa wujud kerja sama antara lain adalah sebagai berikut.

  • Koalisi, yaitu bergabungnya dua atau lebih organisasi yang memiliki kepentingan bersama. Contoh bentuk koalisi yang paling umum adalah gabungan beberapa partai politik dalam suatu koalisi untuk memenangkan pemilihan umum.
  • Tawar-menawar atau bargaining, yaitu pelaksaan perjanjian tukar menukar barang atau jasa antara dua pihak atau lebih. Pada proses ini ada pertukaran sumber daya dalam bentuk tawar menarwa antar pihak guna mencapai kesepakatan bersama.
  • Kooptasi, yaitu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam suatu sistem organisasi. Tujuannya adalah untuk menjaga stabilitas internal organisasi.
  • Joint venture, yaitu kerja sama yang umumnya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam proyek tertentu. Umumnya, tujuan dari joint venture adalah untuk meningkatkan pendapatan perusahaan yang bersangkutan.
  • bentuk interaksi sosial asosiatif berupa koalisi

    Bentuk interaksi sosial berupa koalisi antar partai pada pilpres 2019.

    Bentuk yang kedua dari kerja sama adalah akomodasi. Akomodasi adalah upaya untuk meredakan pertentangan yang terjadi. Tujuannya adalah untuk mencapai keseimbangan dan mencegah membesarnya suatu pertentangan. Berikut adalah bentuk akomodasi.

  • Koersi atau coercion, yaitu bentuk akomodasi yang dipaksakan atau proses akomodasi yang terjadi karena ada paksaan.
  • Kompromi, yaitu bentuk akomodasi di mana pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutan.
  • Arbitrasi, yaitu proses akomodasi yang mengundang pihak ketiga yang lebih tinggi kedudukannya untuk membantu penyelesain masalah.
  • Mediasi, merupakan bentuk akomodasi yang menyerupai arbitrasi, namun pihak ketiga hanya berperan sebagai pemberi nasihat dan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.
  • Konsiliasi, yaitu upaya mempertemukan kepentingan pihak yang berselisih dan mencari penyelesaian bersama.
  • Toleransi, yaitu upaya akomodasi secara informal. Masing-masing pihak saling bertoleransi demi pemulihan hubungan baik.
  • Stalemate, yaitu upaya akomodasi dengan menyeimbangkan kekuatan pihak yang terlibat. Dengan berimbangnya kekuatan, penyelesaian permasalahan dapat terjadi dengan sendirinya.
  • Ajudikasi, yaitu upaya akomodasi melalui pengadilan.
  • Bentuk yang ketiga adalah asimilasi. Asimilasi adalah percampuran dua budaya atau lebih dan menghasilkan budaya baru. Dalam proses asimilasi, budaya baru yang terbentuk benar-benar berbeda dari budaya yang ada sebelumnya. Proses asimilasi seringkali disamakan dengan proses akulturasi, padahal sebenarnya berbeda. Proses akulturasi adalah proses di mana dua budaya atau lebih saling berinteraksi, namun batasan-batasan perbedaan budaya tidak hilang dan masing-masing budaya tetap mempertahankan keunikannya masing-masing.

    Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

    Bentuk lain yang berlawanan dengan proses asosiatif adalah proses disosiatif, yang mengarah kepada pertentangan. Berikut adalah bentuk-bentuk proses disosiatif.

  • Persaingan atau kompetisi, yaitu proses dimana pihak yang terlibat dari bersaing memperebutkan sesuatu. Hal yang diperebutkan bermacam-macam bentuknya, misalnya keuntungan, sumber daya, status, dsb.
  • Kontravensi, yaitu bentuk proses disosiatif yang lebih tinggi dibanding persaingan, namun belum mencapai pertentangan. Beberapa bentuk kontravensi adalah penolakan, penyangkalan, penghasutan, dan pengkhianatan.
  • Pertentangan atau konflik, yaitu proses disosiatif di mana pihak yang terlibat berusaha mencapai tujuannya dengan upaya menantang atau menyerang lawan, sekalipun dengan ancaman atau kekerasan. Menurut Soerjono Soekanto, penyebab konflik antara lain adalah perbedaan individu, perbedaan kebudayaan atau nilai, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial. Meskipun lebih sering membawa dampak negatif seperti kerusakan materi dan korban jiwa, konflik juga dapat membawa dampak positif. Dampak positif konflik adalah semakin menguatnya solidaritas dalam satu kelompok karena adanya musuh bersama.
  • Sumber Referensi:

    Macionis, J. J. (2008). Sociology 13th Edition. New Jersey: Prentice Hall.Setiadi, E., & Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Prenadamedia Group.Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.Widiyatmoko, S. (2013). Sosiologi untuk SMA/MA kelas X. Sidoarjo: Masmedia.

    Kontributor: Roy Obet Purba, S.Sos.Alumni Sosiologi FISIP UI

    SYARAT TERJADINYA INTERAKSI SOSIAL


    Source : https://www.studiobelajar.com/interaksi-sosial/

    ✔ Perubahan Sosial Pengertian Teori Bentuk Faktor Pendorong Contoh

    Pengertian Perubahan Sosial

    Perubahan sosial merupakan salah satu kajian sosiologi yang paling dinamis, hal ini dikarenakan perubahan selalu terjadi dan terkadang tidak bisa dihindari. Perubahan sosial berbeda dengan perubahan lainnya. Yang menjadi pembeda perubahan sosial dengan perubahan lainnya adalah perubahan sosial menekankan perubahan yang terjadi pada aspek kultural atau budaya serta aspek struktural (struktur masyarakat), dan dampaknya terhadap kehidupan sosial.

    ilustrasi perubahan sosial

    Sumber gambar: shutterstock.com

    Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

    Pengertian perubahan sosial banyak dikemukakan oleh sosiolog-sosiolog. Berikut pengertian perubahan sosial menurut para ahli sosiologi (sosiolog):

  • Menurut Soerjono Soekanto, perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok di masyarakat.
  • Menurut Kingsley Davis, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada struktur dan fungsi masyarakat.
  • Menurut Willian Ogburn, perubahan sosial adalah perubahan yang meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik unsur material, maupun unsur non-material. Namun yang ditekankan adalah pengaruh unsur material terhadap nonmaterial. Yang dimaksud unsur material kebudayaan adalah benda-benda yang diciptakan oleh manusia, misalnya teknologi. Yang dimaksud dengan unsur non-material adalah hasil kebudayaan yang bersifat lebih abstrak seperti ide, ideologi, dan kepercayaan.
  • Teori Perubahan Sosial1. Teori Evolusi

    Teori ini melihat perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada pengoranisasian masyarakat, khususnya dalam hal pembagian kerja. Teori ini berangkat dari pemikiran Herbert Spencer, Emile Durkheim, dan Ferdinand Tonnies. Menurut teori ini, perubahan sosial terjadi lambat dan berlangsung dalam waktu yang lama. Jika mengambil pemikiran Durkheim, maka dasar perubah sosial ini adalah perubahan masyarakat dari solidaritas mekanik menuju solidaritas organik, yang ditandai dengan adanya pembagian kerja.

    Solidaritas mekanik ditandai dengan kondisi masyarakat yang masih sederhana, pembagian kerja sederhana, dan masih bersifat kekeluargaan. Solidaritas organik ditandai dengan masyarakat yang lebih modern, lebih cenderung bersifat individualis, dan pembagian kerja lebih banyak dan kompleks.

    Jika mengambil ide Ferdinand Tonnies, maka perubahan sosial merupakan perubahan dari gemeinschaft menuju gesselschaft. Gemeinschaft memiliki ciri yang serupa dengan masyarakat solidaritas mekanik Durkheim, di mana masyarakat masih tradisional, dan gesselschaft serupa dengan masyarakat solidaritas organik yang lebih modern.

    Berikut adalah beberapa penggolongan teori evolusi:

  • Unlinear theories of evolution
  • Teori ini menganggap masyarakat berkembang dari masyarakat sederhana menuju masyarakat yang kompleks. Bentuk teori ini adalah teori siklus yang berpendapat bahwa tahap-tahap perkembangan menyerupai lingkaran, di mana tahapan tersebut dapat dilalui berulang kali.

  • Universal theories of evolution
  • Teori ini mengemukakan bahwa perubahn merupakan hal yang linear, atau sudah memiliki garisnya sendiri, sehingga perubahan akan melaju ke depan dan tidak akan berulang seperti pada pandangan teori siklus.

  • Multilinear theories of evolution
  • Teori ini menekankan pada peelitian tahap-tahap perkembangan evolusi masyarakat, misalnya perubahan sistem pencaharian dari berburu ke pertanian, atau dari pertanian menuju industri.

    2. Teori Konflik

    Menurut teori ini, konflik sosial merupakan sumber utama terjadinya perubahan sosial. Konflik sosial terjadi karena adanya pertentangan antara kelas sosial, di mana kelompok yang lebih kuat cenderung mendominasi kelompok yang lebih lemah. Teori ini berakar dari pemikiran Karl Marx tentang konflik antar pemilik modal atau borjuis, dengan pekerja atau proletar.

    teori perubahan sosial teori konflik

    Sumber gambar: thought.co

    3. Teori Siklus

    Menurut teori ini, perubahan merupakan siklus yang terjadi berulang-ulang, tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke titik tertentu.

    4. Teori Linear

    Menurut teori ini, perubahan bergerak menuju tahapan atau titik tertentu. Pandangan ini juga menganggap bahwa perubahan bisa diarahkan atau direncanakan.

    Bentuk Perubahan Sosial1. Berdasarkan waktu:
  • Perubahan lambat atau evolusi: yaitu perubahan yang berlangsung dalam waktu yang lama dan bersifat lambat, misalnya perubahan mata pencaharian dari berburu dan meramu menjadi bertani dan berternak.
  • Perubahan cepat atau revolusi: yaitu perubahan yang terjadi dalam waktu yang singkat dan cepat. Dalam revolusi, biasanya ada pemimpin yang menggerakan revolusi tersebut dan ada tujuan yang kuat dari golongan bersangkutan untuk melakukan perubahan. Contoh revolusi adalah revolusi Perancis dan perebutan kemerdekaan Indonesia dari Jepang.
  • 2. Berdasarkan intensitas:
  • Perubahan kecil: yaitu perubahan yang dampaknya tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat luas. Misalnya perubahan mode pakaian, perubahan mode rambut, dsb.
  • Perubahan besar: yaitu perubahan yang dampaknya sangat dirasakan oleh masyarakat luas. Misalnya penemuan internet dan komputer yang mengubah cara berkomunikasi secara besar, atau penemuan mesin uap yang mengubah proses produksi dari penggunaan tenaga manusia menjadi pengunaan tenaga mesin.
  • 3. Berdasarkan penyebab:
  • Perubahan yang dikehendaki atau direncanakan: yaitu perubahan yang sudah direncanakan terlebih dahulu untuk tujuan tertentu. Perubahan sosial ini sering disebut juga intended change atau planned changed. Beberapa sosiolog juga menyebut perubahan sosial yang dikehendaki sebagai pembangunan sosial. Contoh perubahan sosial yang dikehendaki adalah program keluarga berencana untuk menahan cepatnya pertumbuhan penduduk.
  • Perubahan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan: yaitu perubahan yang terjadi tanpa direncanakan dan umumnya membawa dampak yang tidak diharapkan oleh masyarakat. Contoh perubahan sosial yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang terjadi karena bencana alam sehingga banyak masyarakat yang kehilangan tempat tinggal dan mata pencahariannya, sehingga perlu beradaptasi dengan lingkungan baru tempat evakuasi.
  • Faktor Penyebab Perubahan Sosial1. Faktor Internal: yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat
  • Bertambah atau berkurangnya penduduk
  • Bertambah atau berkurangnya penduduk mengubah struktur sosial dan demografi di masyarakat. Bertambahnya penduduk membuat persaingan kerja semakin meningkat, namun jika tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang memadai dapat menimbulkan pengangguran. Lebih luasnya lagi pengangguran dapat menyebabkan kemiskinan dan kriminalitas. Jumlah penduduk yang berkurang juga menimbulkan perubahan sosial, misalnya saat ini jumlah penduduk di Jepang semakin berkurang karena banyak masyarakat Jepang yang tidak ingin berkeluarga, dampaknya jumlah tenaga kerja menjadi berkurang dan yang lebih parah jumlah penduduk di Jepang dapat semakin habis.

    pertumbuhan penduduk faktor penyebab terjadinya perubahan sosial

    Salah satu pemicu perubahan sosial adalah penemuan-penemuan baru. Penemuan baru dapat dibedakan menjadi discovery dan invention. Discovery merupakan sebuah penemuan akan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Misalnya penemuan benua Amerika oleh Colombus. Colombus menemukan benua Amerika, bukan menciptakan benua Amerika. Invention adalah penemuan terhadap sesuatu yang benar-benar baru. Misalnya penemuan mesin uap oleh James Watt, atau penemuan telepon oleh Graham Bell. James Watt merupakan penemu sekaligus orang pertama yang menciptakan mesin uap, begitu juga Graham Bell dengan teleponnya.

  • Konflik dalam masyarakat.
  • Konflik dalam masyarakat juga menjadi penyebab perubahan sosial. Hal ini sudah sedikit disinggung di teori konflik dalam perubahan sosial. Dalam masyarakat, terdapat berbagai macam kelompok sosial, dan setiap kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Perbedaan kepentingan dapat menjadi penyebab konflik. Contoh konflik yang menghasilkan perubahan sosial adalah konflik antar agama di Ambon. Dampaknya terjadi segregasi atau pemisahan antara orang beragama Kristen dengan orang beragama Islam. Muncul daerah yang hanya berisi penduduk Muslim dan ada daerah yang hanya berisi penduduk Kristen.

    Revolusi dan pemberontakan dapat juga menjadi pemicu perubahan sosial. Contoh dari perubahan sosial akibat revolusi adalah jatuhnya kerajaan Rusia yang dipimpin oleh Tsar dan bentuk kerajaan Rusia pun berubah menjadi negara sosialis yang dipimpin oleh Lenin dan Stalin.

    2. Faktor Eksternal: yaitu faktor yang berasal dari luar masyarakat tersebut.
  • Faktor lingkungan fisik atau alam.
  • Faktor lingkungan yang umumnya menyebabkan perubahasn sosial adalah bencana alam. Misalnya ketika terjadi bencana alam, masyarakat akan mengevakuasi diri mereka menuju tempat baru yang lebih aman. Dalam tempat baru tersebut, masyarakat akan beradaptasi dan menyesuaikan keadaan mereka dengan kondisi lingkungan yang baru tersebut. Dalam proses adaptasi tersebut terdapat perubahan sosial di dalamnya, misal perubahan nilai-nilai yang dianut, perubahan budaya menyeseuaikan lingkungan, dsb.

    Keadaan perang juga menimbulkan perubahan yang besar. Perang merupakan keadaan eksternal karena melibatkan pihak lain di luar masyarakat itu sendiri. Perang menciptakan banyak perubahan misalnya perang dingin antara Amerika dan Uni Soviet menyebabkan pecahnya Uni Soviet menjadi negara-negara baru dengan sistem politik dan pemerintahan yang berbeda.

  • Pengaruh kebudayaan lain.
  • Kebudayaan lain yang masuk melalui globalisasi pun menjadi penyebab perubahan sosial di suatu masyarakat. Berkembangnya teknologi informasi menyebabkan semakin mudahnya budaya lain masuk ke suatu masyarakat. Contoh perubahan sosial akibat pengaruh budaya lain adalah gaya hidup anak-anak masa kini yang terpengaruh oleh budaya K-pop dari Korea Selatan, atau gaya rambut dan gaya berpakaian yang mengikuti artis-artis Holywood.

    Faktor Pendorong Perubahan Sosial Menurut Soerjono Soekanto:
  • Kontak dengan budaya lain.
  • Kontak dengan budaya lain dimungkinkan terjadi karena adanya proses difusi yaitu penyebaran unsur-unsur kebudayaan.

  • Sistem pendidikan yang maju.
  • Lapisan masyarakat yang terbuka (open stratification), yang memungkinkan orang untuk bermobilitas sosial secara vertical.
  • Penduduk yang heterogen.
  • Memiliki orientasi ke depan, artinya punya visi untuk mewujudkan masa depan yang lebih baik.
  • Ketidakpuasan terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu.
  • Faktor Penghambat Perubahan Sosial Menurut Soerjono Soekanto
  • Kurangnya hubungan atau interaksi dengan masyarkat lain.
  • Perkembangan ilmu pengetahuan yang lambat.
  • Perubahan sosial ditopang oleh penemuan-penemuan ilmiah yang sesuai dengan kaidah ilmu pengetahuan. Apabila ilmu pengetahuan lambat, maka inovasi penemuan yang memicu perubahan pun akan lambat.

  • Sikap masyarakat yang tradisional dan menolak perubahan.
  • Prasangka buruk terhadap budaya baru.
  • Hambatan ideologis.
  • Adanya adat atau kebiasaan yang sudah tertanam kuat sehingga menolak sesuatu yang baru.
  • Dampak Perubahan SosialDampak Positif:
  • Munculnya penemuan baru yang dapat membantu aktivitas manusia. Contoh dari penemuan yang sangat membantu aktivitas manusia adalah penemuan internet, komputer, dan ponsel pintar.
  • Munculnya nilai dan norma baru yang lebih relevan.
  • Dengan perubahan yang dinamis, norma atau nilai lama yang sudah tidak relevan dapat diperbaharui menjadi norma dan nilai baru yang lebih relevan untuk diterapkan. Misalnya di masa ini sudah ada pedoman menghubungi guru atau dosen melalui pesan singkat. Jaman dahulu pedoman ini tidak ada karena aplikasi pesan singkat masih terbatas. Contoh lain adalah munculnya undang-undang informatika dan transaksi elektronik akibat perkembangan teknologi.

  • Munculnya lembaga atau institusi baru. Contoh institusi yang muncul akibat perubahan sosial adalah International Labor Organization, yaitu organisasi internasional yang melindungi hak-hak buruh. Di jaman dahulu, hak-hak buruh dipegang oleh pemilik perusahaan dan pemilik perusahaan seringkali mengeksploitasi buruh secara berlebihan, dengan adanya organisasi seperti ini, hak-hak buruh menjadi lebih terjamin.
  • Dampak Negatif:
  • Perubahan yang terlalu cepat dapat menimbulkan anomie, yaitu keadaan dimana nilai lama sudah tidak relevan dan nilai baru belum terbentu. Orang menjadi kehilangan nilai untuk dipegang.
  • Kemunduran moral.
  • Dampak lain dari perubahan sosial adalah kemunduran moral. Contoh dari perubahan sosial yang menunjukkan kemunduran moral adalah banyaknya berita hoaks dan ujaran kebencian di media sosial, serta maraknya bullying online.

  • Munculnya konflik sosial yang dapat menimbulkan disintegrasi atau perpecahan. Perubahan sering juga menimbulkan konflik sosial. Salah satu konflik yang berbahaya adalah wacana perang nuklir. Nuklir merupakan teknologi yang ditemukan untuk persenjataan dan pembangkit listrik. Apabila digunakan untuk berperang, maka akan sangat berbahaya dampak yang ditimbulkannya.
  • Referensi

    Macionis, J. J. (2008). Sociology 13th Edition. New Jersey: Prentice Hall.Setiadi, E., & Kolip, U. (2011). Pengantar Sosiologi Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial: Teori, Aplikasi, dan Pemecahannya. Jakarta: Prenadamedia Group.Soekanto, S., & Sulistyowati, B. (2012). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.Sunarto, K. (2004). Pengantar Sosiologi. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

    Kontributor: Roy Obet Purba, S.Sos.Alumni Sosiologi FISIP UI

    Faktor Pendorong Perubahan Sosial


    Source : https://www.studiobelajar.com/perubahan-sosial/